Kebangkitan Besar

Kebangkitan Besar
Showing posts with label Pdt.Johan Lumoindong. Show all posts
Showing posts with label Pdt.Johan Lumoindong. Show all posts

Sunday, April 24, 2011

Menyenangkan Hati Tuhan

Pdt. Johan Lumoindong

Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga."
(Matius 16:16-17)


Kitab Injil mencatat bahwa Yesus mampu menyelesaikan misi Bapa dengan sempurna. Yesus bahkan rela mati disalibkan dan menjadi juruselamat manusia. Itulah sebabnya tidak dapat disangkal bahwa Ia adalah Mesias, anak Allah yang hidup.

Dalam Alkitab Petrus seringkali disoroti sebagai tokoh/pribadi yang kontroversi, kadangkala ia “panas” kadang pula ia “dingin” dan hal ini terkadang membuat hati Yesus menjadi sedih. Sebagai pribadi yang sedang dalam proses perubahan, suatu ketika ia juga pernah membuat Yesus merasa senang ketika Yesus sedang bertanya kepada murid-murid-Nya berkenaan dengan siapakah diri-Nya? Perus menjawab "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!". Jawaban Petrus ini terlontar dari relung hatinya yang paling dalam sebab ia telah melihat segala kuasa dan pekerjaan Yesus yang hanya mampu dilakukan oleh Allah.

Sekarang ini kita juga sedang diperhadapkan kepada situasi yang demikian, artinya ditengah masalah hidup yang kita hadapi saat ini, apakah kita masih bisa tetap berkata; "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!". Tetap kokoh dalam situasi yang genting memang sulit sekali, bahkan seringkali situasi itu membuat iman kita menjadi lemah. Namun tetaplah bertekun dalam iman sebab tidak ada pribadi yang dapat mengaggantikan Kristus sebagai juruselamat yang berkuasa menolong dan mengeluarkan diri kita dari semua krisis hidup yang terjadi dalam hidup kita.

Kalau kita mau diberkati Tuhan, kita harus bisa menyenangkan hati-Nya terlebih dahulu sebab berkat yang kekal itu hanya datangnya hanya dari Tuhan.


Bagaimana cara kita bisa menyenangkan hati Tuhan?

1.Hidup dalam ketaatan.
Ketaatan merupakan suatu proses yang tidak terjadi secara instan, hal ini akan terbentuk kalau kita mau berusaha melakukan firman Tuhan meskipun berada dalam-masa masa sulit. Yohanes 14:15, 21, dan 23, "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya." Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.”

Kalau Sang empunya hidup itu (Bapa dan Anak) berdiam dalam diri kita, tidak ada alasan untuk menjadi lemah karena masalah. Ia sudah berjanji dan dan pasti ditepati. Meskipun sepertinya masalah itu selalu datang dan berusaha menghancurkan kita, namun semua itu adalah seijin Tuhan agar kita siap diberkati dengan melimpah. Karena itu taat dan bertekunlah selalu dalam Tuhan.

2.Hidup dalam Kekudusan.
Kekudusan itu merupakan harga mati yang harus kita penuhi jika kita mau berkenan dihadapan Tuhan. Ibrani 12:14, “Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.”

Sekarang ini kita sedang diperhadapkan dengan berbagai godaan-godaan hidup, kita harus berani membayar harga untuk tetap kudus dalam kesemuanya itu sama seperti Yusuf yang menjaga hidupnya tetap kudus meskipun ada resiko yang besar dihadapannya, dia tidak takut sehingga Tuhan sangat mengasihinya dan memberkatinya dengan melimpah (bnd. Kejadian 6:1-3).

3.Tetap bersukacita dan selalu bersyukur
Efesus 5:19, “dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.”
Mazmur, kidung pujian dan nyanyian rohani berbicara tentang ucapan syukur kepada Tuhan, artinya dengan selalu bersyukur dan bersukacita atas keadaan kita maka Tuhan akan semakin melimpahkan berkat-berkat-Nya

Percaya Kepada Yesus

Pdt. Johan Lumoindong

Ayat Bacaan; Yohanes 9:35-41 (Orang yang buta sejak lahirnya)


Dalam Alkitab dikatakan bahwa Yesus datang kedalam dunia supaya manusia memiliki hidup dan damai sejahtera, tetapi dalam ayat diatas dikatakan Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta (Yohanes 9:39). Kedua hal ini sepertinya paradoks (bertentangan), tetapi sebenarnya tidak sama sekali, sebab ketika Yesus lahir, Ia membawa membawa hidup dan damai sejahtera bagi umat manusia, tetapi setelah Yesus dimuliakan Ia kemudian datang kembali sebagai hakim atas umat manusia.

Kisah ini menceritakan seorang yang buta dari kecil dan ketika berjumpa dengan Yesus dan murid-murid-Nya dekat kolam siloam. Murid-murid bertanya "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?" lalu Yesus menjawab: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.” Artinya Tuhan Yesus tidak mempersalahkan siapa yang bersalah dalam hal ini, Yesus hanya menekankan bahwa dengan kebutaan ini mujizat Tuhan dapat dinyatakan sehingga orang boleh melihat, datang dan percaya kepada Yesus. Kebutaan rohani jauh lebih berbahaya dari pada kebutaan fisik, sebab Kebutaan fisik bersifat sementara selama kita hidup di dunia, tetapi kebutaan rohani sifatnya kekal. Karena itu jangan pelihara kebutaaan rohani, banyaklah menggali, memahami dan melakukan firman supaya pengenalan kita akan Tuhan menjadi sempurna


Dari kisah ini kita dapat belajar beberapa hal penting:

1.Berjalanlah bersama Yesus.
Ketika dalam hidup kita diperhadapkan kepada dua pilihan yang sama-sama beresiko, maka hal ini menjadi buah simalakama bagi kita. Namun kita tidak perlu takut, Yesus sanggup memberikan kita jalan ketiga itu yaitu mujizat bagi orang yang mau mengikuti dirinya. Memang ada harga yang harus bayarkan ketika kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Harga itu bisa saja kita kehilangan keluarga, teman, pekerjaan dsb. Tetapi hal itu tidak boleh membuat kita undur diri sebab Tuhan yang akan membantu kita mengatasi semuanya.

2.Untuk mengenal Yesus tidak perlu sesuatu hal yang terlalu rumit.
Matius 9:37-38, “Kata Yesus kepadanya: "Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!" Katanya: "Aku percaya, Tuhan!" Lalu ia sujud menyembah-Nya.
Orang buta itu mengenal Yesus bukan dengan usaha sendiri tetapi Yesus sengaja datang dan membawa perubahan atas dirinya. Kita tidak perlu mengerjakan sesuatu yang terlalu rumit untuk mengenal Yesus.

Tuhan hanya membutuhkan hati yang mau dan rasa percaya dari kita.

Pelayanan Yang Berkenan Bagi Tuhan

Pdt.Johan Lumoindong

Ayat Bacaan: 2 Raja-raja 4:8-10


Cerita ini merupakan kisah Elisa hamba nabi Elia yang kemudian hari menggantikan dirinya menjadi nabi di Israel. Elisa adalah seorang pemuda yang sederhana yang diajak nabi Elia untuk ikut dengannya. Ketika nabi Elia diangkat Tuhan maka Elisalah yang menjadi pewaris dari pengurapan (kuasa Allah) yang ada dalam diri nabi Elisa.

Ditengah jaman yang semakin semakin jahat ini, kita harus semakin giat melayani Tuhan apapun kondisi atau keadaan kita. Jangan sampai kita mau melayani Tuhan hanya pada saat kita sedang berada dalam kondisi yang baik dan diberkati saja.

Melayani Tuhan bukan berarti harus menjadi seorang pendeta tetapi melayani di sini adalah memuliakan Tuhan dalam keluarga, pekerjaan dan segala aspek hidup kita. Tetapi ingat jangan melayani Tuhan hanya karena ingin berkat-Nya saja, tetapi layanilah Tuhan dengan motivasi yang benar, berkat-berkat itu secara otomatis akan mengikuti kita. Elisa melakukan hal itu dalam hidupnya sehingga ia tidak pernah mengalami kekurangan dalam hal apapun sebab Tuhan memelihara hidupnya melalui berbagai cara (1 Raja-raja 4:8).

Perempuan Sunem dalam kisah ini juga memberikan kita teladan yang baik dalam melayani Tuhan, Setiap kali Elisa melakukan perjalanan dalam pelayanannya, perempuan Sunem selalu mengundang dan bahkan menyediakan sebuah ruangan beserta isinya sebagai tempat Elisa beristirahat. Dalam hal ini dapat ditarik kesimpulan bahwa perempuan Sunem ini melayani mengalami peningkatan dalam pelayanan-Nya dari memberi makan sampai dengan menyediakan tempat tinggal bagi Elisa.

Ciri-ciri pelayan yang berkualitas (ay. 10):

1.Memiliki satu ruang khusus bagi Tuhan.
Kata “kamar atas”secara jasmani menunjuk kepada satu ruangan khusus yang harus kita sediakan bagi Tuhan yaitu ruang doa yang harus kita sediakan untuk kita bisa dengan tenang berkomunikasi dengan Tuhan. Secara rohani hal ini berarti harus ada satu ruang khusus dalam hati kita sebagai tempat tinggal untuk Tuhan dapat memerintah dalam hidup kita. Jika hal ini kita lakukan dengan baik maka hadirat Tuhan selalu berkenan untuk tinggal dan berkat - berkat-Nya pun akan tercurah bagi kita.

2.Mengambil waktu ditengah kesibukan untuk beristirahat.
Kata “sebuah tempat tidur” mengandung arti bahwa kita harus punya waktu untuk keluarga dan saudara-saudara kita. Jangan sampai kita terlalu sibuk sehingga tidak pernah memperhatikan keluarga kita. Selain itu tempat tidur juga berbicara tentang waktu untuk beristirahat. Jangan sampai karena mencari uang kita jatuh sakit (mazmur 127:2)

3.Harus mau berbagi dengan orang lain (sesama).
Meja berarti tempat untuk makan bersama artinya kita harus mau berbagi dengan sesama kita yang membutuhkan. Jangan terikat kepada harta dan tidak mau menolong orang lain.

4.Pelayanan yang berkualitas.
Kursi melambangkan otoritas artinya kita harus melekat dengan Tuhan sehingga otoritas dari Tuhan ada dalam diri kita. Ketika banyak masalah yang datang kita mampu menjalani dan menyelesaikannya dengan otoritas dari Tuhan.

5.Harus memiliki terang dalam hidup.
Kandil berbicara tentang pelayan yang berkualitas. Pelayanan yang paling baik adalah menjadi terang dalam lingkungan kita, hal ini supaya hidup kita dapat menjadi sorotan yang baik yang menjadi teladan dan penuntun orang kepada Kebenaran

Gaya Hidup Orang Percaya

Pdt.Johan Lumoindong

"Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku".
(Yohanes 14:6)


Ayat diatas merupakan jaminan kekal bagi orang-orang yang percaya dan mengasihi Tuhan. Namun bagaimanakah dengan orang-orang yang belum mengenal (menerima) Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya? Mereka itu merupakan tanggung jawab kita, ada harga yang harus kita bayar agar mereka dapat mengenal Yesus. Keluarga, teman-teman dan orang-orang yang belum menerima keselamatan dari Tuhan Yesus adalah merupakan bagian kita.

Perkataan ayat diatas merupakan "harga mati" yang tidak bisa ditawar lagi. Ayat itu bicara tentang keselamatan yang kekal. Namun keselamatan itu tidak ada hubungannya dengan orang-orang yang kelihatannya baik dan alim (dan tidak menerima Yesus sebagai Tuhan), sebab masalah keselamatan kekal dan Kerajaan Allah dapat diterima hanya melalui iman kepada Yesus Kristus.

Jadi betapa kita harus bersyukur dengan anugerah keselamatan yang telah Tuhan berikan. Sebab itu kita harus menjaga keselamatan ini dengan sungguh-sungguh.

Namun, mengapa masih ada orang Kristen yang hidupnya jauh dari sukacita? Karena mereka ini berpikir bahwa keselamatan dari Tuhan itu tidak cukup. Mereka berpikir bahwa ada hal-hal lain yang harus mereka lakukan untuk selamat. Padahal hanya dengan anugerah Tuhan-lah kita selamat, tidak ada yang bisa kita tambahkan. Sebab itu, kita harus belajar untuk melangkah lebih lagi dalam hal keselamatan yang telah Tuhan berikan itu. Jangan hanya diam saja. Kerjakan keselamatan itu!

Yesus berkata dalam ayat diatas bahwa "Akulah jalan", artinya bagaimana cara Yesus hidup itu juga cara hidup yang harus kita jalani. Hidup-Nya adalah contoh yang harus kita kerjakan. Seperti apakah gaya hidup orang percaya? Apakah banyak harta, populer dan "keren"? Bukan!


Gaya hidup orang percaya adalah:

1. Hidup bergaul karib dengan Allah.
Kejadian 5:21,22, "Setelah Henokh hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Metusalah. Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan".

Semakin kita bergaul dengan karib dan intim dengan Tuhan maka semakin "hebat" hidup kita. Kita akan mengalami perkenanan yang istimewa dari Tuhan. Bergaul intim dengan Tuhan di dalam doa pribadi setiap saat dengan tidak jemu-jemu, jangan hanya saat ibadah Minggu saja. Jangan hanya bergaul "kadang-kadang" , atau sesekali saja.
Seperti Henokh, saat dia bergaul karib dengan Tuhan, dia tidak ada lagi karena dia diangkat Tuhan (Kejadian 5:24). Demikian juga, saat kita bergaul karib dengan Tuhan, maka masalah seberat apapun akan "tidak ada lagi", karena masalah itu "sudah diangkat" Tuhan.

2. Bisa mengatur waktu.
Mazmur 6:7, "Lesu aku karena mengeluh; setiap malam aku menggenangi tempat tidurku, dengan air mataku aku membanjiri ranjangku".

Gaya hidup orang percaya ditentukan oleh bagaimana dia mengatur waktu dalam hidupnya. Sebab, pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik.
Siapkan waktu yang khusus dengan Tuhan. Jangan biarkan pergaulan dan kesibukan kita merusak hubungan persekutuan kita dengan Tuhan.

3. Bergaul dengan Firman (Alkitab).
Ezra 7:10, "Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel".

Sebagai orang percaya, kita harus memiliki kerinduan untuk meneliti (belajar) firman Tuhan dan melakukannya, barulah kita bisa mengajarkannya kepada orang-orang. Di dalam Alkitab kita akan menemukan banyak janji Tuhan bagi kita.

4. Hidup dipimpin Roh Allah.Kisah Rasul 13:2, "Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka."
Dalam menjalani hidup ini kita harus memberi diri kita dipimpin oleh Roh Kudus Allah. Orang yang hidup dalam Roh akan ada kuasa Allah mengalir di dalam dan melalui hidupnya, sehingga akan cakap menjalani hidupnya.


Tidak ada masalah yang terlalu besar untuk diselesaikan,Amin?