Pdt Agus Gunawan
Matius 1:23
Dunia ikut merayakan natal, tetapi mereka merayakannya dengan melakukan perubahan yang menarik perhatian kita dari makna natal yang sesungguhnya. Natal haruslah berpusat kepada Kristus dan mengingat kelahiran Yesus yang adalah untuk menebus dosa kita.
Natal adalah tanda dari Tuhan yang menyediakan perlindungan, pemeliharaan, keselamatan, berkat dan penyertaan atas kita.
Pada natal pertama banyak kekacauan yang terjadi. Yusuf mendapatkan bahwa Maria sudah mengandung, akan tetapi setelah malaikat berbicara kepadanya ia taat dan tetap menikahi Maria. Kemudian Yusuf dan Maria yang sedang hamil tua harus menempuh perjalan untuk kembali ke Betlehem. Kemudian setelah Yesus lahir, mereka harus mengungsi ke Mesir. Akan tetapi di dalam semua ini selalu ada perlindungan dan penjagaan Tuhan sehingga mereka tidak pernah mengalami bencana sedikit-pun.
Mari kita merayakan natal dengan kerendahan hati yang bersujud kepada Tuhan. Ketika kita sedang mengalami kesulitan, ingatlah selalu makna natal bahwa akan ada pertolongan dari Tuhan. Tuhan mencintai saya.
Tuhan Yesus memberkati.
Amin.
TUHAN menambahi kita seribu kali lagi dari jumlah sekarang & memberkati seperti yang dijanjikan-Nya
Kebangkitan Besar
Showing posts with label Pdt.Agus Gunawan. Show all posts
Showing posts with label Pdt.Agus Gunawan. Show all posts
Tuesday, January 3, 2012
Penyakit Kekuatiran Yang Tidak Ada Alasannya
Pdt Agus Gunawan
Dalam 1 Yohanes 4:4-5 kita belajar untuk mengalahkan dunia dengan iman kita, yaitu iman yang percaya kepada Tuhan Yesus. Kita adalah anak-anak Tuhan yang mengalahkan kekuatiran.
Banyak dari orang-orang dunia bahkan anak-anak Tuhan yang mengalami penyakit anxiety disorder, yaitu penyakit kekuatiran yang tidak ada alasannya. Dunia menawarkan berbagai macam terapi, tetapi semua itu hanya melemahkan penyebabnya dan tidak menyembuhkan.
Sebagai anak-anak Tuhan, kita memiliki iman untuk mengalahkan semua kekuatiran dan ketakutan yang mungkin menyerang kita dengan tuntas sampai keakarnya. Permulaan kekuatiran adalah permulaan kematian iman kita. Ketakutan itu melumpuhkan, tetapi iman menguaatkan dan keduanya tidak bisa menjadi satu. Jangan melihat ke bawah yaitu kepada ketakutan, tetapi marilah kita melihat ke atas kepada Tuhan kita.
Empat hal yang perlu kita ingat:
1. Sensor perkataan dan hal-hal yang kita terima, perkatakan iman setiap saat yang akan membangun iman kita. Selain itu kita juga perlu menyensor makanan yang kita makan.
2. Percaya bahwa Tuhan Jehova Jireh, yaitu Tuhan yang mencukupi dan menyediakan kebutuhan kita sesuai waktu-Nya.
3. Jangan kita kumpulkan dan pendam beban yang sudah lewat, karena itu dapat meruntuhkan tembok iman kita.
4. Tidak perlu takut dan bimbang karena Tuhan pasti akan menolong.
Tuhan Yesus memberkati.
Amin.
Dalam 1 Yohanes 4:4-5 kita belajar untuk mengalahkan dunia dengan iman kita, yaitu iman yang percaya kepada Tuhan Yesus. Kita adalah anak-anak Tuhan yang mengalahkan kekuatiran.
Banyak dari orang-orang dunia bahkan anak-anak Tuhan yang mengalami penyakit anxiety disorder, yaitu penyakit kekuatiran yang tidak ada alasannya. Dunia menawarkan berbagai macam terapi, tetapi semua itu hanya melemahkan penyebabnya dan tidak menyembuhkan.
Sebagai anak-anak Tuhan, kita memiliki iman untuk mengalahkan semua kekuatiran dan ketakutan yang mungkin menyerang kita dengan tuntas sampai keakarnya. Permulaan kekuatiran adalah permulaan kematian iman kita. Ketakutan itu melumpuhkan, tetapi iman menguaatkan dan keduanya tidak bisa menjadi satu. Jangan melihat ke bawah yaitu kepada ketakutan, tetapi marilah kita melihat ke atas kepada Tuhan kita.
Empat hal yang perlu kita ingat:
1. Sensor perkataan dan hal-hal yang kita terima, perkatakan iman setiap saat yang akan membangun iman kita. Selain itu kita juga perlu menyensor makanan yang kita makan.
2. Percaya bahwa Tuhan Jehova Jireh, yaitu Tuhan yang mencukupi dan menyediakan kebutuhan kita sesuai waktu-Nya.
3. Jangan kita kumpulkan dan pendam beban yang sudah lewat, karena itu dapat meruntuhkan tembok iman kita.
4. Tidak perlu takut dan bimbang karena Tuhan pasti akan menolong.
Tuhan Yesus memberkati.
Amin.
Tuesday, November 22, 2011
Belajar Dari Dua Wanita Yang Mengalami Kesulitan
Pdt Agus Gunawan
Setiap dari kita tentu pernah mengalami kesulitan dan kesukaran.
Dalam Alkitab kita bisa belajar dari dua wanita yang mengalami kesulitan yang sepertinya tidak ada akhirnya, karena satu kesulitan diikuti oleh kesulitan yang lain. Wanita pertama adalah Mikal anak Saul dan wanita kedua adalah Batseba. Akan tetapi meskipun keduanya mengalami kesulitan yang berat, akhir dari kedua wanita ini sangat jauh berbeda. Mikal meninggal tanpa pernah memiliki anak, sedangkan Batseba merupakan wanita yang menurunkan Salomo dan kemudian Yesus.
Tiga hal yang dapat kita pelajari dari Batseba ketika kita juga mengalami kesulitan dalam hidup kita:
1. Kita boleh menangis, tapi hanya sementara
Kesulitan yang kita alami hanya untuk satu malam, karena di pagi hari kita akan bersorak dalam bersama Tuhan. Percayalah bahwa akhir hidup kita adalah baik. Yang kita perlu lakukan adalah tetap berdoa, membaca firman dan bersuka dalam Tuhan karena kekuatan kita adalah bersuka cita dalam-Nya.
2. Percaya akan Tuhan
Sekalipun yang kita lihat adalah jalan buntuk, tetap percaya bahwa Ia adalah Tuhan yang pasti akan menolong kita. Ketika kita terima Yesus, maka berkat dan kemenangan ada pada kita.
3. Tahu Tuhan mengasihi kita
Dalam segala kesulitan dan kesukaran yang kita alami, kita harus tahu bahwa Tuhan sangatlah mengasihi kita.
Tuhan Yesus memberkati.
Setiap dari kita tentu pernah mengalami kesulitan dan kesukaran.
Dalam Alkitab kita bisa belajar dari dua wanita yang mengalami kesulitan yang sepertinya tidak ada akhirnya, karena satu kesulitan diikuti oleh kesulitan yang lain. Wanita pertama adalah Mikal anak Saul dan wanita kedua adalah Batseba. Akan tetapi meskipun keduanya mengalami kesulitan yang berat, akhir dari kedua wanita ini sangat jauh berbeda. Mikal meninggal tanpa pernah memiliki anak, sedangkan Batseba merupakan wanita yang menurunkan Salomo dan kemudian Yesus.
Tiga hal yang dapat kita pelajari dari Batseba ketika kita juga mengalami kesulitan dalam hidup kita:
1. Kita boleh menangis, tapi hanya sementara
Kesulitan yang kita alami hanya untuk satu malam, karena di pagi hari kita akan bersorak dalam bersama Tuhan. Percayalah bahwa akhir hidup kita adalah baik. Yang kita perlu lakukan adalah tetap berdoa, membaca firman dan bersuka dalam Tuhan karena kekuatan kita adalah bersuka cita dalam-Nya.
2. Percaya akan Tuhan
Sekalipun yang kita lihat adalah jalan buntuk, tetap percaya bahwa Ia adalah Tuhan yang pasti akan menolong kita. Ketika kita terima Yesus, maka berkat dan kemenangan ada pada kita.
3. Tahu Tuhan mengasihi kita
Dalam segala kesulitan dan kesukaran yang kita alami, kita harus tahu bahwa Tuhan sangatlah mengasihi kita.
Tuhan Yesus memberkati.
Tidak Menoleh Ke Belakang
Pdt Agus Gunawan
Lukas 9:62
Petani yang membajak sawahnya akan selalu mempunyai tujuan untuk menuai, dan itu adalah sesuatu yang di depan. Kita mau belajar agar kita tidak menoleh ke belakang seperti istri Lot. Ada tiga hal yang tidak boleh kita lihat lagi:
1. Dosa yang sudah diampuni
Dalam Yesaya 43:25 dituliskan bahwa Tuhan sendiri yang menghapus dosa kita dan Ia tidak lagi mengingatnya, lalu kenapa kita sendiri mengingatnya. Tuhan sudah menebus dosa-dosa kita, Dia menjadi dosa gantikan kita untuk menghapus pelanggaran kita.
2. Kegagalan kita
Tuhan sendiri yang menetapkan langkah-langkah orang yang berkenan kepada-Nya dan apabila orang itu jatuh ia tidak akan tergeletak. Tuhan bisa membuat yang baru dari kita yang sudah gagal. Selama kita melekat kepada-Nya, maka Ia yang akan memperbarui kita.
3. Konflik dan kepahitan
Sebagai manusia kita tidak sempurna, dan setiap saat kita bisa merasa sakit hati. Jika kita berserah sepenuhnya, maka Tuhan mampu membuat kita tidak mengingat semua kepahitan dan konflik yang pernah kita alami.
Tuhan Yesus memberkati.
Lukas 9:62
Petani yang membajak sawahnya akan selalu mempunyai tujuan untuk menuai, dan itu adalah sesuatu yang di depan. Kita mau belajar agar kita tidak menoleh ke belakang seperti istri Lot. Ada tiga hal yang tidak boleh kita lihat lagi:
1. Dosa yang sudah diampuni
Dalam Yesaya 43:25 dituliskan bahwa Tuhan sendiri yang menghapus dosa kita dan Ia tidak lagi mengingatnya, lalu kenapa kita sendiri mengingatnya. Tuhan sudah menebus dosa-dosa kita, Dia menjadi dosa gantikan kita untuk menghapus pelanggaran kita.
2. Kegagalan kita
Tuhan sendiri yang menetapkan langkah-langkah orang yang berkenan kepada-Nya dan apabila orang itu jatuh ia tidak akan tergeletak. Tuhan bisa membuat yang baru dari kita yang sudah gagal. Selama kita melekat kepada-Nya, maka Ia yang akan memperbarui kita.
3. Konflik dan kepahitan
Sebagai manusia kita tidak sempurna, dan setiap saat kita bisa merasa sakit hati. Jika kita berserah sepenuhnya, maka Tuhan mampu membuat kita tidak mengingat semua kepahitan dan konflik yang pernah kita alami.
Tuhan Yesus memberkati.
Sunday, September 18, 2011
Mata Tuhan Sedang Menjelajah Seluruh Bumi
Pdt Agus Gunawan
Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. Dalam hal ini engkau telah berlaku bodoh, oleh sebab itu mulai sekarang ini engkau akan mengalami peperangan.
(2 Tawarikh 16:9)
Dalam ayat di atas dituliskan bahwa “. . . mata Tuhan sedang menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hari terhadap Dia”. Mata Tuhan menjelajah karena banyak dari orang yang tidak bersungguh hati lagi terhadap Dia. Hati yang bersungguh pada Tuhan adalah hati yang loyal dan penuh komitment kepada Tuhan. Contoh yang dapat kita ambil dari Alkitab adalah Ruth.
Pada jaman para hakim di Israel ada kelaparan dan Elimelekh beserta istri dan kedua putranya pergi meninggalkan Betlehem. Sampai di Moab kedua anaknya menikah dengan gadis Moab. Akan tetapi Elimelekh dan kedua putranya kemudian meninggal. Naomi memutuskan untuk kembali ke Israel dan meminta kedua menantunya, Orpa dan Ruth, untuk meninggalkannya. Akan tetapi Ruth tetap loyal dan setia mengikut Naomi karena Ruth sudah percaya kepada Tuhan Naomi. Ada lima hal yang dapat menguji kesetiaan yaitu uang, keberadaan (supply), krisis iman, kritik dan waktu. Ruth mengalami semua ini. Ia tahu bahwa Naomi tidak memilik uang. Ia tahu bahwa Naomi tidak memilik anak yang dapat menikah dengannya. Ia tetap percaya kepada Tuhan Naomi. Ia siap menghadapi kritik dari orang-orang Israel. Ia tidak takut menunggu waktu Tuhan.
Apa yang bisa kita contoh dari Ruth adalah bahwa ketika kita bersungguh hati, Tuhan akan menunjukkan kedahsyatan-Nya. Ia akan mengirimkan malaikat-malaikat-Nya untuk menjaga dan melindungi kita. Selain itu kita juga tetap percaya akan janji Tuhan. Kita makan firman, baca firman, merenungkan firman dan bernafas firman.
Mari kita ganti cara pandang kita dan biarlah kita seperti Ruth untuk bersungguh hati kepada Tuhan dan mengikuti Dia selamanya.
Amin.
Tuhan Yesus memberkati.
Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. Dalam hal ini engkau telah berlaku bodoh, oleh sebab itu mulai sekarang ini engkau akan mengalami peperangan.
(2 Tawarikh 16:9)
Dalam ayat di atas dituliskan bahwa “. . . mata Tuhan sedang menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hari terhadap Dia”. Mata Tuhan menjelajah karena banyak dari orang yang tidak bersungguh hati lagi terhadap Dia. Hati yang bersungguh pada Tuhan adalah hati yang loyal dan penuh komitment kepada Tuhan. Contoh yang dapat kita ambil dari Alkitab adalah Ruth.
Pada jaman para hakim di Israel ada kelaparan dan Elimelekh beserta istri dan kedua putranya pergi meninggalkan Betlehem. Sampai di Moab kedua anaknya menikah dengan gadis Moab. Akan tetapi Elimelekh dan kedua putranya kemudian meninggal. Naomi memutuskan untuk kembali ke Israel dan meminta kedua menantunya, Orpa dan Ruth, untuk meninggalkannya. Akan tetapi Ruth tetap loyal dan setia mengikut Naomi karena Ruth sudah percaya kepada Tuhan Naomi. Ada lima hal yang dapat menguji kesetiaan yaitu uang, keberadaan (supply), krisis iman, kritik dan waktu. Ruth mengalami semua ini. Ia tahu bahwa Naomi tidak memilik uang. Ia tahu bahwa Naomi tidak memilik anak yang dapat menikah dengannya. Ia tetap percaya kepada Tuhan Naomi. Ia siap menghadapi kritik dari orang-orang Israel. Ia tidak takut menunggu waktu Tuhan.
Apa yang bisa kita contoh dari Ruth adalah bahwa ketika kita bersungguh hati, Tuhan akan menunjukkan kedahsyatan-Nya. Ia akan mengirimkan malaikat-malaikat-Nya untuk menjaga dan melindungi kita. Selain itu kita juga tetap percaya akan janji Tuhan. Kita makan firman, baca firman, merenungkan firman dan bernafas firman.
Mari kita ganti cara pandang kita dan biarlah kita seperti Ruth untuk bersungguh hati kepada Tuhan dan mengikuti Dia selamanya.
Amin.
Tuhan Yesus memberkati.
Monday, September 12, 2011
Karena Itu Sangatlah Penting Agar Kita Selalu Menguatkan Iman Dan Rohani Kita
Pdt Agus Gunawan
Ibrani 4:12
Peperangan yang kita lakukan bukanlah melawan darah dan daging, melainkan melawan setan. Karena itu sangatlah penting agar kita selalu menguatkan iman dan rohani kita dengan suka membaca, merenungkan, menghafal, mengucapkan, mendoakan, percaya dan beriman kepada firman Tuhan. Setan adalah lawan kita karena ia adalah pendakwa kita yang mendakwa kita dihadapan Tuhan 24 jam tujuh hari secara terus-menerus.
Sering kali kita terpengaruh di dalam hati dan pikiran kita, kemudian mulai menjadi ragu karena iblis yang membisikkan hal-hal yang negatif kepada kita. Akan tetapi jika kita penuh dengan firman Tuhan dan mencintai Dia dengan sepenuh hati maka kita akan tahu dan sadar bahwa kita adalah lebih dari pada pemenang dan jalan kita akan terus naik. Kita perlu tahu dan bersukur bahwa Yesus dan Roh Kudus selalu membela kita di hadapan Tuhan terhadap dakwaan dari iblis.
Ketika kita mulai ada keraguan dalam hati dan pikiran maka itu menandakan bahwa kita mulai kendor dan kurang membaca serta melakukan firman. Tuhan adalah Bapa kita yang baik yang akan selalu memberikan yang terbaik kepada kita sesuai dengan waktu-Nya. Amin.
Tuhan Yesus memberkati.
Ibrani 4:12
Peperangan yang kita lakukan bukanlah melawan darah dan daging, melainkan melawan setan. Karena itu sangatlah penting agar kita selalu menguatkan iman dan rohani kita dengan suka membaca, merenungkan, menghafal, mengucapkan, mendoakan, percaya dan beriman kepada firman Tuhan. Setan adalah lawan kita karena ia adalah pendakwa kita yang mendakwa kita dihadapan Tuhan 24 jam tujuh hari secara terus-menerus.
Sering kali kita terpengaruh di dalam hati dan pikiran kita, kemudian mulai menjadi ragu karena iblis yang membisikkan hal-hal yang negatif kepada kita. Akan tetapi jika kita penuh dengan firman Tuhan dan mencintai Dia dengan sepenuh hati maka kita akan tahu dan sadar bahwa kita adalah lebih dari pada pemenang dan jalan kita akan terus naik. Kita perlu tahu dan bersukur bahwa Yesus dan Roh Kudus selalu membela kita di hadapan Tuhan terhadap dakwaan dari iblis.
Ketika kita mulai ada keraguan dalam hati dan pikiran maka itu menandakan bahwa kita mulai kendor dan kurang membaca serta melakukan firman. Tuhan adalah Bapa kita yang baik yang akan selalu memberikan yang terbaik kepada kita sesuai dengan waktu-Nya. Amin.
Tuhan Yesus memberkati.
Sunday, September 4, 2011
Menyala-nyala Dalam Tuhan
Pdt. Agus Gunawan
Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
(Matius 3:11)
Melalui ayat bacaan di atas kita belajar bahwa Tuhan sudah memberikan dan membabtis kita dengan Roh Kudus dan karena itu kita harus bisa untuk menyala-nyala dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita harus selalu menyala-nyala dalam melayani Tuhan dan jangan biarkan api Roh Kudus yang ada dalam kita menjadi lemah dan padam. Ketika kita dibaptis dengan Roh Kudus kita akan menjadi menyala-nyala dan bersemangat.
Dalam 2 Raja-raja 13 diceritakan Elisa yang sudah hampir meninggal masih menyala-nyala dalam membantu raja Yoas. Dia memerintahkan raja Yoas untuk memukulkan anak panah yang ia lepaskan ke tanah, tetapi raja Yoas hanya memukulkan tiga kali. Tidak ada yang salah dengan apa yang dilakukan oleh raja Yoas, akan tetapi yang ia lakukan juga menunjukkan bahwa ia tidak menyala-nyala. Jika ia menyala-nyala maka ia akan memukulkan anak panah itu lebih dari tiga kali dan dengan demikian akan mengalahkan bangsa Aram sampai habis.
Kemudian kita bisa juga melihat melalui kehidupan Esau yang menjual hak kesulungannya dengan semangkuk kacang merah. Esau tidak menyala-nyala dalam memandang hak kesulungannya, sedangkan Yakub sangat menyala-nyala. Tidak seperti Esau yang lebih memilih tinggal di padang, Yakub lebih suka tinggal di rumah dan dengan demikian menghabiskan hari-harinya dengan Abraham. Melalui Abraham, kakeknya, Yakub belajar tentang kasih Tuhan dan segala berkat serta keajaiban yang telah dan akan terus diberikan-Nya.
Marilah kita kembalikan roh mula-mula, yaitu roh yang menyala-nyala dalam Tuhan. Mari kita juga menyala-nyala dengan janji-janji Tuhan, karena janji-janji Tuhan adalah ya dan amin.
Tuhan Yesus memberkati.
Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
(Matius 3:11)
Melalui ayat bacaan di atas kita belajar bahwa Tuhan sudah memberikan dan membabtis kita dengan Roh Kudus dan karena itu kita harus bisa untuk menyala-nyala dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita harus selalu menyala-nyala dalam melayani Tuhan dan jangan biarkan api Roh Kudus yang ada dalam kita menjadi lemah dan padam. Ketika kita dibaptis dengan Roh Kudus kita akan menjadi menyala-nyala dan bersemangat.
Dalam 2 Raja-raja 13 diceritakan Elisa yang sudah hampir meninggal masih menyala-nyala dalam membantu raja Yoas. Dia memerintahkan raja Yoas untuk memukulkan anak panah yang ia lepaskan ke tanah, tetapi raja Yoas hanya memukulkan tiga kali. Tidak ada yang salah dengan apa yang dilakukan oleh raja Yoas, akan tetapi yang ia lakukan juga menunjukkan bahwa ia tidak menyala-nyala. Jika ia menyala-nyala maka ia akan memukulkan anak panah itu lebih dari tiga kali dan dengan demikian akan mengalahkan bangsa Aram sampai habis.
Kemudian kita bisa juga melihat melalui kehidupan Esau yang menjual hak kesulungannya dengan semangkuk kacang merah. Esau tidak menyala-nyala dalam memandang hak kesulungannya, sedangkan Yakub sangat menyala-nyala. Tidak seperti Esau yang lebih memilih tinggal di padang, Yakub lebih suka tinggal di rumah dan dengan demikian menghabiskan hari-harinya dengan Abraham. Melalui Abraham, kakeknya, Yakub belajar tentang kasih Tuhan dan segala berkat serta keajaiban yang telah dan akan terus diberikan-Nya.
Marilah kita kembalikan roh mula-mula, yaitu roh yang menyala-nyala dalam Tuhan. Mari kita juga menyala-nyala dengan janji-janji Tuhan, karena janji-janji Tuhan adalah ya dan amin.
Tuhan Yesus memberkati.
Saturday, July 2, 2011
Menjadi Satu Keluarga Dalam Tuhan
Pdt Agus Gunawan
Kejadian 24 & Yohanes 2
Melalui ayat bacaan di atas, kita boleh mengerti bahwa sebagai gereja kita memiliki cita-cita untuk menjadi satu keluarga dalam Tuhan. Kejadian 24 juga menceritakan satu-satunya perkawinan monogami di Perjanjian Lama, yaitu antara Ishak dan Ribka. Pada saat itu Abraham sudah lanjut usia tetapi ia sadar bahwa ia masih memiliki tanggung jawab untuk mencarikan pasangan bagi Ishak. Mencari pasangan adalah tanggung jawab dari orang tua termasuk gereja dan Tuhan.
Ishak adalah anak Abraham yang adalah orang terkaya pada jaman itu, akan tetapi ia tidak menggunakan kekayaan bapanya untuk keuntungan pribadi dengan menjalin hubungan dengan gadis-gadis pada jaman itu. Ishak sadar betul bahwa yang bisa memilihkan pasangan bagi dia adalah bapanya sendiri.
Yang bisa kita pelajari dari kehidupan Ishak adalah yang membedakan kita anak-anak Tuhan dengan dunia. Sebagai anak Tuhan, kita menentukan terlebih dahulu orang yang kita pilih untuk kemudian kita berkomitmen dan belajar untuk mencintai orang tersebut. Berbeda dengan dunia yang mencoba untuk mengenal dahulu dan jika cocok baru berkomitmen.
Kemudian dalam Yohanes 2, dituliskan tentang mujizat pertama yang dilakukan oleh Yesus yaitu mengubah air menjadi anggur. Yesus ingin mengajarkan kepada kita bahwa kehidupan pernikahan kita haruslah seperti anggur yang semakin lama semakin manis
Kejadian 24 & Yohanes 2
Melalui ayat bacaan di atas, kita boleh mengerti bahwa sebagai gereja kita memiliki cita-cita untuk menjadi satu keluarga dalam Tuhan. Kejadian 24 juga menceritakan satu-satunya perkawinan monogami di Perjanjian Lama, yaitu antara Ishak dan Ribka. Pada saat itu Abraham sudah lanjut usia tetapi ia sadar bahwa ia masih memiliki tanggung jawab untuk mencarikan pasangan bagi Ishak. Mencari pasangan adalah tanggung jawab dari orang tua termasuk gereja dan Tuhan.
Ishak adalah anak Abraham yang adalah orang terkaya pada jaman itu, akan tetapi ia tidak menggunakan kekayaan bapanya untuk keuntungan pribadi dengan menjalin hubungan dengan gadis-gadis pada jaman itu. Ishak sadar betul bahwa yang bisa memilihkan pasangan bagi dia adalah bapanya sendiri.
Yang bisa kita pelajari dari kehidupan Ishak adalah yang membedakan kita anak-anak Tuhan dengan dunia. Sebagai anak Tuhan, kita menentukan terlebih dahulu orang yang kita pilih untuk kemudian kita berkomitmen dan belajar untuk mencintai orang tersebut. Berbeda dengan dunia yang mencoba untuk mengenal dahulu dan jika cocok baru berkomitmen.
Kemudian dalam Yohanes 2, dituliskan tentang mujizat pertama yang dilakukan oleh Yesus yaitu mengubah air menjadi anggur. Yesus ingin mengajarkan kepada kita bahwa kehidupan pernikahan kita haruslah seperti anggur yang semakin lama semakin manis
Pada Hari Itu 3000 Orang Dimenangkan Bagi Tuhan
Pdt Agus Gunawan
Pentakosta adalah hari lahirnya gereja, karena pada waktu itu Yesus berkata kepada murid-muridnya bahwa Ia akan mengirimkan teman/kuasa yang akan datang atas mereka. Ketika mereka menerima Roh Kudus, mereka diurapi dan mulai berkata-kata dengan bahasa-bahasa yang baru. Pada hari itu 3000 orang dimenangkan bagi Tuhan. Ada empat kuasa yang kita terima ketika kita dipenuhi oleh Roh Kudus:
1. Kuasa untuk mengontrol lidah
Roh Kudus turun dalam bentuk lidah api. Ini melambangkan bahwa Tuhan mau kita memiliki kuasa untuk mengendalikan lidah kita dan hanya dengan kuasa dari Roh Kudus kita akan dapat mengendalikan lidah kita.
2. Kuasa untuk bernubuat
Mari kita membiasakan diri kita untuk memperkatakan firman yang penuh kuasa dari Tuhan tentang kehidupan kita di masa depan. Dengan kuasa dari Roh Kudus kita akan bisa berbicara tentang hal-hal besar dan ajaib yang Tuhan akan lakukan dalam hidup kita.
3. Kuasa untuk bermimpi
Roh Kudus memberikan kita kuasa bukan hanya untuk bermimpi akan anugerah Tuhan, tetapi bahkan kemampuan untuk mengetahui mimpi seperti yang dialami oleh Daniel. Orang-orang sakti pada jaman itu tidak ada yang bisa mengetahui mimpi dari Nebukadnezar dan sebagai hukuman mereka dipenggal dan rumahnya dihancurkan sampai menjadi puing. Ini menggambarkan apa yang akan kita alami jika kita kehilangan kuasa untuk bermimpi. Jika kita kehilangan kemampuan untuk bermimpi akan masa depan, maka kita akan kehilangan kuasa untuk masa sekarang. Tokoh-tokoh di Alkitab yang dapat kita jadikan contoh adalah Yusuf yang tidak kehilangan mimpinya ketika dia harus menunggu selama lebih dari 20 tahun, demikian juga dengan Abraham. Contoh lain adalah Yusuf Arimatea yang mengijinkan tubuh Yesus untuk dibaringkan di makam yang dia persiapkan untuk dirinya sendiri. Yusuf Arimatea percaya bahwa Yesus akan bangkit.
4. Kuasa untuk melakukan mujizat
Dengan Roh Kudus yang ada dalam kita, maka kita akan menerima juga kuasa untuk melakukan mujizat.
Tuhan Yesus memberkati.
Pentakosta adalah hari lahirnya gereja, karena pada waktu itu Yesus berkata kepada murid-muridnya bahwa Ia akan mengirimkan teman/kuasa yang akan datang atas mereka. Ketika mereka menerima Roh Kudus, mereka diurapi dan mulai berkata-kata dengan bahasa-bahasa yang baru. Pada hari itu 3000 orang dimenangkan bagi Tuhan. Ada empat kuasa yang kita terima ketika kita dipenuhi oleh Roh Kudus:
1. Kuasa untuk mengontrol lidah
Roh Kudus turun dalam bentuk lidah api. Ini melambangkan bahwa Tuhan mau kita memiliki kuasa untuk mengendalikan lidah kita dan hanya dengan kuasa dari Roh Kudus kita akan dapat mengendalikan lidah kita.
2. Kuasa untuk bernubuat
Mari kita membiasakan diri kita untuk memperkatakan firman yang penuh kuasa dari Tuhan tentang kehidupan kita di masa depan. Dengan kuasa dari Roh Kudus kita akan bisa berbicara tentang hal-hal besar dan ajaib yang Tuhan akan lakukan dalam hidup kita.
3. Kuasa untuk bermimpi
Roh Kudus memberikan kita kuasa bukan hanya untuk bermimpi akan anugerah Tuhan, tetapi bahkan kemampuan untuk mengetahui mimpi seperti yang dialami oleh Daniel. Orang-orang sakti pada jaman itu tidak ada yang bisa mengetahui mimpi dari Nebukadnezar dan sebagai hukuman mereka dipenggal dan rumahnya dihancurkan sampai menjadi puing. Ini menggambarkan apa yang akan kita alami jika kita kehilangan kuasa untuk bermimpi. Jika kita kehilangan kemampuan untuk bermimpi akan masa depan, maka kita akan kehilangan kuasa untuk masa sekarang. Tokoh-tokoh di Alkitab yang dapat kita jadikan contoh adalah Yusuf yang tidak kehilangan mimpinya ketika dia harus menunggu selama lebih dari 20 tahun, demikian juga dengan Abraham. Contoh lain adalah Yusuf Arimatea yang mengijinkan tubuh Yesus untuk dibaringkan di makam yang dia persiapkan untuk dirinya sendiri. Yusuf Arimatea percaya bahwa Yesus akan bangkit.
4. Kuasa untuk melakukan mujizat
Dengan Roh Kudus yang ada dalam kita, maka kita akan menerima juga kuasa untuk melakukan mujizat.
Tuhan Yesus memberkati.
Sunday, May 29, 2011
Hidup Sukses di Tengah Kesukaran
Pdt Agus Gunawan
Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.
(Daniel 1:8)
Dunia yang kita tinggali saat ini sudah dipenuhi dengan orang-orang yang tidak lagi mengakui dan takut akan Tuhan. Kehidupan yang kita hadapi juga semakin sulit. Akan tetapi jika kita ingin sukses ditengah kesulitan dan kesukaran, kita harus takut akan Tuhan. Ada empat contoh yang dapat kita pelajari dari kehidupan Daniel:
1. Daniel memilih karakter di atas kenikmatan hidup
Saat ini kita hidup di dunia yang mengutamakan kenikmatan makanan, pakaian yang indah, uang dan kemewahan. Akan tetapi jika kita ingin berhasil kita harus mengutamakan karakter kita, yaitu karakter yang berpatokan kepada Tuhan. Daniel tidak meminta agar kesulitan dan masalah dipindahkan dari hadapannya. Tuhan lebih ingin merubah karakter kita daripada keadaan kita. Ada kesulitan yang Tuhan ijinkan untuk terjadi dalam hidup kita agar karakter kita menjadi lebih baik.
2. Daniel memiliki karakter iman, bukan ketakutan
Karakter ketakutan bukan dari Tuhan. Persoalan yang terlalu cepat selesai bukan persoalan yang sebenarnya. Apa yang kita pergumulkan bertahun-tahun itulah persoalan yang sesungguhnya. Dan melalui pergumulan ini Tuhan ingin agar kita memiliki karakter iman, yaitu karakter yang bergantung sepenuhnya kepada Dia.
3. Daniel memiliki karakter kasih, bukan kepahitan
Daniel tidak membenci orang-orang yang menjelekkan dia. Begitu juga dengan Yusuf yang mengasihi dan mengampuni saudara-saudara yang menjualnya. Musa juga mengasihi dan mengampuni orang-orang Israel, meskipun mereka yang menyebabkan dia harus lari dari Mesir.
4. Daniel memilih cinta kepada Tuhan, bukan hidupnya
Daniel mengetahui dengan pasti bahwa peraturan raja tidak bisa diubah dan jika ia terus berdoa kepada Tuhan ia akan jadi santapan singa. Tetapi ia tetap melakukan doanya seperti biasa. Ia lebih memilih cintanya kepada Tuhan daripada hidupnya sendiri.
Kita harus sadar bahwa Tuhan mengasihi kita dan Ia ingin kita memiliki karakter yang baik. Sebagai anaknya kita akan selalu menerima berkat-Nya. Amin.
Tuhan Yesus memberkati
Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.
(Daniel 1:8)
Dunia yang kita tinggali saat ini sudah dipenuhi dengan orang-orang yang tidak lagi mengakui dan takut akan Tuhan. Kehidupan yang kita hadapi juga semakin sulit. Akan tetapi jika kita ingin sukses ditengah kesulitan dan kesukaran, kita harus takut akan Tuhan. Ada empat contoh yang dapat kita pelajari dari kehidupan Daniel:
1. Daniel memilih karakter di atas kenikmatan hidup
Saat ini kita hidup di dunia yang mengutamakan kenikmatan makanan, pakaian yang indah, uang dan kemewahan. Akan tetapi jika kita ingin berhasil kita harus mengutamakan karakter kita, yaitu karakter yang berpatokan kepada Tuhan. Daniel tidak meminta agar kesulitan dan masalah dipindahkan dari hadapannya. Tuhan lebih ingin merubah karakter kita daripada keadaan kita. Ada kesulitan yang Tuhan ijinkan untuk terjadi dalam hidup kita agar karakter kita menjadi lebih baik.
2. Daniel memiliki karakter iman, bukan ketakutan
Karakter ketakutan bukan dari Tuhan. Persoalan yang terlalu cepat selesai bukan persoalan yang sebenarnya. Apa yang kita pergumulkan bertahun-tahun itulah persoalan yang sesungguhnya. Dan melalui pergumulan ini Tuhan ingin agar kita memiliki karakter iman, yaitu karakter yang bergantung sepenuhnya kepada Dia.
3. Daniel memiliki karakter kasih, bukan kepahitan
Daniel tidak membenci orang-orang yang menjelekkan dia. Begitu juga dengan Yusuf yang mengasihi dan mengampuni saudara-saudara yang menjualnya. Musa juga mengasihi dan mengampuni orang-orang Israel, meskipun mereka yang menyebabkan dia harus lari dari Mesir.
4. Daniel memilih cinta kepada Tuhan, bukan hidupnya
Daniel mengetahui dengan pasti bahwa peraturan raja tidak bisa diubah dan jika ia terus berdoa kepada Tuhan ia akan jadi santapan singa. Tetapi ia tetap melakukan doanya seperti biasa. Ia lebih memilih cintanya kepada Tuhan daripada hidupnya sendiri.
Kita harus sadar bahwa Tuhan mengasihi kita dan Ia ingin kita memiliki karakter yang baik. Sebagai anaknya kita akan selalu menerima berkat-Nya. Amin.
Tuhan Yesus memberkati
Iman Seorang Ibu
Pdt Agus Gunawan
Pada hari ibu ini mari kita melihat beberapa tokok wanita yang di catat Alkitab yang dapat kita jadikan panutan dalam kehidupan kita sehari-hari:
1. Yokebet (Keluaran 6:20 & Bilangan 26:59)
Dituliskan di dalam Alkitab bahwa Yokebet adalah istri dari Amran dan ibu dari Harun, Miriam dan Musa. Dia hidup dalam jaman perbudakan di Mesir. Firaun baru muncul dan takut akan jumlah bangsa Israel yang semakin banyak, ia menerapkan berbagai macam aturan dan cara untuk menekan bangsa Israel. Salah satunya adalah dengan memerintahkan semua bidan untuk membunuh bayi-bayi yang baru lahir. Yokebet tidak takut dan menyembunyikan Musa selama tiga bulan. Ia kemudian menaruh Musa di sungai dan ditemukan oleh putri Firaun yang mengambil anak. Putri Firaun kemudian meminta Yokebet untuk merawat Musa dan memberi dia uang. Musa dididik selama kurang lebih enam tahun sebelum ia tinggal di istana Firaun. Kita lihat bahwa iman Yokebet tidak saja menyelamatkan keluarganya, tetapi juga mendatangkan berkat.
Iman seorang ibu menentukan masa depan keluarganya. Selama enam tahun Yokebet mendidik, mengajar dan mendoakan Musa agar ia tahu bahwa Tuhan yang harus ia patuhi dan kasihi adalah Tuhan di atas segala tuhan. Doa Yokebet terus menyertai Musa, sehingga biarpun ia menerima pendidikan terbaik di Mesir ia tetap cinta dan takut akan Tuhan.
2. Eunike (2 Timotius 1:5)
Iman seorang ibu berpengaruh kepada anak-anaknya. Pemberian terbaik seorang ibu adalah iman yang ia miliki dan ajarkan kepada anak-anaknya. Iman Eunike membentuk dan menentukan iman Timotius.
3. Sarah
Iman seorang ibu mengandung dan melahirkan kekuatan dan kuasa yang ajaib. Karena iman Sarah melahirkan anak perjanjian, Ishak
Pada hari ibu ini mari kita melihat beberapa tokok wanita yang di catat Alkitab yang dapat kita jadikan panutan dalam kehidupan kita sehari-hari:
1. Yokebet (Keluaran 6:20 & Bilangan 26:59)
Dituliskan di dalam Alkitab bahwa Yokebet adalah istri dari Amran dan ibu dari Harun, Miriam dan Musa. Dia hidup dalam jaman perbudakan di Mesir. Firaun baru muncul dan takut akan jumlah bangsa Israel yang semakin banyak, ia menerapkan berbagai macam aturan dan cara untuk menekan bangsa Israel. Salah satunya adalah dengan memerintahkan semua bidan untuk membunuh bayi-bayi yang baru lahir. Yokebet tidak takut dan menyembunyikan Musa selama tiga bulan. Ia kemudian menaruh Musa di sungai dan ditemukan oleh putri Firaun yang mengambil anak. Putri Firaun kemudian meminta Yokebet untuk merawat Musa dan memberi dia uang. Musa dididik selama kurang lebih enam tahun sebelum ia tinggal di istana Firaun. Kita lihat bahwa iman Yokebet tidak saja menyelamatkan keluarganya, tetapi juga mendatangkan berkat.
Iman seorang ibu menentukan masa depan keluarganya. Selama enam tahun Yokebet mendidik, mengajar dan mendoakan Musa agar ia tahu bahwa Tuhan yang harus ia patuhi dan kasihi adalah Tuhan di atas segala tuhan. Doa Yokebet terus menyertai Musa, sehingga biarpun ia menerima pendidikan terbaik di Mesir ia tetap cinta dan takut akan Tuhan.
2. Eunike (2 Timotius 1:5)
Iman seorang ibu berpengaruh kepada anak-anaknya. Pemberian terbaik seorang ibu adalah iman yang ia miliki dan ajarkan kepada anak-anaknya. Iman Eunike membentuk dan menentukan iman Timotius.
3. Sarah
Iman seorang ibu mengandung dan melahirkan kekuatan dan kuasa yang ajaib. Karena iman Sarah melahirkan anak perjanjian, Ishak
Saturday, April 23, 2011
Menggagalkan Siasat Iblis
Pdt Agus Gunawan
Daniel 1:1-7
Saat ini kita sedang hidup di akhir jaman, dan iblis juga tahu akan hal ini. Kita boleh percaya bahwa kita adalah generasi yang akan melihat kedatangan Tuhan yang kedua kalinya karena tanda-tanda akhir jaman yang sudah terjadi.
Dalam ayat bacaan di atas diceritakan tentang Daniel dan ketiga temannya. Mereka diperkirakan berusia sekitar 15 tahun ketika diambil dari tanah kelahiran mereka untuk dibawa ke Babel. Babel dimana Daniel tinggal sampai meninggalnya diartikan sebagai iblis. Dalam ayat 3 dituliskan raja Nebukadnesar yang memerintahkan orang-orangnya untuk mencari keturunan raja dan bangsawan untuk dijadikan bawahannya. Kita adalah jug keturunan raja sehingga kita juga menjadi target sasaran iblis. Tetapi dengan perlindungan Tuhan iblis tidak bisa langsung menyerang kita.
Ada empat siasat yang digunakan iblis yang kita harus tahu:
1. Mengubah bahasa kita (ayat 4)
Dalam ayat 4 dituliskan bahwa raja ingin mengajarkan Daniel dan teman-temanya bahasa orang Kasdim. Iblis tidak ingin kita memakai bahasa Tuhan, ia ingin kita memakai bahasanya. Bahasa amarah, makian, gerutu dan sejenisnya. Jangan terpengaruh karena apapun yang terjadi terus ucapkan bahasa Tuhan dan bertekun dalam Dia. Mari kekang mulut kita.
2. Mengubah diet kita (ayat 5)
Dalam ayat 5 dituliskan raja juga mau Daniel dan teman-temannya untuk makan makanan raja. Tetapi Daniel dan teman-temannya menolak karena itu berarti pertama mereka melanggar hukum taurat, kedua karena makanan tersebut sudah di doakan untuk berhala dan yang ketiga karena berarti mereka mengubah budaya mereka. Jaga makanan kita yang adalah firman Tuhan. Berhati-hati dengan makanan lain yang kita makan karena itu akan menghilangkan kesukaan kita akan makanan firman. Firman adalah makanan yang membuat kita kuat dalam menghadapi segala cobaan.
3. Mengubah nama kita (ayat 6)
Dalam ayat 6 dituliskan raja mengubah nama Daniel dan ketiga temannya. Nama mereka yang memilika arti baik mau diubah untuk memiliki arti yang jelek. Dengan mengubah nama iblis ingin mengubah jati diri kita yang adalah anak-anak Tuhan.
4. Mengubah lokasi kita
Iblis sudah memindahkan Daniel dan teman-temannya dari tanah kelahiran mereka ke Babel. Iblis akan selalu ingin untuk memindahkan lokasi kita agar kita jauh dari Tuhan. Jangan terpengaruh karena kita harus tetap mengejar hadirat Tuhan.
Mari kita berkata dengan iman bahwa kita tidak akan terpengaruh dan mengubah semua di atas. Amin.
Tuhan Yesus memberkati
Daniel 1:1-7
Saat ini kita sedang hidup di akhir jaman, dan iblis juga tahu akan hal ini. Kita boleh percaya bahwa kita adalah generasi yang akan melihat kedatangan Tuhan yang kedua kalinya karena tanda-tanda akhir jaman yang sudah terjadi.
Dalam ayat bacaan di atas diceritakan tentang Daniel dan ketiga temannya. Mereka diperkirakan berusia sekitar 15 tahun ketika diambil dari tanah kelahiran mereka untuk dibawa ke Babel. Babel dimana Daniel tinggal sampai meninggalnya diartikan sebagai iblis. Dalam ayat 3 dituliskan raja Nebukadnesar yang memerintahkan orang-orangnya untuk mencari keturunan raja dan bangsawan untuk dijadikan bawahannya. Kita adalah jug keturunan raja sehingga kita juga menjadi target sasaran iblis. Tetapi dengan perlindungan Tuhan iblis tidak bisa langsung menyerang kita.
Ada empat siasat yang digunakan iblis yang kita harus tahu:
1. Mengubah bahasa kita (ayat 4)
Dalam ayat 4 dituliskan bahwa raja ingin mengajarkan Daniel dan teman-temanya bahasa orang Kasdim. Iblis tidak ingin kita memakai bahasa Tuhan, ia ingin kita memakai bahasanya. Bahasa amarah, makian, gerutu dan sejenisnya. Jangan terpengaruh karena apapun yang terjadi terus ucapkan bahasa Tuhan dan bertekun dalam Dia. Mari kekang mulut kita.
2. Mengubah diet kita (ayat 5)
Dalam ayat 5 dituliskan raja juga mau Daniel dan teman-temannya untuk makan makanan raja. Tetapi Daniel dan teman-temannya menolak karena itu berarti pertama mereka melanggar hukum taurat, kedua karena makanan tersebut sudah di doakan untuk berhala dan yang ketiga karena berarti mereka mengubah budaya mereka. Jaga makanan kita yang adalah firman Tuhan. Berhati-hati dengan makanan lain yang kita makan karena itu akan menghilangkan kesukaan kita akan makanan firman. Firman adalah makanan yang membuat kita kuat dalam menghadapi segala cobaan.
3. Mengubah nama kita (ayat 6)
Dalam ayat 6 dituliskan raja mengubah nama Daniel dan ketiga temannya. Nama mereka yang memilika arti baik mau diubah untuk memiliki arti yang jelek. Dengan mengubah nama iblis ingin mengubah jati diri kita yang adalah anak-anak Tuhan.
4. Mengubah lokasi kita
Iblis sudah memindahkan Daniel dan teman-temannya dari tanah kelahiran mereka ke Babel. Iblis akan selalu ingin untuk memindahkan lokasi kita agar kita jauh dari Tuhan. Jangan terpengaruh karena kita harus tetap mengejar hadirat Tuhan.
Mari kita berkata dengan iman bahwa kita tidak akan terpengaruh dan mengubah semua di atas. Amin.
Tuhan Yesus memberkati
Saturday, April 16, 2011
Mendengar Suara Tuhan
Pdt Agus Gunawan
Ayat bacaan Yohanes 10:3-7, 11, 14
Ayat ini menceritakan tentang domba-domba yang dipanggil dengan namanya. Domba mendengar suara gembalanya dan tidak mengenal suara orang asing. Sebagai domba dari Tuhan maka kita harus menjadi domba yang baik dan mendengar suara Tuhan yang adalah gembala kita. Keberhasilan kita di dunia ini berdasar pendengaran kita akan suara Gembala kita.
Ada tiga tanda yang dapat menunjukkan kepada kita bahwa itu adalah suara dari Gembala kita:
1. Matius 4:8-10
Apakah tandanya kita mendengar suara asing atau suara Tuhan. Suara asing akan membuat kita menyembah yang lain. Suara asing akan membuat kita menjauh dari Tuhan. Sedangkan suara Tuhan adalah suara yang membawa kita menyembah pada-Nya.
2. Yohanes 16:13
Suara Tuhan memimpin kepada kebanaran firman. Suara lain akan menentang kebenaran firman. Semua yang menentang firman bukan dari Tuhan.
3. 2 Timotius 1:7
Suara dari Tuhan membawa damai sejahtera. Kalau ketakutan timbul maka itu bukanlah suara dari Tuhan. Suara Tuhan bisa menegur atau memperingatkan kita tapi itu akan mendatangkan kedamaian. Suara Tuhan ada kesabaran, jelas dan tidak memaksa. Suara Tuhan akan memimpin, lembut dan panjang sabar. Suara Tuhan itu positif, tahan lama dan menghasilkan iman.
Tuhan memberkati.
Ayat bacaan Yohanes 10:3-7, 11, 14
Ayat ini menceritakan tentang domba-domba yang dipanggil dengan namanya. Domba mendengar suara gembalanya dan tidak mengenal suara orang asing. Sebagai domba dari Tuhan maka kita harus menjadi domba yang baik dan mendengar suara Tuhan yang adalah gembala kita. Keberhasilan kita di dunia ini berdasar pendengaran kita akan suara Gembala kita.
Ada tiga tanda yang dapat menunjukkan kepada kita bahwa itu adalah suara dari Gembala kita:
1. Matius 4:8-10
Apakah tandanya kita mendengar suara asing atau suara Tuhan. Suara asing akan membuat kita menyembah yang lain. Suara asing akan membuat kita menjauh dari Tuhan. Sedangkan suara Tuhan adalah suara yang membawa kita menyembah pada-Nya.
2. Yohanes 16:13
Suara Tuhan memimpin kepada kebanaran firman. Suara lain akan menentang kebenaran firman. Semua yang menentang firman bukan dari Tuhan.
3. 2 Timotius 1:7
Suara dari Tuhan membawa damai sejahtera. Kalau ketakutan timbul maka itu bukanlah suara dari Tuhan. Suara Tuhan bisa menegur atau memperingatkan kita tapi itu akan mendatangkan kedamaian. Suara Tuhan ada kesabaran, jelas dan tidak memaksa. Suara Tuhan akan memimpin, lembut dan panjang sabar. Suara Tuhan itu positif, tahan lama dan menghasilkan iman.
Tuhan memberkati.
Kecantikan Ribka
Pdt Agus Gunawan
Ayat bacaan Kejadian 24:15-25
Ayat bacaan di atas menceritakan tentang perjodohan antara Ishak dan Ribka. Abrahan dan Ishak melambangkan Tritunggal. Abraham adalah orang terkaya pada jaman itu dan Ishak merupakan anak perjanjian. Ishak lahir dari Abraham dan Sarah yang sudah lanjut usia dan namanya sudah ditentukan sebelum kelahirannya.
Kisah ini sama dengan Yesus yang lahir karena mujizat melalui Maria. Ketika Ishak memikul kayu sebelum dikorbankan, Yesus juga memikul kayu salib. Ishak menempuh perjalanan tiga hari, Yesus mati tiga hari. Ishak turun dari bukit dalam keadaan hidup, Yesus bangkit dari kematian. Sedang gambaran dari Roh Kudus adalah Eliezer yang mencari mempelai perempuan bagi Ishak, sama seperti Roh Kudus yang juga mencari mempelai wanita untuk Tuhan.
Ketika Abraham memerintahkan Eliezer untuk mencari mempelai wanita untuk Ishak, Abraham memerintahkan untuk mencari wanita dari antara keluarganya. Ribka memiliki kecantikan dari dalam, yaitu kecantikan hati dan karakternya.
Ada empat rahasia kecantikan Ribka:
1. Selalu melakukan lebih dari yang diperlukan (Kejadian 24:17-25)
Ayat bacaan ini menceritakan Ribka yang bukan hanya memberi minum Eliezer, tetapi juga unta-untanya. Dan Eliezer ketika itu hanya meminta minum untuk dirinya sendiri. Tuhan mau agar kita memiliki hati yang seperti Ribka yaitu hati yang mau melakukan lebih dari apa yang diminta atau dibutuhkan.
2. Hati yang bersedia dengan sikap yang baik (Kejadian 24:19)
Kekuatan dan kuasa akan mengikuti mereka yang bersedia. Pada saat Ribka berkata “I will” untuk membantu Eliezer, pada saat itulah kekuatan dari Tuhan turun atas dia sehingga Ribka kuat untuk berkali-kali berjalan turun naik sumur dan menimba air untuk memberi minum unta-unta Eliezer. Tanda dari orang yang memiliki hati yang melayani adalah dengan melakukan apa yang diminta dengan cepat dan tidak menunda-nunda.
3. Tidak pernah nyaman (Kejadian 24:11)
Ribka ketika itu keluar mengambil air pada waktu malam dan berarti ia keluar mengenakan gaun yang baik. Dan ketika ia turun naik sumur menimba air gaun akan memberikan ketidak nyamanan baginya. Tapi Ribka tetap melakukannya dengan suka cita.
4. Selalu melayani dengan motivasi yang murni dan hati yang mengasihi
Ribka tidak tahu bahwa dengan menolong Eliezer, ia akan menikah dengan anak perjanjian. Ketika kita menolong orang yang tidak kita kenal, kita mungkin menolong malaikat yang akan membukakan pintu-pintu berkat bagi kita.
Ribka dipilih karena ia memiliki karakter hamba yang melayani. Bagaimana kita melayani akan menentukan jalan kehidupan kita.
Tuhan memberkati.
Ayat bacaan Kejadian 24:15-25
Ayat bacaan di atas menceritakan tentang perjodohan antara Ishak dan Ribka. Abrahan dan Ishak melambangkan Tritunggal. Abraham adalah orang terkaya pada jaman itu dan Ishak merupakan anak perjanjian. Ishak lahir dari Abraham dan Sarah yang sudah lanjut usia dan namanya sudah ditentukan sebelum kelahirannya.
Kisah ini sama dengan Yesus yang lahir karena mujizat melalui Maria. Ketika Ishak memikul kayu sebelum dikorbankan, Yesus juga memikul kayu salib. Ishak menempuh perjalanan tiga hari, Yesus mati tiga hari. Ishak turun dari bukit dalam keadaan hidup, Yesus bangkit dari kematian. Sedang gambaran dari Roh Kudus adalah Eliezer yang mencari mempelai perempuan bagi Ishak, sama seperti Roh Kudus yang juga mencari mempelai wanita untuk Tuhan.
Ketika Abraham memerintahkan Eliezer untuk mencari mempelai wanita untuk Ishak, Abraham memerintahkan untuk mencari wanita dari antara keluarganya. Ribka memiliki kecantikan dari dalam, yaitu kecantikan hati dan karakternya.
Ada empat rahasia kecantikan Ribka:
1. Selalu melakukan lebih dari yang diperlukan (Kejadian 24:17-25)
Ayat bacaan ini menceritakan Ribka yang bukan hanya memberi minum Eliezer, tetapi juga unta-untanya. Dan Eliezer ketika itu hanya meminta minum untuk dirinya sendiri. Tuhan mau agar kita memiliki hati yang seperti Ribka yaitu hati yang mau melakukan lebih dari apa yang diminta atau dibutuhkan.
2. Hati yang bersedia dengan sikap yang baik (Kejadian 24:19)
Kekuatan dan kuasa akan mengikuti mereka yang bersedia. Pada saat Ribka berkata “I will” untuk membantu Eliezer, pada saat itulah kekuatan dari Tuhan turun atas dia sehingga Ribka kuat untuk berkali-kali berjalan turun naik sumur dan menimba air untuk memberi minum unta-unta Eliezer. Tanda dari orang yang memiliki hati yang melayani adalah dengan melakukan apa yang diminta dengan cepat dan tidak menunda-nunda.
3. Tidak pernah nyaman (Kejadian 24:11)
Ribka ketika itu keluar mengambil air pada waktu malam dan berarti ia keluar mengenakan gaun yang baik. Dan ketika ia turun naik sumur menimba air gaun akan memberikan ketidak nyamanan baginya. Tapi Ribka tetap melakukannya dengan suka cita.
4. Selalu melayani dengan motivasi yang murni dan hati yang mengasihi
Ribka tidak tahu bahwa dengan menolong Eliezer, ia akan menikah dengan anak perjanjian. Ketika kita menolong orang yang tidak kita kenal, kita mungkin menolong malaikat yang akan membukakan pintu-pintu berkat bagi kita.
Ribka dipilih karena ia memiliki karakter hamba yang melayani. Bagaimana kita melayani akan menentukan jalan kehidupan kita.
Tuhan memberkati.
Arti Paskah
Pdt Agus Gunawan
Orang dunia mengartikan Paskah dengan kelinci paskah (Easter Bunny) dan telur, akan tetapi kedua hal ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan makna Paskah yang sesungguhnya. Lalu apa makna dari Paskah yang sesungguhnya. Paskah adalah suka cita bagi orang yang percaya bahwa Tuhan sudah mengorbankan Anak-Nya untuk menebus dosa kita.
Ada tiga hal yang dapat kita pelajari sebagai arti dari Paskah:
1. Paskah adalah pengorbanan
Tuhan adalah Tuhan yang adil, akan tetapi Ia adalah juga Tuhan yang menuntut pengorbanan. Ini dapat kita baca dari pengalaman tokoh-tokoh di perjanjian lama seperti Adam, Nuh dan Abraham. Dan pada masa perjanjian baru, Tuhan yang Maha Kuasa mengorbankan Anak-Nya yang terkasih untuk menebus dosa kita. Dia sudah membuang dosa kita sejauh timur dari barat. Tuhan bisa saja memberikan kontribusi misalnya dengan memerintahkan salah satu malaikat untuk mati bagi manusia. Tetapi ini tidak dilakukan, karena Tuhan mau berkorban (mati) untuk kita. Dan karena kematian dan kemudian kebangkitan-Nya, kita yang sakit disembuhkan, yang lemah dikuatkan dan yang miskin diperkaya.
2. Sudah lunas dibayar (It is finish)
Dengan kematian-Nya di kayu salib dan kemudian bangkit pada hari yang ketiga, menandakan bahwa semua dosa kita sudah lunas dibayar.
3. Kuasa kebangkitan (Roma 10:9-10)
Ketika Yesus mati di kayu salib, terjadi kegelapan yang menyelimuti seluruh muka bumi. Akan tetapi kebangkitan-Nya pada hari yang ketiga memberikan cahaya yang menerangi dunia. Yesus sudah menang, maka kita juga akan menang bersama Dia. Ia adalah Tuhan yang sanggup membuat jalan keluar bagi semua kesulitan kita. Dan kalau Tuhan ada dipihak kita, siapakah yang dapat melawan kita.
Tuhan memberkati.
Orang dunia mengartikan Paskah dengan kelinci paskah (Easter Bunny) dan telur, akan tetapi kedua hal ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan makna Paskah yang sesungguhnya. Lalu apa makna dari Paskah yang sesungguhnya. Paskah adalah suka cita bagi orang yang percaya bahwa Tuhan sudah mengorbankan Anak-Nya untuk menebus dosa kita.
Ada tiga hal yang dapat kita pelajari sebagai arti dari Paskah:
1. Paskah adalah pengorbanan
Tuhan adalah Tuhan yang adil, akan tetapi Ia adalah juga Tuhan yang menuntut pengorbanan. Ini dapat kita baca dari pengalaman tokoh-tokoh di perjanjian lama seperti Adam, Nuh dan Abraham. Dan pada masa perjanjian baru, Tuhan yang Maha Kuasa mengorbankan Anak-Nya yang terkasih untuk menebus dosa kita. Dia sudah membuang dosa kita sejauh timur dari barat. Tuhan bisa saja memberikan kontribusi misalnya dengan memerintahkan salah satu malaikat untuk mati bagi manusia. Tetapi ini tidak dilakukan, karena Tuhan mau berkorban (mati) untuk kita. Dan karena kematian dan kemudian kebangkitan-Nya, kita yang sakit disembuhkan, yang lemah dikuatkan dan yang miskin diperkaya.
2. Sudah lunas dibayar (It is finish)
Dengan kematian-Nya di kayu salib dan kemudian bangkit pada hari yang ketiga, menandakan bahwa semua dosa kita sudah lunas dibayar.
3. Kuasa kebangkitan (Roma 10:9-10)
Ketika Yesus mati di kayu salib, terjadi kegelapan yang menyelimuti seluruh muka bumi. Akan tetapi kebangkitan-Nya pada hari yang ketiga memberikan cahaya yang menerangi dunia. Yesus sudah menang, maka kita juga akan menang bersama Dia. Ia adalah Tuhan yang sanggup membuat jalan keluar bagi semua kesulitan kita. Dan kalau Tuhan ada dipihak kita, siapakah yang dapat melawan kita.
Tuhan memberkati.
Hidup Berkemenangan
Pdt Agus Gunawan
Ada tiga hal yang dapat kita lakukan untuk memiliki hidup yang berkemenangan:
1. Harus memiliki pikiran Kristus (1 Korintus 2:16)
Bagaimana dan apa yang dipikirkan oleh seseorang, maka yang terjadi dan dialami oleh orang tersebut akan seperti yang dipikirkannya. Dengan kata lain, kita akan seperti apa yang kita pikirkan. Karena itu marilah kita menaruh pikiran kita ke dalam pikiran Kristus. Kita memiliki kecenderungan untuk berpikir yang negatif atau yang tidak sesuai dengan pikiran Kristus. Kita harus menaklukkan pikiran-pikiran tersebut di dalam Kristus. Selalu pikirkan rencana dan berkat-berkat yang dari Tuhan. Pikirkan dalam keadaan kita yang mungkin tidak baik bahwa rencana Tuhan untuk kita adalah yang terbaik. Mari kita mengambil keputusan untuk mau memiliki pikiran Kristus yaitu pikiran yang ditanamkan dalam Kristus.
2. Tuliskan dan bayangkan sesuai dengan firman (Habakuk 2:2-3)
Marilah kita tuliskan dan bayangkan pikiran-pikiran kita dalam Kristus. Mari kita tujukan mata kita pada-Nya. Ketika Yakub meminta domba dan kambing dari pamannya, dia menempatkan batang-batang kayu berbelang-belang dan bintik-bintik di depan tempat minum kambing dan domba pamannya. Ketika kambing dan domba melihat batang-batang kayu itu lalu minum dan kemudian berkelamin, mereka mimiliki anak-anak kambing dan domba yang berbelang-belang dan berbintik-bintik. Batang kayu itu melambangkan salib Yesus. Karena itu marilah kita tuliskan dan bayangkan pikiran-pikiran kita dalam Yesus.
3. Menantikan dengan iman
Mari nantikan penglihatan kita dengan iman dalam Tuhan. Pikiran dan penglihatan kita yang dalam Kristus ketika mati (mungkin doa kita belum juga dikabulkan Tuhan dan saat ini seolah-olah sudah mati) bukanlah dikubur tetapi di tanam agar bertumbuh. Ketika pikiran dan penglihatan kita seolah-olah sudah mati, tetaplah percaya bahwa kita sedang ditanam dan dalam Kristus kita akan bertumbuh.
Tuhan memberkati.
Ada tiga hal yang dapat kita lakukan untuk memiliki hidup yang berkemenangan:
1. Harus memiliki pikiran Kristus (1 Korintus 2:16)
Bagaimana dan apa yang dipikirkan oleh seseorang, maka yang terjadi dan dialami oleh orang tersebut akan seperti yang dipikirkannya. Dengan kata lain, kita akan seperti apa yang kita pikirkan. Karena itu marilah kita menaruh pikiran kita ke dalam pikiran Kristus. Kita memiliki kecenderungan untuk berpikir yang negatif atau yang tidak sesuai dengan pikiran Kristus. Kita harus menaklukkan pikiran-pikiran tersebut di dalam Kristus. Selalu pikirkan rencana dan berkat-berkat yang dari Tuhan. Pikirkan dalam keadaan kita yang mungkin tidak baik bahwa rencana Tuhan untuk kita adalah yang terbaik. Mari kita mengambil keputusan untuk mau memiliki pikiran Kristus yaitu pikiran yang ditanamkan dalam Kristus.
2. Tuliskan dan bayangkan sesuai dengan firman (Habakuk 2:2-3)
Marilah kita tuliskan dan bayangkan pikiran-pikiran kita dalam Kristus. Mari kita tujukan mata kita pada-Nya. Ketika Yakub meminta domba dan kambing dari pamannya, dia menempatkan batang-batang kayu berbelang-belang dan bintik-bintik di depan tempat minum kambing dan domba pamannya. Ketika kambing dan domba melihat batang-batang kayu itu lalu minum dan kemudian berkelamin, mereka mimiliki anak-anak kambing dan domba yang berbelang-belang dan berbintik-bintik. Batang kayu itu melambangkan salib Yesus. Karena itu marilah kita tuliskan dan bayangkan pikiran-pikiran kita dalam Yesus.
3. Menantikan dengan iman
Mari nantikan penglihatan kita dengan iman dalam Tuhan. Pikiran dan penglihatan kita yang dalam Kristus ketika mati (mungkin doa kita belum juga dikabulkan Tuhan dan saat ini seolah-olah sudah mati) bukanlah dikubur tetapi di tanam agar bertumbuh. Ketika pikiran dan penglihatan kita seolah-olah sudah mati, tetaplah percaya bahwa kita sedang ditanam dan dalam Kristus kita akan bertumbuh.
Tuhan memberkati.
Penyertaan dan Perlindungan Tuhan
Pdt Agus Gunawan
Keluaran 9:25-26 “(25) Hujan es itu menimpa binasa segala sesuatu yang ad adi padang di seluruh tanah Mesir, dari Manusia sampai binatang, juga segala tumbuh-tumbuhan dipada ditimpa binasa oleh hujan itu dan segala phon dipadang ditumbangkannya (26) Hanya di tanah Gosyen tempat kediaman orang Israel, tidak ada turun hujan es.
Pasal ini menggambarkan bagaimana penyertaan dan perlindungan Tuhan yang nyata dalam hidup bangsa Israel. Musa pada saat itu meminta kepada Firaun untuk melepaskan bangsa Israel, tetapi Firaun bersikeras dan bertahan. Sehingga bangsa Mesir harus mengalami berbagai musibah yang luar biasa. Tetapi yang harus kita perhatikan adalah saat bangsa Mesir mengalami berbagai musibah yang besar dan menyakitkan, seluruh bangsa Israel yang tinggal di Gosyen tidak terkena musibah itu. Katak yang menyerang bangsa Mesir, tidak menyentuh tanah Gosyen. Nyamuk, hujan es dan musibah yang lain tidak menyentuh bangsa Israel. Sungguh luar biasa Tuhan kita.
Mungkin saat ini krisis dan resesi melanda dunia ini. Saya rindu dan berdoa biar penyertaan dan perlindungan Tuhan nyata dalam setiap hidup saudara. Pekerjaan baru akan Tuhan berikan, kesempatan baru akan Tuhan berikan.
Biarlah senantiasa kita menaruh pengharapan kita pada Tuhan, dan Tuhan pasti menolong dan memberikan jalan keluar bagi kita yang percaya padaNya. Amin
Keluaran 9:25-26 “(25) Hujan es itu menimpa binasa segala sesuatu yang ad adi padang di seluruh tanah Mesir, dari Manusia sampai binatang, juga segala tumbuh-tumbuhan dipada ditimpa binasa oleh hujan itu dan segala phon dipadang ditumbangkannya (26) Hanya di tanah Gosyen tempat kediaman orang Israel, tidak ada turun hujan es.
Pasal ini menggambarkan bagaimana penyertaan dan perlindungan Tuhan yang nyata dalam hidup bangsa Israel. Musa pada saat itu meminta kepada Firaun untuk melepaskan bangsa Israel, tetapi Firaun bersikeras dan bertahan. Sehingga bangsa Mesir harus mengalami berbagai musibah yang luar biasa. Tetapi yang harus kita perhatikan adalah saat bangsa Mesir mengalami berbagai musibah yang besar dan menyakitkan, seluruh bangsa Israel yang tinggal di Gosyen tidak terkena musibah itu. Katak yang menyerang bangsa Mesir, tidak menyentuh tanah Gosyen. Nyamuk, hujan es dan musibah yang lain tidak menyentuh bangsa Israel. Sungguh luar biasa Tuhan kita.
Mungkin saat ini krisis dan resesi melanda dunia ini. Saya rindu dan berdoa biar penyertaan dan perlindungan Tuhan nyata dalam setiap hidup saudara. Pekerjaan baru akan Tuhan berikan, kesempatan baru akan Tuhan berikan.
Biarlah senantiasa kita menaruh pengharapan kita pada Tuhan, dan Tuhan pasti menolong dan memberikan jalan keluar bagi kita yang percaya padaNya. Amin
Kerajaan Allah
Pdt Agus Gunawan
Setelah kematian Yesus di kayu salib, murid-murid-Nya mulai tercerai-berai. Tapi setelah kebangkitan-Nya di hari ketiga, Yesus berulang-ulang menampakkan dirinya selama 40 hari sebelum Ia naik ke surge. Dan pada saat inilah Yesus kembali mengajarkan tentang kerajaan Allah kepada setiap murid yang ditemui-Nya.
Ada dua hal penting tentang kerajaan Allah yang diajarkan Yesus pada waktu itu:
1. Yesus adalah satu-satunya jalan
Yesus menjelaskan kepada murid-murid-Nya bahwa satu-satunya jalan untuk mencapai surga adalah melalui Dia dan tidak ada yang lain. Iblis akan mencobai dan menggoda kita untuk mendapatkan keinginan kita yang baik tetapi dengan cara yang salah. Seperti ketika Hawa yang ingin menjadi seperti Tuhan dan ini adalah baik, akan tetapi cara yang diambil adalah salah karena Hawa kemudian memakan buang pengetahuan jahat dan baik. Tuhan juga tidak suka jika kita mendengar suara daging kita lebih dari suara-Nya. Darah yang tercurah dari tubuh Yesus ketika Ia disiksa dan mati di kayu salib sudah menjadi pelindung kita. Ketika manusia jatuh dalam dosa, pedang api ditempatkan untuk menghalangi manusia mendekati pohon kehidupan (masuk kembali ke kerajaan Allah). Tetapi darah Yesus menjadi pelindung kita ketika untuk kita kembali masuk ke kerajaan Allah. Karena kematian Yesus, kita kembali memiliki akses untuk masuk ke kerajaan Allah.
2. Ada kuasa dalam darah
Banyak yang tidak mengerti, termasuk murid-murid Yesus, mengapa Ia harus mati. Setelah kebangkitan-Nya, Yesus mulai menjelaskan bahwa ketika manusia terjatuh dalam dosa ada darah yang tercurah untuk menggantikan manusia yang seharusnya mati. Jadi darah yang tercurah dari domba yang disembelih telah menggantikan dosa manusia. Ini yang Yesus jelaskan, bahwa Yesus yang hidup menjadi mati supaya kita yang mati menjadi hidup. Kemudian darah juga bisa berbicara. Di Kejadian 4:10 di ceritakan darah Habel yang berteriak-teriak kepada Tuhan. Karena itu ada kuasa dalam darah Yesus.
Tuhan memberkati.
Setelah kematian Yesus di kayu salib, murid-murid-Nya mulai tercerai-berai. Tapi setelah kebangkitan-Nya di hari ketiga, Yesus berulang-ulang menampakkan dirinya selama 40 hari sebelum Ia naik ke surge. Dan pada saat inilah Yesus kembali mengajarkan tentang kerajaan Allah kepada setiap murid yang ditemui-Nya.
Ada dua hal penting tentang kerajaan Allah yang diajarkan Yesus pada waktu itu:
1. Yesus adalah satu-satunya jalan
Yesus menjelaskan kepada murid-murid-Nya bahwa satu-satunya jalan untuk mencapai surga adalah melalui Dia dan tidak ada yang lain. Iblis akan mencobai dan menggoda kita untuk mendapatkan keinginan kita yang baik tetapi dengan cara yang salah. Seperti ketika Hawa yang ingin menjadi seperti Tuhan dan ini adalah baik, akan tetapi cara yang diambil adalah salah karena Hawa kemudian memakan buang pengetahuan jahat dan baik. Tuhan juga tidak suka jika kita mendengar suara daging kita lebih dari suara-Nya. Darah yang tercurah dari tubuh Yesus ketika Ia disiksa dan mati di kayu salib sudah menjadi pelindung kita. Ketika manusia jatuh dalam dosa, pedang api ditempatkan untuk menghalangi manusia mendekati pohon kehidupan (masuk kembali ke kerajaan Allah). Tetapi darah Yesus menjadi pelindung kita ketika untuk kita kembali masuk ke kerajaan Allah. Karena kematian Yesus, kita kembali memiliki akses untuk masuk ke kerajaan Allah.
2. Ada kuasa dalam darah
Banyak yang tidak mengerti, termasuk murid-murid Yesus, mengapa Ia harus mati. Setelah kebangkitan-Nya, Yesus mulai menjelaskan bahwa ketika manusia terjatuh dalam dosa ada darah yang tercurah untuk menggantikan manusia yang seharusnya mati. Jadi darah yang tercurah dari domba yang disembelih telah menggantikan dosa manusia. Ini yang Yesus jelaskan, bahwa Yesus yang hidup menjadi mati supaya kita yang mati menjadi hidup. Kemudian darah juga bisa berbicara. Di Kejadian 4:10 di ceritakan darah Habel yang berteriak-teriak kepada Tuhan. Karena itu ada kuasa dalam darah Yesus.
Tuhan memberkati.
Kuasa Memaafkan
Pdt Agus Gunawan
Yesus sangat berbeda dengan tokoh-tokoh agama lain.
Sama seperti mereka, Yesus memberikan peringatan kepada kita untuk tidak melakukan dosa. Dan ketika kita melakukan dosa tersebut Yesus tidak mencerca kita yang tidak mengikut anjuran-Nya, seperti tokoh agama lain, tetapi Yesus bahkan menebus dan mengampuni dosa kita. Kemudian Ia mengajar kita untuk tidak mengulangi kesalahan kita.
Ada tiga hal yang dapat kita pelajari tentang kuasa memaafkan:
1. Memaafkan menghasilkan keselamatan
Meskipun sudah tergantung selama berjam-jam dan menderita di atas kayu salib karena luka-luka yang dialaminya, Yesus tidak mengeluarkan kata-kata kutuk atau sumpah serapah. Yesus bahkan memberikan pengampunan kepada mereka yang sudah menyalibkan dia, termasuk kita. Kuasa pengampunan Yesus menghasilkan keselamatan bagi kita.
2. Memaafkan membuat kita berkenan di mata Tuhan
Daud semasa mudanya tidak mendapat kasih dari orang tua dan saudara-saudaranya. Akan tetapi ia mau memaafkan mereka dan hasilnya ia mendapat posisi di pemerintahan Saul. Daud bahkan menjadi menantu dari Saul. Kemudian ketika Daud dikejar-kerja oleh Saul untuk dibunuh, ia tidak membalas ketika ada kesempatan melainkan ia memaafkan Saul. Karena Daud mau memaafkan Saul, Daud kemudian menjadi raja atas bangsa Israel.
3. Memaafkan mendatangkan mujizat (Lukas 17:4)
Untuk memaafkan orang lain dan diri sendiri kita tidak membutuhkan iman. Karena ketika kita melepaskan pengampunan, maka kuasa iman akan turun atas kita.
Marilah kita belajar untuk memaafkan orang lain dan diri kita sendiri, dan kita akan melihat kuasa memaafkan nyata dalam hidup kita.
Tuhan memberkati.
Yesus sangat berbeda dengan tokoh-tokoh agama lain.
Sama seperti mereka, Yesus memberikan peringatan kepada kita untuk tidak melakukan dosa. Dan ketika kita melakukan dosa tersebut Yesus tidak mencerca kita yang tidak mengikut anjuran-Nya, seperti tokoh agama lain, tetapi Yesus bahkan menebus dan mengampuni dosa kita. Kemudian Ia mengajar kita untuk tidak mengulangi kesalahan kita.
Ada tiga hal yang dapat kita pelajari tentang kuasa memaafkan:
1. Memaafkan menghasilkan keselamatan
Meskipun sudah tergantung selama berjam-jam dan menderita di atas kayu salib karena luka-luka yang dialaminya, Yesus tidak mengeluarkan kata-kata kutuk atau sumpah serapah. Yesus bahkan memberikan pengampunan kepada mereka yang sudah menyalibkan dia, termasuk kita. Kuasa pengampunan Yesus menghasilkan keselamatan bagi kita.
2. Memaafkan membuat kita berkenan di mata Tuhan
Daud semasa mudanya tidak mendapat kasih dari orang tua dan saudara-saudaranya. Akan tetapi ia mau memaafkan mereka dan hasilnya ia mendapat posisi di pemerintahan Saul. Daud bahkan menjadi menantu dari Saul. Kemudian ketika Daud dikejar-kerja oleh Saul untuk dibunuh, ia tidak membalas ketika ada kesempatan melainkan ia memaafkan Saul. Karena Daud mau memaafkan Saul, Daud kemudian menjadi raja atas bangsa Israel.
3. Memaafkan mendatangkan mujizat (Lukas 17:4)
Untuk memaafkan orang lain dan diri sendiri kita tidak membutuhkan iman. Karena ketika kita melepaskan pengampunan, maka kuasa iman akan turun atas kita.
Marilah kita belajar untuk memaafkan orang lain dan diri kita sendiri, dan kita akan melihat kuasa memaafkan nyata dalam hidup kita.
Tuhan memberkati.
Mengalahkan Dunia
Pdt. Agus Gunawan
Ayat bacaan 1 Yohanes 5:4-5
Semua yang lahir dari Allah sanggup untuk mengalahkan dunia. Dan siapa yang lahir dari Allah, selain mereka yang mengaku bahwa Yesus adalah Anak Allah yang hidup dan yang sudah mati dan bangkit untuk menebus dosa kita. Alkitab tidak mengajarkan orang yang lahir dari dunia untuk mengalahkan dunia. Kehidupan dunia semakin hari semakin sulit dan penuh dengan bencana. Tetapi Tuhan berjanji bahwa jika kita percaya, maka kita akan menjadi orang-orang yang diberkati dan menang menaklukkan dunia ini bahkan menjadi lebih dari pemenang. Ada tiga kunci yang dapat memampukan kita untuk mengalahkan dunia:
1. Lahir dari Allah
Begitu kita menerima Yesus maka kita lahir dari benih yang dari Allah yang tidak tercemar oleh apapun. Dan karena benih kita dari Allah maka kita akan bertumbuh menjadi seperti Allah karena Roh Kudus ada dan tinggal dalam kita.
2. Mengambil Langkah Iman
Tuhan menuntut kita untuk memiliki iman untuk melakukan langkah pertama dan bukan iman yang besar seperti iman untuk membangkita orang mati atau memindahkan gunung. Iman tanpa perbuatan adalah iman yang mati dan kosong. Iman yang kita miliki tidak sempurna, akan tetapi melalui perbuatan langkah pertama akan membuat iman kita menjadi sempurna dan iman itulah yang akan mengalahkan dunia. Tuhan mau kita melakukan bagian kita yang biasa, yaitu mengambil langkah pertama, dan Ia akan melakukan yang luar biasa.
3. Mempertahankan Hadirat Tuhan
Kita berasal dari Allah dan telah mengalahkan dunia. Roh Tuhan lebih besar dari dunia dan mampu mengalahkan dosa. Jika kita jatuh dalam dosa itu karena kita tidak mempertahankan hadirat Tuhan dan kita tidak mempertahankan benih Tuhan yang ada dalam kita. Lahir dari Tuhan membuat kita tidak bisa jatuh dalam dosa atau berbuat dosa selama kita mempertahankan hadirat Tuhan. Karena itu pastikan kemana pun kita pergi selalu ada hadirat dan urapan Tuhan bersama kita.
Tuhan memberkati
Ayat bacaan 1 Yohanes 5:4-5
Semua yang lahir dari Allah sanggup untuk mengalahkan dunia. Dan siapa yang lahir dari Allah, selain mereka yang mengaku bahwa Yesus adalah Anak Allah yang hidup dan yang sudah mati dan bangkit untuk menebus dosa kita. Alkitab tidak mengajarkan orang yang lahir dari dunia untuk mengalahkan dunia. Kehidupan dunia semakin hari semakin sulit dan penuh dengan bencana. Tetapi Tuhan berjanji bahwa jika kita percaya, maka kita akan menjadi orang-orang yang diberkati dan menang menaklukkan dunia ini bahkan menjadi lebih dari pemenang. Ada tiga kunci yang dapat memampukan kita untuk mengalahkan dunia:
1. Lahir dari Allah
Begitu kita menerima Yesus maka kita lahir dari benih yang dari Allah yang tidak tercemar oleh apapun. Dan karena benih kita dari Allah maka kita akan bertumbuh menjadi seperti Allah karena Roh Kudus ada dan tinggal dalam kita.
2. Mengambil Langkah Iman
Tuhan menuntut kita untuk memiliki iman untuk melakukan langkah pertama dan bukan iman yang besar seperti iman untuk membangkita orang mati atau memindahkan gunung. Iman tanpa perbuatan adalah iman yang mati dan kosong. Iman yang kita miliki tidak sempurna, akan tetapi melalui perbuatan langkah pertama akan membuat iman kita menjadi sempurna dan iman itulah yang akan mengalahkan dunia. Tuhan mau kita melakukan bagian kita yang biasa, yaitu mengambil langkah pertama, dan Ia akan melakukan yang luar biasa.
3. Mempertahankan Hadirat Tuhan
Kita berasal dari Allah dan telah mengalahkan dunia. Roh Tuhan lebih besar dari dunia dan mampu mengalahkan dosa. Jika kita jatuh dalam dosa itu karena kita tidak mempertahankan hadirat Tuhan dan kita tidak mempertahankan benih Tuhan yang ada dalam kita. Lahir dari Tuhan membuat kita tidak bisa jatuh dalam dosa atau berbuat dosa selama kita mempertahankan hadirat Tuhan. Karena itu pastikan kemana pun kita pergi selalu ada hadirat dan urapan Tuhan bersama kita.
Tuhan memberkati
Subscribe to:
Posts (Atom)