Pdt.Hans Tandra
Saudara, kita akan belajar dari Petrus, waktu ia bertemu dengan Yesus dan berjalan di atas air yang terambil dari Mat. 14:22-33.
Waktu murid-murid Yesus berlayar dan angin sakal datang, tiba-tiba Yesus datang dan mereka ketakutan. “Tetapi Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: “Tuhan apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan diatas air.” Ay.28.
Saudara, didalam ketakutan, Petrus tahu adalah sesuatu yang mustahil bagi orang biasa/normal untuk berjalan atas air. Tetapi Petrus percaya jika Yesus yang suruh ia pasti bisa.
Kita akan belajar, ada 4 langkah supaya perjalanan kita berhasil:
1.JANGAN MENDENGAR KATA MANUSIA.
Petrus lebih percaya kepada suara Yesus daripada suara teman-temannya! “Sebab hidup kami adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat.” 2 kor 5:7. Petrus bahwa tahu ia tidak mungkin jalan diatas air, tetapi ia percaya!
2.JANGAN MENGANDALKAN KEKUATAN SENDIRI.
Petrus tidak mengandalkan kekuatannya sendiri tetapi mengandalkan Tuhan. There is a miracle when you believe. Kekuatan manusia itu terbatas, tetapi andalkanlah Tuhan yang tidak terbatas.
3.JANGAN TINGGAL DIPERAHU.
Kata Yesus: “Datanglah!” maka Petrus turun dari perahu dan berjalan diatas air.” Ay.29. Kata ‘datanglah’ adalah kata undangan. Yesus juga mengundang kita untuk masuk dalam rencana-Nya dan rencana-Nya selalu baik! Perhatikan saudara, Petrus lebih senang untuk masuk kedalam gelombang lautan bersama Yesus daripada tinggal di kapal bersama teman-temannya! Dengan kata lain, ia lebih baik berada didalam bahaya bersama Yesus daripada ditempat yang aman tetapi tanpa Yesus. Saudara, Yesus saat ini mengundang engkau untuk meninggalkan ‘perahu’ mu. Perahu adalah gambaran dari dosa, persoalan, kesenangan dunia, drugs, dll.
4.JANGAN LIHAT SEKELILINGMU.
“Tetapi ketika dirasakannya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!” segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?”" ay. 30-31. Saudara, kita sudah tahu bahwa orang benar hidup karena percaya dan bukan karena melihat, karena yang kelihatan itu adalah semu, sementara.
Ibr 1:6-8, “Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang ambingkan kian kemari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.”
Orang yang bimbang hati tidak akan mendapatkan apa-apa. Kita harus mengarahkan pandangan kita kepada Yesus. Jika engkau dalam keadaan yang berbahaya atau bermasalah besar, perhatikan kemana arah pandanganmu hari-hari ini? Jika hari-hari ini matamu sedang tidak memandang kepada Yesus, ini adalah waktu yang terbaik untuk mengarahkan pandanganmu kepada-Nya.
Percayakan hidupmu kepada Yesus dan jadikan Dia Tuhan dan Juru Selamat atas hidupmu! Amin
TUHAN menambahi kita seribu kali lagi dari jumlah sekarang & memberkati seperti yang dijanjikan-Nya
Kebangkitan Besar
Showing posts with label Pdt.Hans Tandra. Show all posts
Showing posts with label Pdt.Hans Tandra. Show all posts
Sunday, April 24, 2011
Bagaimana Supaya Tuhan Selalu Hadir
Pdt.Hans Tandra
"Dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka".
(2Taw 7:14)
Ayat ini merupakan kehendak Tuhan yang disampaikan kepada Salomo bagi bangsa Israel, tetapi pesan ini juga buat kita, gereja-Nya. Ayat ini mengandung tiga janji Tuhan bagi gereja-Nya yang merendahkan diri, berdoa, mencari wajah Tuhan dan berbalik dari dosanya! Allah berjanji, Ia akan mendengar, mengampuni dan memulihkan! Ketiga janji ini akan menjadi bagian kita jika kita melakukan ke-empat hal diatas. Saudara yang terkasih, janganlah kita hanya mencari “Tangan Tuhan” tetapi carilah wajah-Nya, artinya jangan cari Tuhan kalo kita butuh….! Tetapi cari Dia karena kita mau mengenal pribadi-Nya. Kalau engkau berdoa, bukan cuma sekedar berdoa tetapi cari Dia sungguh-sungguh! Bukan mencari pertolongan-Nya tetapi hati Tuhan!
Sekarang bagaimana caranya supaya Tuhan hadir didalam hidup kita?
1.BERGAUL KARIB DENGAN TUHAN
“Tuhan bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.” Maz 25:14. Bergaul karib bukanlah mengerjakan pekerjaan Tuhan. Bergaul karib bukanlah hanya tahu tentang Yesus. Bergaul karib bukanlah mengenal Tuhan…! Contoh: pada waktu Yesus dielu-elukan oleh orang-orang Yerusalem….waktu itu orang-orang Farisi sedang melakukan ibadah dan apa yang terjadi…? Mereka marah-marah! Orang Farisi melakukan ibadah, rajin melakukan pekerjaan Allah…tetapi mereka tidak tahu bahwa Yesus yang lewat didepan mereka itu adalah Mesias!! Kegiatan rohani atau pelayanan tidak menjamin engkau bergaul karib dengan Allah!
2.LAPAR DAN HAUS
“Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.” Mat 5:6. Lapar dan haus bukanlah datang kegereja, berdoa, membaca firman karena kewajiban. Lapar dan haus itu adalah jika tidak puas dengan keadaan sekarang. Kita selalu ingin lebih…lebih…dan lebih lagi kepada Tuhan. Saudara pasti tahu cerita wanita yang pendarahan selama 12 th. Dengan rasa “haus & lapar” ia berjuang untuk mendapatkan Yesus! Bartimeus, seorang yang buta sejak lahir….ia terus berseru-seru sampai Yesus mendengar. Saudara….carilah Tuhan sampai engkau mendapatkan-Nya.
3.TINGGALKAN DOSAMU
Tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Allah…! Waktu Yesaya mendapat panggilan Allah, ia berkata: “Celakalah aku! Aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir…namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni Tuhan semesta alam.” Yes 6:5. Yesaya begitu takut waktu ia melihat Tuhan…langsung dia merasa tidak layak. Janganlah kita menjadi kristen “mingguan”, maksudnya hari Minggu ikut Tuhan, tetapi hari Senin ikut “dunia”. Daud adalah orang yang meninggalkan dosanya (dosa berzinah) dan….yang terpenting, ia tidak kembali lagi. Daud meninggalkan dosanya dan tidak pernah kembali lagi.
4.MILKI HATI YANG REMUK DAN RENDAH HATI
“Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati…” Yes 57:15. Daud seumur hidupnya mencari Tuhan! Kita tahu bahwa Daud disebut sebagai orang yang dekat dihati Allah. Allah menemukan Daud, orang yang dekat dihati-Nya….luar biasa!
Apakah kuncinya? Kuncinya adalah Daud mempunyai hati yang remuk dan rendah hati. Hatinya tulus kepada Allah! Waktu Daud berbuat dosa dan ditegur oleh nabi Nathan…ia sebagai raja yang mempunyai otoritas dan hak untuk membela dirinya…..ia tidak melakukan itu semua, tetapi ia mengakui perbuatannya dan meminta ampun kepada Allah! Betapa Daud mempunyai hati yang rendah hati. Allah sangat mengasihi orang yang rendah hati…sebaliknya Allah membenci orang yang sombong! Rendah hati berarti berserah total! (baca Maz 126:5)
5.MAU MENANTI-NANTIKAN TUHAN
Apa yang Alkitab katakan untuk orang-orang yang menantikan Tuhan: “Tetapi orang-orang yang menantikan Tuhan mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” Yes 40:31. Menanti adalah suatu pekerjaan yang tidak disukai banyak orang, tetapi justru didalam penantian kepada Allah ada kekuatan yang baru…..ada pembaharuan. Mengapa kita seringkali mengalami keletihan dan kebosanan didalam mengikut Tuhan? Satu jawabannya adalah karena kita tidak pernah menantikan Tuhan. Orang yang sibuk pelayanan sekalipun, belum tentu ada Tuhan didalam hidupnya! Justru jika keletihan dan kebosanan mulai datang….itulah saatnya engkau datang kepada Tuhan dan menantikan Dia sampai Allah sendiri hadir dalam hidupmu! Maka engkau akan berlari dan tidak menjadi lesu, engkau berjalan dan tidak menjadi lelah! Dia akan memulihkan kekuatan dan semangatmu…!! Haleluyah!
Saudaraku yang terkasih, itulah sebabnya betapa pentingnya kehadiran Allah didalam hidup setiap anak-anak Tuhan. Jangan sampai kita selalu berada di gereja, sibuk melayani Tuhan….tetapi sebetulnya Tuhan tidak hadir didalam diri kita. Sebagai ayat yang terakhir…ini adalah “no telepon” -nya Tuhan…. hotline 24 hours!! No telp-nya ini berlaku kapan saja dan dimana saja engkau memerlukannya maka engkau bisa menghubungi Tuhan. Nomornya adalah YEREMIA 33:3, “Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau? dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.”
Demikianlah, jika saudara sedang dalam keadaan tertekan, susah atau stress. Kita perlu menelpon Tuhan supaya Tuhan hadir dalam hidupmu dan jangan lupa untuk melakukan kelima hal diatas, maka engkau tidak menjadi orang Kristen yang “naik-turun” tetapi menjadi orang Kristen “rajawali” yang kuat dan terbang tinggi mengatasi gunung-gunung persoalan.
Allah adalah sumber kekuatan kita! Amin
"Dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka".
(2Taw 7:14)
Ayat ini merupakan kehendak Tuhan yang disampaikan kepada Salomo bagi bangsa Israel, tetapi pesan ini juga buat kita, gereja-Nya. Ayat ini mengandung tiga janji Tuhan bagi gereja-Nya yang merendahkan diri, berdoa, mencari wajah Tuhan dan berbalik dari dosanya! Allah berjanji, Ia akan mendengar, mengampuni dan memulihkan! Ketiga janji ini akan menjadi bagian kita jika kita melakukan ke-empat hal diatas. Saudara yang terkasih, janganlah kita hanya mencari “Tangan Tuhan” tetapi carilah wajah-Nya, artinya jangan cari Tuhan kalo kita butuh….! Tetapi cari Dia karena kita mau mengenal pribadi-Nya. Kalau engkau berdoa, bukan cuma sekedar berdoa tetapi cari Dia sungguh-sungguh! Bukan mencari pertolongan-Nya tetapi hati Tuhan!
Sekarang bagaimana caranya supaya Tuhan hadir didalam hidup kita?
1.BERGAUL KARIB DENGAN TUHAN
“Tuhan bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.” Maz 25:14. Bergaul karib bukanlah mengerjakan pekerjaan Tuhan. Bergaul karib bukanlah hanya tahu tentang Yesus. Bergaul karib bukanlah mengenal Tuhan…! Contoh: pada waktu Yesus dielu-elukan oleh orang-orang Yerusalem….waktu itu orang-orang Farisi sedang melakukan ibadah dan apa yang terjadi…? Mereka marah-marah! Orang Farisi melakukan ibadah, rajin melakukan pekerjaan Allah…tetapi mereka tidak tahu bahwa Yesus yang lewat didepan mereka itu adalah Mesias!! Kegiatan rohani atau pelayanan tidak menjamin engkau bergaul karib dengan Allah!
2.LAPAR DAN HAUS
“Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.” Mat 5:6. Lapar dan haus bukanlah datang kegereja, berdoa, membaca firman karena kewajiban. Lapar dan haus itu adalah jika tidak puas dengan keadaan sekarang. Kita selalu ingin lebih…lebih…dan lebih lagi kepada Tuhan. Saudara pasti tahu cerita wanita yang pendarahan selama 12 th. Dengan rasa “haus & lapar” ia berjuang untuk mendapatkan Yesus! Bartimeus, seorang yang buta sejak lahir….ia terus berseru-seru sampai Yesus mendengar. Saudara….carilah Tuhan sampai engkau mendapatkan-Nya.
3.TINGGALKAN DOSAMU
Tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Allah…! Waktu Yesaya mendapat panggilan Allah, ia berkata: “Celakalah aku! Aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir…namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni Tuhan semesta alam.” Yes 6:5. Yesaya begitu takut waktu ia melihat Tuhan…langsung dia merasa tidak layak. Janganlah kita menjadi kristen “mingguan”, maksudnya hari Minggu ikut Tuhan, tetapi hari Senin ikut “dunia”. Daud adalah orang yang meninggalkan dosanya (dosa berzinah) dan….yang terpenting, ia tidak kembali lagi. Daud meninggalkan dosanya dan tidak pernah kembali lagi.
4.MILKI HATI YANG REMUK DAN RENDAH HATI
“Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati…” Yes 57:15. Daud seumur hidupnya mencari Tuhan! Kita tahu bahwa Daud disebut sebagai orang yang dekat dihati Allah. Allah menemukan Daud, orang yang dekat dihati-Nya….luar biasa!
Apakah kuncinya? Kuncinya adalah Daud mempunyai hati yang remuk dan rendah hati. Hatinya tulus kepada Allah! Waktu Daud berbuat dosa dan ditegur oleh nabi Nathan…ia sebagai raja yang mempunyai otoritas dan hak untuk membela dirinya…..ia tidak melakukan itu semua, tetapi ia mengakui perbuatannya dan meminta ampun kepada Allah! Betapa Daud mempunyai hati yang rendah hati. Allah sangat mengasihi orang yang rendah hati…sebaliknya Allah membenci orang yang sombong! Rendah hati berarti berserah total! (baca Maz 126:5)
5.MAU MENANTI-NANTIKAN TUHAN
Apa yang Alkitab katakan untuk orang-orang yang menantikan Tuhan: “Tetapi orang-orang yang menantikan Tuhan mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” Yes 40:31. Menanti adalah suatu pekerjaan yang tidak disukai banyak orang, tetapi justru didalam penantian kepada Allah ada kekuatan yang baru…..ada pembaharuan. Mengapa kita seringkali mengalami keletihan dan kebosanan didalam mengikut Tuhan? Satu jawabannya adalah karena kita tidak pernah menantikan Tuhan. Orang yang sibuk pelayanan sekalipun, belum tentu ada Tuhan didalam hidupnya! Justru jika keletihan dan kebosanan mulai datang….itulah saatnya engkau datang kepada Tuhan dan menantikan Dia sampai Allah sendiri hadir dalam hidupmu! Maka engkau akan berlari dan tidak menjadi lesu, engkau berjalan dan tidak menjadi lelah! Dia akan memulihkan kekuatan dan semangatmu…!! Haleluyah!
Saudaraku yang terkasih, itulah sebabnya betapa pentingnya kehadiran Allah didalam hidup setiap anak-anak Tuhan. Jangan sampai kita selalu berada di gereja, sibuk melayani Tuhan….tetapi sebetulnya Tuhan tidak hadir didalam diri kita. Sebagai ayat yang terakhir…ini adalah “no telepon” -nya Tuhan…. hotline 24 hours!! No telp-nya ini berlaku kapan saja dan dimana saja engkau memerlukannya maka engkau bisa menghubungi Tuhan. Nomornya adalah YEREMIA 33:3, “Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau? dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.”
Demikianlah, jika saudara sedang dalam keadaan tertekan, susah atau stress. Kita perlu menelpon Tuhan supaya Tuhan hadir dalam hidupmu dan jangan lupa untuk melakukan kelima hal diatas, maka engkau tidak menjadi orang Kristen yang “naik-turun” tetapi menjadi orang Kristen “rajawali” yang kuat dan terbang tinggi mengatasi gunung-gunung persoalan.
Allah adalah sumber kekuatan kita! Amin
Bertanding Sampai Akhir
Pdt.Hans Tandra
Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetaPi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya! Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.”
(1Kor 9:24-27)
Melihat suatu pertandingan Iari, pasti sudah tidak asing bagi setiap kita. Ada banyak orang berlari tetapi hanya satu yang menjadi pemenang. Banyak dari kita berlari tetapi tidak semua bisa sampai garis finish. Sama halnya seperti bangsa Israel yang berlari menuju Kanaan, tetapi yang masuk ke tanah perjanjian hanya dua orang, yaitu Yosua dan Kaleb. Lot, ia mendapat tanah yang baik tetapi karena tidak setia kepada Tuhan, ia akhimya berselingkuh dengan anaknya sendiri. Lot gagal mencapai garis finish. Didalam 1 Kor 10 dijelaskan bahwa walaupun bangsa Israel melihat mujisat Al1ah setiap hari (mendapat makanan dari langit, mendapat air dari batu karang, melihat Laut Merah terbelah), tetapi mereka tetap tidak setia kepada Tuhan. Mereka menyembah berhala (ay.7), bercabul (ay.8),mencobai Tuhan (ay.9), bersungut-sungut (ay10). Bangsa Israel berlari keluar dari Mesir, tetapi mereka tidak sampai garis finish, tanah Kanaan.
Ada 4 hal supaya kita tidak mundur ditengah jalan:
1. Menguasai dirl dalam segala hal. Seorang pelari, juara adalah orang yang bisa menguasai diri dengan baik. Bayangkan jika waktu ia berlari dalam satu pertandingan, ada banyak orang yang memuji dia lalu ia menoleh ke samping dan meladeni orang-orang itu, apa yang terjadi?? Pelari-pelari lain pasti akan menyusul dia dan. ..ia pasti kalah! Didalam mengikut Yesus, kita harus mengusai diri. Tanpa penguasaan diri, perjalanan kita akan terputus! Waktu Maria mencium kaki Yesus, Ia berkata bahwa wanita ini akan selalu diingat dimanamana. Tetapi waktu Yudas mencium pipi Yesus, akhirnya Yudas menjual Yesus. Penguasaan diri adalah salah satu buah Roh Kudus. Kita perlu meminta Roh Kudus memimpin kita. Berserah total kepada Tuhanlah yang memampukan kita untuk menguasai diri kita. Bangsa Israel sudah merasa dipirnpin oleh Tuhan sehingga mereka menjadi sombong, akhirnya mereka menyembah berhala.
2. Bertanding untuk mendapatkan mahkota yang abadi. Mereka berhuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk mem peoleh suatu suatu mahkota yang abadi.” Kepuasan dari dunia itu hanya sementara, tetapi Alkitab berkata, jika kita minum air dari Tuhan, kita tidak akan haus Iagi. Tahukah saudara, jika Tuhan menolong/memberi, Dia akan menolong/memberi dengan berlebihan? Allah kita adalah Allah yang baik! Waktu Tuhan memberi makan 5000 orang, mereka semua dikatakan makan sampai kenyang (bukan hanya menggancal perut) bahkan berlebihan 12 bakul. Mari kita mengejar Tuhan! Flp 3:12 berkata, ” Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya…” Mari kita kejar ibadah, doa puasa, pujian, penyembahan kita! Saudara sadarlah bahwa kita bukan lari 10Om tetapi kita sedang lari marathon.
3. lkuti peraturan yang ada. ” Aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul” Didalam setiap pertandingan pasti ada aturan mainnya sendiri-sendiri dan syarat untuk menang salah satunya, kita harus mengikuti peraturan yang ada! Didalam pertandingan irnan kita, firman Tuhan adalah ”aturan main” yang harus kita ikuti dan taati. Saudara yang terkasih, percaya Tuhan itu tidak usah bayar, ikut Tuhan itu harus bayar harga, tetapi untuk melayani Tuhan… kita harus bayar segalanya! Didalam pertandingan hendaklah kita tidak bersungut-sungut.
4. Latihlah dirimu.
“Tetapi aku melatih tubuhku. ..” lbr 12 berkata supaya kita menanggalkan semua beban yang merintangi didalam perlombaan. Seorang yang sedang bertanding tidak akan memusingkan kead3an sekelilingnya. Kita harus menahan nafsu/segala godaan yang bisa menghambat kita! Seorang atlet yang baik, ia akan menjaga stamina. Berat badannya dijaga, makanannya dijaga, demikian juga hidup kita, harus dijaga jangan sampai dosa masuk.
” Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.” 2 Tim 4:7.
Saudara, adalah kerinduan hati Allah untuk melihat setiap kita bisa mengakhiri pertandingan dengan baik. Adalah rencana Tuhan untuk melihat bangsa Israel masuk ke tanah Perjanjian, tetapi yang menentukan didalam satu pertandingan itu adalah si atlet itu sendiri, jika ia mengikuti peraturan dengan benar dan bertanding dengan baik maka ia akan menang.
Mari kita semua bertanding dengan segenap kekuatan kita dan berharap sepenuhnya kepada Dia yang memberi kekuatan!
Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetaPi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya! Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.”
(1Kor 9:24-27)
Melihat suatu pertandingan Iari, pasti sudah tidak asing bagi setiap kita. Ada banyak orang berlari tetapi hanya satu yang menjadi pemenang. Banyak dari kita berlari tetapi tidak semua bisa sampai garis finish. Sama halnya seperti bangsa Israel yang berlari menuju Kanaan, tetapi yang masuk ke tanah perjanjian hanya dua orang, yaitu Yosua dan Kaleb. Lot, ia mendapat tanah yang baik tetapi karena tidak setia kepada Tuhan, ia akhimya berselingkuh dengan anaknya sendiri. Lot gagal mencapai garis finish. Didalam 1 Kor 10 dijelaskan bahwa walaupun bangsa Israel melihat mujisat Al1ah setiap hari (mendapat makanan dari langit, mendapat air dari batu karang, melihat Laut Merah terbelah), tetapi mereka tetap tidak setia kepada Tuhan. Mereka menyembah berhala (ay.7), bercabul (ay.8),mencobai Tuhan (ay.9), bersungut-sungut (ay10). Bangsa Israel berlari keluar dari Mesir, tetapi mereka tidak sampai garis finish, tanah Kanaan.
Ada 4 hal supaya kita tidak mundur ditengah jalan:
1. Menguasai dirl dalam segala hal. Seorang pelari, juara adalah orang yang bisa menguasai diri dengan baik. Bayangkan jika waktu ia berlari dalam satu pertandingan, ada banyak orang yang memuji dia lalu ia menoleh ke samping dan meladeni orang-orang itu, apa yang terjadi?? Pelari-pelari lain pasti akan menyusul dia dan. ..ia pasti kalah! Didalam mengikut Yesus, kita harus mengusai diri. Tanpa penguasaan diri, perjalanan kita akan terputus! Waktu Maria mencium kaki Yesus, Ia berkata bahwa wanita ini akan selalu diingat dimanamana. Tetapi waktu Yudas mencium pipi Yesus, akhirnya Yudas menjual Yesus. Penguasaan diri adalah salah satu buah Roh Kudus. Kita perlu meminta Roh Kudus memimpin kita. Berserah total kepada Tuhanlah yang memampukan kita untuk menguasai diri kita. Bangsa Israel sudah merasa dipirnpin oleh Tuhan sehingga mereka menjadi sombong, akhirnya mereka menyembah berhala.
2. Bertanding untuk mendapatkan mahkota yang abadi. Mereka berhuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk mem peoleh suatu suatu mahkota yang abadi.” Kepuasan dari dunia itu hanya sementara, tetapi Alkitab berkata, jika kita minum air dari Tuhan, kita tidak akan haus Iagi. Tahukah saudara, jika Tuhan menolong/memberi, Dia akan menolong/memberi dengan berlebihan? Allah kita adalah Allah yang baik! Waktu Tuhan memberi makan 5000 orang, mereka semua dikatakan makan sampai kenyang (bukan hanya menggancal perut) bahkan berlebihan 12 bakul. Mari kita mengejar Tuhan! Flp 3:12 berkata, ” Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya…” Mari kita kejar ibadah, doa puasa, pujian, penyembahan kita! Saudara sadarlah bahwa kita bukan lari 10Om tetapi kita sedang lari marathon.
3. lkuti peraturan yang ada. ” Aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul” Didalam setiap pertandingan pasti ada aturan mainnya sendiri-sendiri dan syarat untuk menang salah satunya, kita harus mengikuti peraturan yang ada! Didalam pertandingan irnan kita, firman Tuhan adalah ”aturan main” yang harus kita ikuti dan taati. Saudara yang terkasih, percaya Tuhan itu tidak usah bayar, ikut Tuhan itu harus bayar harga, tetapi untuk melayani Tuhan… kita harus bayar segalanya! Didalam pertandingan hendaklah kita tidak bersungut-sungut.
4. Latihlah dirimu.
“Tetapi aku melatih tubuhku. ..” lbr 12 berkata supaya kita menanggalkan semua beban yang merintangi didalam perlombaan. Seorang yang sedang bertanding tidak akan memusingkan kead3an sekelilingnya. Kita harus menahan nafsu/segala godaan yang bisa menghambat kita! Seorang atlet yang baik, ia akan menjaga stamina. Berat badannya dijaga, makanannya dijaga, demikian juga hidup kita, harus dijaga jangan sampai dosa masuk.
” Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.” 2 Tim 4:7.
Saudara, adalah kerinduan hati Allah untuk melihat setiap kita bisa mengakhiri pertandingan dengan baik. Adalah rencana Tuhan untuk melihat bangsa Israel masuk ke tanah Perjanjian, tetapi yang menentukan didalam satu pertandingan itu adalah si atlet itu sendiri, jika ia mengikuti peraturan dengan benar dan bertanding dengan baik maka ia akan menang.
Mari kita semua bertanding dengan segenap kekuatan kita dan berharap sepenuhnya kepada Dia yang memberi kekuatan!
Subscribe to:
Posts (Atom)