Kebangkitan Besar

Kebangkitan Besar
Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Sunday, November 6, 2011

Pengendalian Diri

“Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus”
(2 Kor. 10: 3-5).

Penggendalian diri adalah kemampuan untuk bisa mengendalikan diri, tidak melakukan sesuatu atau melakukan sesuatu yang bisa merusak diri sendiri maupun orang lain. Pengendalian diri itu sangat penting, oleh karena itu, mari kendalikan diri kita! Bukan hanya emosi tetapi juga mata, mulut, telinga, sikap, reaksi, pikiran , hobi kita, dan hati kita.

“Aku tidak merintangi mataku dari apa pun yang dikehendakinya, dan aku tidak menahan hatiku dari sukacita apa pun, sebab hatiku bersukacita karena segala jerih payahku. Itulah buah segala jerih payahku.” (Pengkhotbah 2:10).

Kita bisa mengendalikan diri mengikuti pikiran Tuhan. Alkitab katakan dalam kitab Amsal, sebagai berikut:
a. Amsal 16:32 “Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.”
b. Amsal 25:28 “Orang yang tak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya”.

Supaya bisa mengendalikan diri, mari kita:
1. Sadari kelemahan dan kekurangan kita.
2. Bangun secara sadar dan sengaja untuk bisa berubah.
3. Minta Roh Kudus memberi kekuatan, supaya kita disanggupkan sadar dan berubah.
4. Ingat, bahwa kita telah ditebus oleh darah Tuhan Yesus.

Pengendalian diri dilakukan dengan: kesadaran, berusaha sungguh-sungguh untuk berubah & minta Roh Kudus terus beri kekuatan!

Amin?

Tuesday, October 11, 2011

Lepas Dari Kepentingan Sendiri

Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.” Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. (2 Timotius 3:1-2)


Kapankah hari-hari terakhir itu?
Yaitu masa-masa sekarang ini. Alkitab berkata, di masa yang sukar ini, manusia akan mementingkan diri sendiri, ciri-cirinya sebagai berikut :

1. Manusia yang Serakah. “Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang” (2 Timotius 3:2). Mari alami pembaharuan dalam hati dan pikiran. Tidak lagi menjadi hamba uang & serakah tapi mari gunakan berkat yang Tuhan beri untuk memberkati sesama kita.

2. Manusia yang tidak peduli kepada orang lain. Mari kita mengingat pengorbanan Tuhan Yesus bagi hidup kita. Karena kita tahu bahwa: “Hidupku bukan aku lagi melainkan Kristus yang hidup dalam kita”.

Jangan biarkan fokus kita pada diri sendiri melainkan fokuslah kepada Tuhan. Keinginan Tuhan adalah supaya kita sadar dan mengutamakan Tuhan. Percayalah, Tuhan pasti sanggup untuk memberi yang terbaik atas hidup kita.

Alkitab katakan dalam Yakobus 3:16 “Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.”

Bagaimana hidup lepas dari kepentingan diri sendiri?

1. Mari mengerti tujuan & panggilan Tuhan bagi hidup kita. Kita diselamatkan supaya keluarga, lingkungan, kota bahkan bangsa kita juga bisa mengenal Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.

2. Kenali setiap talenta yang Tuhan dalam hidup kita. Mari mulai kerjakan apapun bentuk talenta yang Tuhan berikan, dengan kuat, penuh gelora cinta dan setia sampai garis akhir.

Orang yang tahu rencana Tuhan, tahu melepaskan kepentingan diri sendiri, dan hidupnya di fokuskan kepada panggilan Tuhan serta siap memberikan setiap talenta yang terbaik kepada Tuhan!

Tuesday, October 4, 2011

Dream Is A Battle

"Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan”.
(Yoel 2:28)

Mimpi bukan hanya milik orang muda,orang tuapun Tuhan berikan mimpi.
Ketika kita mempunyai mimpi, sesuatu yang besar pasti terjadi dalam hidup kita. “Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.” (Amsal 29:18). Ketika kita mempunyai impian yang datangnya dari Tuhan, dan didapatkan dalam hadirat Tuhan, kita sedang menuju masa depan yang penuh harapan!

Mari perhatikan 2 hal berikut ini, supaya kita tidak kehilangan mimpi yang Tuhan sudah berikan:

1. Bersabar saat menghadapi keadaan yang sifatnya sementara. Jangan pernah membuat masalah yang sifatnya sementara menjadi masalah yang permanent. Jangan terus tinggal dalam masalah dan kesulitan tetapi mari tetap percaya bahwa keadaan yang sifatnya sementara itu bisa dipulihkan, disembuhkan, dibalikkan menjadi kebaikan dan membawa berkat dalam kehidupan kita.

2. Bersabar saat menghadapi penundaan atas realisasi mimpi kita.
Saat janji Tuhan sepertinya belum digenapi & ada waktu penundaan, mari kita menanti & menunggu apa yang telah dijanjikan Tuhan! Abraham adalah contoh orang yang memegang janji Tuhan, atas kelahiran Ishak, sebagai anak Perjanjian. Abraham akhirnya menerima janji itu; mimpi menjadi nyata! Saat kita menantikan janji Tuhan, mari lakukan apa yang menjadi bagian kita, maka Tuhan akan melakukan bagian-Nya.

“Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh.”(Habakuk 2:3).

Sanggupkah bersabar sampai mimpi yang Tuhan berikan tergenapi?

Sunday, August 28, 2011

Berjalan Dalam Kebenaran-Nya

“Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar.”
(I Petrus 3:14)

Beberapa sikap agar kita tetap hidup dalam kebenaran Allah :

1.Tidak Kuatir. “Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya ?” (Matius 6:27). Satu hasta itu sama dengan 45 cm, ukuran yang relatif pendek. Kita tidak dapat melihat hari esok yang penuh kemenangan, jika ada rasa kekuatiran. Namun bagi orang yang hidup dalam kebenaran Allah, mereka akan berdiri teguh dalam menjalani hidup ini, sebab mereka yakin bahwa Allah tetap beserta. Mazmur 34:20, menyatakan “kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu.”

2.Tetap Menanti-nantikan Tuhan. “Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah” (Yesaya 40:31). Dalam kata “menanti” ada beberapa unsur penting yang patut dimiliki,yaitu: kesabaran, ketekunan dan penguasaan diri. Hal tersebut tidak lepas dari tindakan kita dalam membangun hubungan dengan Tuhan.

3.Pegang Teguh Janji Allah. “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat” (II Petrus 3:9). “Janji Tuhan” itu pasti digenapi, sedangkan mengenai waktu penggenapannya Tuhanlah yang menentukannya. Banyak orang mengeluh karena permohonannya belum dijawab Tuhan. Mereka tidak sadar, bahwa ‘waktu Tuhan’ itu berbeda dengan ‘waktu manusia.’

Mari kita berjalan dalam kebenaran Allah, Amin?

Thursday, August 25, 2011

Temukan Sumber Berkat



Pdt. Abraham Alex Tanuseputra

“Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus. Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.” (Galatia 3:26-29)

Ayat Bacaan : Galatia 3:26-29


Setelah dihapusnya manusia di muka bumi ini pada zaman Nuh, maka yang tertinggal hidup adalah keluarga Nuh. Dengan 3 anak dan 3 menantunya. Saat itu dimulai suatu zaman yang baru dimana Allah ingin memberkati Nuh dan keluarganya. Pada waktu itu Nuh menanam pohon anggur dan apa yang di tanam telah berbuah, pada waktu dia panen, dia meminum anggur terlalu banyak dan akhirnya ia mabuk dan telanjang. Setelah itu Ham menertawakan Nuh ayahnya, tetapi Sem dan Yafet menutup ketelanjangan Nuh. Ham tidak menghormati orang tuanya sehingga ia dikutuk tetapi Sem dan Yafet diberkati (Kejadian 9:25-27). Sama seperti bangsa Israel yang meyalibkan Tuhan Yesus sehingga ia tercerai berai dan pada tahun 1948 baru bisa kembali ke tanah asalnya. Israel telah mengutuki dirinya sendiri.

Kalau kita lihat, ada suatu akar kutuk yang diucapkan oleh Nuh, yang sebenarnya Nuh adalah orang yang diberkati Tuhan. Mulut orang tua yang diberkati Tuhan sangat berkuasa, untuk itu marilah kita menghormati orang tua kita. Perkataan Nuh terjadi di dunia ini. Kita melihat jual beli budak belian yang berlangsung berabad-abad yang berasal dari keturunan Ham. Puji Tuhan, setelah Tuhan Yesus mati dan bangkit, kutuk itu terlepas, yaitu bagi orang yang percaya kepada-Nya. Yafet meluaskan kemah-kemahnya, yaitu dia menjajah beberapa wilayah dan hampir semua negeri di bumi ini pernah dijajah oleh kaum ini. Dari Sem, keluar nabi-nabi Allah dan nama Tuhan dipermuliakan.

Dari kisah Sem muncul kisah Abraham yang memiliki darah keturunan campuran. Dari sini kita tahu dari mana sumber berkat itu. Abraham adalah sosok manusia yang diberkati walaupun dari keturunan yang campur baur. Pada waktu itu Abraham diberkati oleh Tuhan, Abraham menyambutnya dengan iman, sehingga namanya bukan Abram lagi melainkan Abraham.


Kejadian 12:1 menjelaskan bahwa Abraham dipanggil dengan satu visi. Bukannya dia harus membenci bapak ibu atau saudaranya. Biasanya orang dunia berjalan tanpa visi dan tidak tahu dirinya berasal dari mana. Untuk itu kita harus lekat kepada sumber berkat ini dan jangan sampai kita lepas dari Tuhan. Sama seperti Paulus yang tahu dari mana ia berasal sehingga ia berkata bahwa dia berasal dari keturunan Abraham, bukan karena secara jasmani saja tetapi juga secara rohani. Sama seperti kita yang telah dicangkokkan pada pokok anggur.

Visi yang Tuhan berikan kepada Abraham adalah visi jangka panjang. Orang yang tidak punya visi maka hidupnya tidak akan mengalami perubahan, dimana yang jahat menjadi semakin jahat, yang cemar semakin cemar. Tetapi orang benar semakin menguduskan dirinya dan semakin diberkati Tuhan.
Kejadian 12:2-3 telihat ada beberapa berkat yang kadang-kadang kita tidak bisa mencapainya, padahal kita keturunan Abraham secara rohani. Ketahuilah bahwa apa yang diterima Abraham, kita juga pasti menerimanya. Namun beberapa orang tidak percaya akan hal ini. Dengan demikian orang tersebut mengutuki diri sendiri. Abraham adalah orang yang diberkati hari ini dan juga diberkati pada masa yang mendatang (kekal). Inipun dapat terjadi dalam kehidupan orang-orang percaya. Untuk itu bangkitlah, kuatkan dan teguhkan hati kita karena Tuhan menyertai kita dan memberkati kita sehingga orang-orang akan terheran-heran melihat karya Tuhan yang terjadi dalam kehidupan kita.


Setelah Allah memberkati Abraham, berkat itu tetap berkesinambungan sampai pada keturunan Abraham. Hal ini dapat kita ketahui dimana Tuhan memberkati Ishak. Ini merupakan garis keturunan orang yang diberkati Tuhan yang perlu kita ketahui mengenai dari mana asal sumber berkat. Berkat yang mereka terima bukanlah warisan turun temurun, tetapi berkat Tuhan yang sedang berlangsung. Kejadian 26:12-13 menceritakan bagaimana berkat itu turun atas Ishak. Setelah Ishak kemudian berlanjut kepada Yakub. Kejadian 32:9-10 menceritakan bagaimana Tuhan memberkati Yakub dengan bermodal tongkat saja, tetapi Tuhan memberkati secara luar biasa sehingga dari Yakub terbentuk suatu bangsa yang besar.

Selanjutnya dari Yakub, berkat Tuhan turun atas Yusuf bukan kepada anak-anaknya yang lain. Rahasianya adalah Yusuf sangat hormat kepada Allah, dan ia mengetahui asal usul sumber berkat tersebut. Saat ini kita harus menghormati orang tua yang hidup benar di mata Tuhan. Demikian juga kita harus belajar melalui hamba-hamba Tuhan yang diberkati. Jangan mengutuki diri sendiri. Katakan bahwa Tuhan itu mampu melakukan segala perkara. Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub adalah Allah kita juga. Haleluya!!!


Satu hal yang harus kita perhatikan adalah peristiwa Lot yang menjadi peringatan bagi kita untuk tidak menjadi seperti Lot. Lot sebenarnya bisa diberkati Tuhan karena berkat Abraham juga diberikan kepada Lot, walaupun Lot hanya ikut-ikutan. Kejadian 12:4 menyatakan bahwa Lot mengikuti iman Abraham. Tentu hal ini tidak ada salahnya walaupun menjadi tanggungan Abraham. Kejadian 13:1-18 menceritakan karena kebanyakan harta dan dari antara mereka bertengkar, maka mereka berpisah. Sayang, Lot berpisah dengan Abraham. Hidup Lot tidak sama dengan Abraham, yaitu ia tidak pernah mendirikan mezbah bagi Tuhan. Kejadian 14:12-16 menceritakan Lot kehilangan hartanya karena dirampok dan Abraham menolong Lot. Hingga pada suata hari Sodom Gomora akan dimusnahkan, Abraham masih berdoa buat Lot. Kejadian 19:29 mencatat bahwa Allah masih memperhatikan Lot. Kejadian 19:30-38 mengabarkan bahwa Lot kembali melarat dan ia dengan kedua anaknya melakukan hal yang menjijikan di mata Tuhan, sehingga keluar bangsa Moab dan Amon.

Ingat, jangan lepas dari pokok anggur.
Bangunlah mezbah Tuhan bukan hanya ikut-ikutan saja.
Temuilah sumber berkat itu, yaitu Tuhan Yesus Kristus.

Amin.

Tuesday, August 23, 2011

Berjalan Bersama

Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. Sahut Abraham: "TUHAN yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.
( Kejadian 22 :6 - 8 )

Seperti yang kita telah ketahui, Abraham adalah Bapa orang percaya. Sedangkan Ishak adalah anak perjanjian, yang Tuhan sendiri janjikan kepada Abraham.

Sebagai orang percaya terkadang ada ujian yang harus kita lewati. Tapi mari percaya, Tuhan tetap pegang kendali. Ishak yang saat itu sudah cukup dewasa, memilih untuk tetap berjalan bersama-sama dengan Abraham, ayahnya. Tidak ada pemberontakan, meskipun ia dibawa ke tempat pengorbanan.

Sesampainya di Moria, dia diikat, dan pisau sudah terangkat dari tangan ayahnya. Tetap Ishak tidak memberontak, tetap bersama dengan ayahnya. Namun ujungnya, disitulah Ishak mengenal: Jehova Jireh, Tuhan yang menyediakan dengan limpah.

Tak heran tentang Ishak, Alkitab berkata: maka Ishak semakin kaya kian kaya bahkan sangat kaya. Mari kita ingat: no cross no crown. Terkadang saat kita melewati “Moria” dalam kehidupan ini, terasa begitu menakutkan, namun di sana Jehova Jireh sudah menanti kita. Syaratnya, mari kita tetap berjalan bersama dengan Tuhan. Berjalan bersama dengan otoritas yang Tuhan taruh diatas kita. Mari kita sepakat, bersatu, sederap dan sehati.

Demikianlah kita berjalan bersama-sama sebagai keluarga Tuhan.

Amin?

Cara Hidup

“Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi
nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!”
(Kisah 3:1–8)

Setelah Roh Kudus dicurahkan, lewat para murid & orang percaya, banyak terjadi mujizat. Bukankah kita juga percaya bahwa: Mujizat masih ada? Pada waktu itu, para murid & orang percaya menjadi dampak pada sekitarnya.

Dua cara hidup mereka, ialah:

a. Bertekun dalam pengajaran rasul-rasul. Mereka sering mengadakan persekutuan bersama-sama. Mereka memecahkan roti dengan gembira dan dengan tulus hati (Kisah 2:42–46). Kalau Roh Kudus benar-benar dicurahkan maka kita pasti akan merasakan ada kegembiraan, sukacita dan tulus hati. Kita berkumpul dengan tidak mempunyai motivasi yang lain kecuali hanya menyenangkan hati Tuhan. Kita berdoa, memuji dan menyembah Dia dan Tuhan disenangkan.

b. Senang menabur. Pada Kisah 4:34–35, ketika Roh Kudus dicurahkan tidak ada orang yang berkekurangan. Sebab orang-orang yang berlebih, memberi & menabur untuk yang kekurangan melalui rasul-rasul. Mereka menjual tanah atau rumahnya lalu meletakkan hasilnya di kaki rasul-rasul, kemudian para rasul membagi-bagi sehingga tidak ada seorang pun yang berkekurangan.

Saat kita mempunyai uang, puji Tuhan karena Tuhan menyertai, tetapi jangan sampai kita terperangkap dalam cinta akan uang. Karena akar dari segala kejahatan adalah cinta akan uang. Akar segala kejahatan itu bukanlah uangnya, tetapi cinta akan uang.

Tuhan Yesus mengajar kita untuk mematahkan cinta akan uang & keinginan untuk menjadi kaya dengan cara: MEMBERI.

Menuju Kelimpahan

Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku
(Rut 1:16)

Perkataan yang paling penting dalam tahun ini adalah favor. Favor of God dan favor of man (favoritnya Allah dan manusia). Favor itu mencakup kebaikan, kemurahan & anugerah. Mari kita belajar untuk:

1. Be decisive!
Ambillah keputusan. Banyak dari kita tidak bisa mengambil keputusan. Rut mengambil keputusan yang terbaik. (Rut 1:16-17) “bangsamu adalah bangsaku, Tuhanmu adalah Tuhanku…” Banyak orang saat-saat ini menjual Yesus dengan hal-hal dunia yang semu semata. Sukses adalah menjalankan tugas yang Tuhan berikan dan menyelesaikannya. Mari kita belajar mengambil keputusan yang baik.

2. Be diligent!
Ayo Rajin. Seringkali kita tidak diberkati karena malas. Rut berkata kepada Naomi, “biarkan aku pergi ke ladang memungut buli-buli jelai di belakang orang yang murah hati.” Orang yang rajin tangkas pasti menerima berkat. Rut punya tenaga dan kesehatan.

3. Be submissive!
Tundukkan dirimu. Rut bukan saja rajin, tunduk, tidak undur dan berlindung di bawah ElShadai, Rut adalah orang yang submissive (Rut 4:3-4). Ini adalah kunci yang luar biasa bagi orang yang diurapi Tuhan. Kita harus tahu aturan & order. Pengurapan datang dari atas. Jika pemimpin kita diberkati maka kitapun juga di berkati. Rahasia hidup ini adalah melayani.

4. Be a blessing!
Menjadi berkat. Baik untuk keluarga, lingkungan, gereja, marketplace, kota bahkan bangsa kita tercinta: Indonesia.

Musim baru telah tiba, musim menuai jelai sudah tiba. Apapun yang terjadi kita tetap bersorak-sorai. Promosi telah tiba, pelipatgandaan terjadi bagi kita. Oleh sebab itu jadilah favor of God dan favor of man.

Friday, August 12, 2011

Pesta Raja

Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya ia memanggil mempelai laki-laki, dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang." (Yohanes 2:9-10)

Berbicara tentang pesta, yang kita tahu pasti tentang pesta di dunia ini terbatas, tetapi ”Pesta Raja” itu tidak terbatas. Ini dimungkinkan karena adanya Kingdom Suplai. Untuk dapat terus menikmati pesta (tidak mengalami kekeringan/kehabisan ”anggur”) itu, mari kita pastikan:

1. Tuhan harus terlibat dalam segala perkara dan kita melakukan apa bagian kita. Dalam setiap aspek kehidupan kita, pastikan libatkan Tuhan.

2. Jangan kita sombong! Untuk dapat terus menikmati pesta, apapun kelebihan/kepintaran/talenta&harta; jangan membuat kita sombong.

3. Merendahkan hati kita, mari layani kekotoran orang lain, bukannya menceritakan kesalahan orang/menggosipkan/menghakimi. Setiap kita, pasti memiliki apa yang disebut dengan ”kelemahan”. Untuk tetap dapat menikmati Pesta Raja itu, kita harus melayani kekotoran orang.

4. Ujian penyerahan kita. Untuk tetap dapat mengalami Pesta Raja itu perlu adanya penyerahan hidup yang total padaNya. Penyerahan hidup secara total adalah sudah tidak ada keraguan sama sekali terhadap apapun yang Tuhan katakan, itu pasti jadi, walau terkadang itu sepertinya tidak masuk di akal pikiran kita. Percaya saja. Only believe!

5. Hasil yang dari Tuhan pasti yang terbaik (the best). Pesta Raja itu pasti menjadi bagian setiap kita, yang mengasihiNya. Pada waktunya, ”anggur” yang terbaik itu akan disajikan kepada pemimpin pesta dan orang akan mengatakan ini bukan suatu kebiasaan. Anggur yang terbaik itu berbicara tentang adanya kesukaan Tuhan yang terpancar dari hidup kita, yang termanifestasikan lewat buah roh, seperti kasih, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan dan pengendalian diri.

Mari kita bertekad untuk tetap dapat menikmati Pesta Raja itu setiap saat.
Tuhan rindu kita menerima setiap hal yang terbaik dari-Nya.

Hati Hamba

"Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan! Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum”.
(Lukas 17:7-8)

Sungguh tidak mudah dan tidak sederhana untuk memiliki hati hamba. Ada pengalaman-pengalaman yang harus kita lewati, yang seringkali tidak bisa kita hindari. Banyak orang berpikir, kita bisa menghindari beberapa bagian dari proses Tuhan, namun tidaklah demikian kebenaran dan kenyataannya.
Namun, saat kita mempunyai hati hamba, hidup ini akan jadi mudah.


Ada dua contoh pribadi yang belajar untuk menjadi seorang hamba:

1. Yosua, tidak dari semula disebut hamba Tuhan, tetapi awalnya ia hanya disebut sebagai abdi Musa. Yosua dengan setia melewati proses Tuhan sebagai abdi Musa. Ia setia mengikuti Musa, di kemah pertemuan, di medan pertempuran, menjadi salah satu pengintai Tanah Kanaan. Setelah melewati semua proses Tuhan, di kitab Yosua, maka ia disebut sebagai hambaTuhan. Yosua mengikuti Musa sampai akhir

2. Elisa, pada awalnya Elisa bin Safat dikenal sebagai abdi Elia. Saat bertemu Elia, Elisa sedang membajak dengan dua belas pasang lembu. Saat bertemu Elia, Elisa tahu destiny/panggilan Tuhan atas hidupnya. Dengan segera, Ia meninggalkan semuanya untuk menjadi pelayan Elia. Menjelang saatnya Tuhan hendak menaikkan Elia ke sorga dalam angin badai, Elisa dengan setia berjalan bersama Elia, mulai dari : Gilgal, Betel, Yerikho & Sungai Yordan. Setelah Elia terangkat ke sorga, rombongan nabi melihat Elisa dan berkata: "Roh Elia telah hinggap pada Elisa."

Mari kita miliki hati hamba seperti yang Tuhan mau, dengan: meresponi panggilan-Nya dalam hidup kita, tunduk pada otoritas yang Tuhan taruh di atas kita dan dengan setia melewati setiap proses Tuhan.

“Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas”. (Ayub 23:10).

Amin?

Tuesday, July 26, 2011

Spirit Of Grace

Pada waktu itu TUHAN akan melindungi penduduk Yerusalem, dan orang yang tersandung di antara mereka pada waktu itu akan menjadi seperti Daud, dan keluarga Daud akan menjadi seperti Allah, seperti Malaikat TUHAN, yang mengepalai mereka.”
(Zakharia 12:8)

Goal tertinggi dari setiap orang percaya adalah menjadi seperti Yesus. Daud merupakan gambaran dari Yesus Kristus sendiri.

1. Daud adalah seorang raja yang rendah hati. Awalnya adalah seorang gembala, oleh Tuhan diangkat menjadi raja atas Israel. Daud telah memerangi banyak peperangan&merebut daerah seperti Tirus, Sidon, Aram dan Filistin, tapi ia tetap rendah hati.

2. Daud adalah seorang raja yang baik. Kelaziman saat orang itu punya kedudukan, maka dia akan mengamankan kedudukannya itu. Tapi hal berbeda dengan Daud. Dia memperhatikan Mefiboseth yang telah jauh tersingkir. Mefiboseth dibawa Daud ke meja perjamuannya, makan sehidangan dengan Daud. Itu juga yang Yesus buat bagi kita.

3. Daud adalah seorang raja yang adil. Semua ladang Saul semasa hidupnya diberikan kepada Mefiboset. Ketika Daud menjadi raja, semua yang seharusnya menjadi milik Daud, ia serahkan kembali ke Mefiboset. Mungkin kita sedang mengalami ketidakadilan, jangan kuatir sebab Raja kita, Yesus Kristus namanya, adalah Raja yang adil.

4. Daud adalah seorang raja yang setia. Daud setia dengan ikatan perjanjiannya dirinya dengan Yonathan, ayah Mefiboset. Walau Yonathan telah meninggal, Daud tetap memegang perjanjiannya itu.

5. Daud adalah seorang raja yang menjaga hatinya tetap manis di hadapan Tuhan. Ini adalah kunci kemenangan yang luar biasa. Sebab Daud tidak mengalami kepahitan sedikitpun.

Saturday, July 16, 2011

Membangun Keintiman

Mazmur Daud, ketika ia ada di padang gurun Yehuda. Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair.
(Mazmur 63:1-2)

Daud, seorang yang hidupnya dilipat-gandakan, banyak pemazmur yang dilahirkan melalui hidupnya. Pengaruhnya sangat kuat dan meluas. Dengan roh yang menyembah dan haus akan Tuhan, ada banyak para penyembah yang mengalami impartasi hidup Daud sepanjang zaman.

Di Mazmur 63: 1-9, ketika berada di padang gurun Yehuda, Daud memperhatikan tanah kering gersang yang ada di depan matanya. Dia melihat dirinya seperti tanah yang kering tandus, tiada berair, sangat menginginkan air. Saat Daud mengalami, keadaan “padang gurun kehidupan”, dia tidak mengeluh, melainkan membuat terus berseru dan semakin gigih mencari Tuhan. Dalam setiap pergumulan, Daud terus melihat kekuatan dan kemuliaan Tuhan. Inilah yang dialami ketika keintiman dengan Tuhan itu dibangun.

“Padang gurun kehidupan” menjadikan kita semakin haus akan Tuhan, dan semakin melihat Tuhan dalam kekuatan dan kemuliaanNya.Yang perlu kita lakukan dalam membangun keintiman dengan Tuhan:
1. Selalu fokus untuk memandang kepada Tuhan.
2. Mengingat dan menghargai kasih setia Tuhan senantiasa. Dia setia menolong dan menghibur kita. Bahkan membawa dari kemenangan kepada kemenangan yang lebih besar.
3. Selalu memuji Tuhan dan menaikkan pengagungan bagi Dia dalam segala yang kita alami.
4. Selalu tinggal dalam naungan sayap hadiratNya.
5. Terus melekat kepada Tuhan.

Gaya hidup membangun keintiman inilah yang membuat hidup Daud berbuah lebat dan berlipat ganda. Mari kita ikuti teladan Daud.

Amin?

Kedatangan Tuhan

"Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia."
(Matius 24:47)

Tuhan Yesus akan segera datang untuk kali yang kedua. Ada 2 hal yang harus kita perhatikan, yaitu:

1. Air bah datang tiba-tiba. Bagi kebanyakan orang air bah itu datang dengan tiba-tiba, tetapi tidak bagi Nuh, istri, anak dan menantunya. Demikian juga kedatangan Tuhan Yesus untuk kali yang kedua. Bagi kebanyakan orang itu merupakan sesuatu yang mengejutkan, tetapi tidak bagi kita. Karena itu persiapkan diri kita dan selalu dengar-dengaran hari-hari ini. Pada jaman Nuh, orang makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai Nuh masuk ke dalam bahtera mereka tetap tidak tahu apa-apa (Mat 24:38). Tetapi begitu hujan mulai datang dan air bah mulai datang baru mereka sadar, tetapi itu sudah terlambat.

2. Hidup manusia rusak dan penuh kekerasan. Pada masa Nuh keadaan manusia, hidupnya rusak dan penuh dengan kekerasan. Karena itu air bah datang. Bukankah hari-hari ini kita lihat, hidup manusia di seluruh dunia kebanyakan rusak dan hidup dalam kekerasan?

Tuhan mau kita hidup seperti Nuh, hidup dengan benar dan tak bercela di antara orang-orang sezamannya serta hidup bergaul dengan Allah (Kejadian 6:9). Saat kita hidup benar, tidak bercela dan hidup intim dengan Tuhan, kita akan dapat mendengar suara Tuhan. Saat mendengar suara Tuhan, kita tidak ragu-ragu, sekalipun terkadang tuntunan Tuhan tidak masuk akal. Nuh memperhatikan perintah-perintah Tuhan, patuh membangun bahtera selama puluhan tahun. Hal ini membuat orang meragukan pesan Tuhan tersebut. Meski mengalami cemoohan dan dikucilkan oleh masyarakatnya, namun Nuh tetap taat.

Ibrani 11:7, "Karena iman, maka Nuh--dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan--dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya."

Saturday, July 2, 2011

Prinsip Menabur

“ Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya"
(Galatia 6:7).

Suatu hari, Yesus bersama murid-murid-Nya memperhatikan orang-orang yang memberikan persembahan di peti persembahan. Orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan dan menimbulkan bunyi yang keras karena jumlahnya yang banyak. Lalu seorang janda miskin datang, dengan kepala tertunduk dia memasukkan dua peser ke dalam peti itu, dan hampir tidak terdengar bunyinya. Tetapi Tuhan Yesus berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang kaya itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya." (Lukas 21:1–4).

Prinsip-prinsip dalam menabur :

1.Taburlah yang baik. Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana. Tetapi siapa menabur kebenaran, mendapat pahala yang tetap. "Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu." (Galatia 6:8).

2.Yang dituai jauh lebih besar dari pada yang ditabur. Karena itu kita harus menabur yang baik supaya juga menerima kebaikan yang luar biasa besarnya. Firman Tuhan berkata:"Sebab mereka menabur angin, maka mereka akan menuai puting beliung;" (Hosea 8:7).

2 Korintus 9:6, "Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga."

Mari kita menabur yang baik dengan dasar kasih. Kalau kita menabur yang baik maka sesungguhnya, kita pasti menuai yang baik dalam jumlah yang berlipat-lipat... itulah disebut dengan multiplikasi.

Tahun Keemasan

TUHAN berfirman kepada Musa:"Suruhlah beberapa orang mengintai tanah Kanaan, yang akan Kuberikan kepada orang Israel; dari setiap suku nenek moyang mereka haruslah kausuruh seorang, semuanya pemimpin-pemimpin di antara mereka."
(Bilangan 13:1-2)

Seperti visi yang Tuhan sudah berikan pada kita, inilah masa keemasan. Untuk memasukinya, mari kita punyai kemampuan mengintai dan mengamat-amati. Spt perjalanan bangsa Israel, demikian juga perjalanan iman kita. Ada beberapa ujian yg harus kita lalui:

1.Padang Gurun. Ada saatnya Tuhan merubah arah hidup kita & cara hidup kita yang dulu. Biarlah seluruh hidup kita tetap tertuju hanya pada Tuhan. Janganlah kita mengingat-ingat lagi Mesir kita, hidup kita yang lama. Mata kita, tidak hanya melihat pada kenyataan saja tapi lebih dari itu, kita melihat Tuhan yg mampu melakukan lebih dari yang kita pikirkan. Di masa ini, sepertinya semua serba terbatas. Tapi biarlah mata kita terus memandang Tuhan, sampai Ia mengasihani kita.”

2.Tanah dataran atau kota. Setelah melewati padang gurun, dlm perjalanan kita akan bertemu keadaan yang nyaman. Kita harus mengenali tipu daya dan penyesatan dunia. Dalam hal ini nyaman sangatlah berbeda dgn aman. Saat Tuhan bersama kita dalam perahu kehidupan kita, sesungguhnya tetap akan ada goncangan, tapi kita tetap akan aman. Mari kita miliki telinga yang tajam dan lidah yang membangkitkan (Yesaya 50:4).

Kita bisa mendengar suara Tuhan dengan benar dan tepat, kalau kita intim dengan Tuhan. Kita bisa intim,jika kita bergairah dengan Tuhan. Kita bisa bergairah,jika kita memiliki kasih yang mula-mula. Sebagai seorang murid, pada waktu kita memperkatakan sesuatu, biarlah itu akan memberikan semangat baru kepada orang yang letih lesu.

Wahyu 3:21: “Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya”.

Amin?

Rendah Hati & Takut Akan Tuhan

“Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan.”
(Amsal 22:4)

Pada mulanya, Daud hanyalah penggembala kambing-domba. Tidak ada yang orang yang menganggapnya, bahkan ayah dan saudara-saudaranya. Alkitab berkata: Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati. Karena hatinya, Tuhan mengangkat Daud menjadi raja Yehuda bahkan raja atas seluruh Israel. Bahkan sampai hari ini raja Daud adalah orang yang paling dihormati oleh bangsa Israel. Tuhan berkata tentang Daud: “Aku telah menemukan Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku!”
Kehendak Tuhan yang manakah yang dilakukan oleh Daud sehingga dia begitu disayangi oleh Tuhan? Ternyata Kisah Para Rasul 13:36 berkata, “Sebab Daud melakukan kehendak Allah pada zamannya ...” Daud tidak melakukan kehendak Allah pada zaman sebelumnya, tetapi pada zamannya. Setiap hari Daud datang merendahkan dirinya ke hadapan Tuhan dengan hormat dan takut serta memperhatikan perintah-perintah Tuhan dan kehendak-Nya. Daud selalu menuruti perintah-Nya, meskipun ada yang kelihatannya tidak masuk akal atau kontroversial.

Mungkin kita bertanya, “Mengapa masalah saya ini tidak segera selesai? Jawabannya, mari jangan lagi kita bersandar kepada pengertian sendiri dan jangan menganggap bahwa diri kita ini bijak. Tuhan mau kita seperti Daud yang merendahkan diri dan hati kita dengan hormat dan takut kepada kehendak-Nya.

Amsal 3:5–8 berkata,”Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan; itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu.”

Amin?

Saturday, June 11, 2011

Menabur

“yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.”
(Kisah Para Rasul 10:38)

Menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua, salah satu pesan-Nya yang kuat hari-hari ini adalah: Menabur ... Memberi ... Menabur ... Memberi!”

Hal ini, terutama untuk orang-orang miskin, orang-orang sengsara dan orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Di Alkitab, kita bisa melihat bahwa Tuhan peduli kepada orang-orang yang tertindas, orang miskin dan orang sengsara.

Antara lain adalah:
1. Tuhan melarang membungakan uang kepada orang-orang miskin (Keluaran 22:25).
2. Pada waktu panen, gandum yang rontok tidak boleh diambil, karena di belakangnya ada orang-orang miskin yang akan memungutinya (Imamat 23:22).
3. Tuhan memberikan peraturan yaitu keadilan yang tidak pilih kasih, di mana baik yang kaya maupun yang miskin mempunyai hak yang sama di pengadilan (Keluaran 23:2–3).

Hati Tuhan selalu ada pada orang-orang yang tertindas, orang-orang yang sengsara dan orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Ulangan 15:1–11, firman-Nya: Kalau kita sungguh-sungguh mendengar suara Tuhan dan melakukan perintah-perintah-Nya serta kehendak-Nya untuk memperhatikan orang-orang miskin dan orang-orang sengsara, maka yang terjadi adalah:
• Tidak akan ada orang-orang miskin di negeri kita
• Tuhan memberkati kita sehingga tidak akan meminjam dari bangsa-bangsa, tetapi justru akan memberikan pinjaman kepada bangsa-bangsa.
• Tuhan akan memberkati kita dalam pekerjaan dan usaha kita.

Amsal 19:17 berkata, “Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu.”

Amin?

Saturday, June 4, 2011

Bejana Berkat

Salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru: "Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut akan TUHAN. Tetapi sekarang, penagih hutang sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya." Jawab Elisa kepadanya: "Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah." Berkatalah perempuan itu: "Hambamu ini tidak punya sesuatu apapun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak." Lalu berkatalah Elisa: "Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit."
(2 Raja-Raja 4:1-3)

Pada kisah ini, nabi tersebut bukanlah orang yang hidupnya kacau. Ia adalah orang yang takut akan Tuhan. Bahkan kenabian-nya diakui oleh istrinya, dan Elisa pun tidak menyangkalinya. Namun dia terlibat hutang yang sangat besar, dan hanya bisa dibayar jika kedua anaknya diserahkan untuk pembayaran hutangnya.

Ternyata, takut akan Tuhan tidak selalu paralel dengan berkat untuk hidup kita di dunia. Inilah yang membuat banyak orang kecewa kepada Tuhan. Ketidakmengertian membuat kita kecewa, dan kekecewaan itu membuat kita terlalu fokus kepada uang, tergoda menjadi materialistis.

Pertama, mari kita periksa level pengharapan kita. Seberapa kita mempercayai bahwa Tuhan akan memberkati. Janganlah kita berhenti ditengah jalan, tapi mari tetap percaya sampai janji-Nya tergenapi.

Kedua, adalah seberapa banyak bejana yang bisa kita siapkan untuk berkat-Nya bisa dicurahkan dalam hidup kita. Mari kerjakan bejana hidup kita ini, kembangkan setiap talenta yang Tuhan sudah berikan. Biarlah hidup kita seperti bejana kosong yang siap Tuhan arahkan kemanapun, serta sejalan dengan yang Tuhan mau.

Mari terus perbesar kapasitas bejana hidup kita. Selama kita menyediakan bejana kosong dalam hidup kita dan terus mengisi kehidupan orang lain dan maka berkat Tuhan akan terus mengalir.

Amin?

Sunday, May 29, 2011

Hukum Berkat

“Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. Mereka senantiasa berada di dalam Bait TUHAN dan memuliakan TUHAN”.
( Lukas 24 : 50 – 53 )

Hal terakhir yang Tuhan perbuat ialah memberkati murid-murid-Nya. Sama seperti hal pertama yang Tuhan perbuat setelah menciptakan Adam & Hawa, Alkitab berkata: “Tuhan memberkati mereka”.

Untuk menerima jatah berkat-Nya, berlaku ‘Hukum Berkat’. Di 2 Raja 13:14-18,Yoas Raja Israel harus menghadapi bangsa Aram, maka ia datang pada Elisa untuk minta petunjuk. Singkat cerita, Elisa memberi tahu Yoas: "Ambillah anak-anak panah itu!" Elisa berkata: "Pukulkanlah itu ke tanah!" Lalu Yoas memukulkannya tiga kali, kemudian ia berhenti. Yoas melakukannya, tapi dia tidak bertanya berapa kali panah itu harus dipukulkan ke tanah. Lalu, Elisa menjadi gusar & berkata: "Seharusnya engkau memukul lima atau enam kali! Dengan berbuat demikian engkau akan memukul Aram sampai habis lenyap”. Elisa menjelaskan apa yang seharusnya Yoas lakukan untuk mendapatkan jatahnya secara sempurna. Inilah bagian dimana respon kita diperhitungkan oleh Tuhan.

Yang dihitung bukanlah kebenaran kita sendiri. Tetapi apakah respon kita ini sejalan dengan hati-Nya, itulah yang Tuhan perhitungkan. Saat Tuhan terangkat ke Surga, Dia sudah memberkati kita. Tuhan sudah lakukan bagian-Nya, maka kita harus juga melakukan bagian kita dengan cara meresponi melalui iman & hati yang seirama dengan hati-Nya .

Melalui kematian & kebangkitan-Nya, kita tahu kerinduan hati Tuhan adalah melihat jiwa-jiwa diselamatkan. Jika berkat yang Tuhan berikan, dipakai supaya jiwa-jiwa diselamatkan, sesuai dengan kerinduan hati-Nya. Pastilah Tuhan memberkati kita, sebab itu adalah kerinduan-Nya yang paling dalam atas hidup kita, memberkati kita dengan sempurna.

Monday, May 23, 2011

Pengampunan

“Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."
(Matius 6:14-15)

Dalam doa yg diajarkan Tuhan Yesus di Matius 6, cuma ada 1 penjelasan yaitu tentang mengampuni. Artinya pengampunan adalah hal yg sangat penting utk kita bisa mendapatkan semua jawaban doa kita.

Ada 3 alasan mengapa kita harus mengampuni:

1. Yang membutuhkan pengampunan adalah saya & saudara (Mat 18:21-35). Sering kita sukar mengampuni orang lain, karena kita “LUPA” betapa besar dosa & kesalahan kita yg sudah diampuni oleh Tuhan.

2. Pengampunan dapat menanggalkan beban, seperti sakit hati, kebencian,kesedihan (Ibr 12:1). Tuhan tidak mengingat dosa & kesalahan yg telah diampuni-Nya (Yes 43:25). Jadi mari mengampuni orang lain, seperti Tuhan telah mengampuni dosa kita yg jauh lebih besar. Tanggalkan beban dengan mengampuni orang lain, maka kita bisa menjalankan perintah Tuhan utk berlomba mencapai tujuan.

3. Pengampunan adalah syarat untuk menerima mujizat & jawaban doa (Mat 9:1-8). Tujuan orang lumpuh & temannya datang ke Yesus, untuk menerima kesembuhan bukan pengampunan. Tetapi mengapa Yesus berkata “Dosamu sudah di ampuni”? Ternyata dosa yg diampuni adalah langkah awal yg harus dipenuhi dari proses penyembuhannya. Untuk bisa menerima kesembuhan dosanya harus diampuni terlebih dahulu.

Untuk mendapatkan apa yg kita minta & doakan, haruslah dosa kita diampuni terlebih dahulu, untuk itu haruslah kita mengampuni orang lain.

Mau mendapat jawaban doa? Marilah kita saling mengampuni!