Pdt. Agus Gunawan
Bethany Church Sydney
Semua orang merayakan cinta. Tetapi seringkali cinta manusia dapat berubah. Hanya ada satu cinta yang tidak pernah berubah, yaitu cinta dan kasih dari Tuhan. Ada tiga hal yang membuat cinta Tuhan tidak akan berubah
1. God’s love is written by blood
Tuhan Yesus mati di atas kayu salib untuk kita semua. Di Israel, buah Zaitun itu diperas untuk mengeluarkan juice yang akan dipakai oleh iman2 untuk mengurapi. Ini melambangkan darah Yesus yang tercurah untuk kita semua. Yohanes 3:16 ‘Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya tidah binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal
2. God’s love never dies
Cinta manusia seringkali berubah, manusia bisa lupa. Tetapi cinta dari Tuhan tidak akan pernah berhenti
3. God’s love open the gate of heaven
Cinta Tuhan membukan pintu gerbang surga, tidak perduli masa lau saudara, Tuhan selalu mencintai saudara. Tidak ada sesuatupun yang saudara buat akan membuat Tuhan lebih mencintai saudara, dan tidak ada sesuatupun yang saudara buat akan membuact Tuhan membenci saudara.
Biarlah hari ini setiap kita boleh berjalan dengan penuh keyakinan bahwa Tuhan mencintai kita. Amin! (Baca: Mazmur 91)
TUHAN menambahi kita seribu kali lagi dari jumlah sekarang & memberkati seperti yang dijanjikan-Nya
Kebangkitan Besar
Sunday, April 3, 2011
Gehasi & Ketiga Keturunannya
Pdt Agus Gunawan
Bethany Church Sydney
Ayat bacaan : 2 Raja-raja 7:1-13
Dalam ayat bacaan di atas diceritakan tentang Gehasi dan ketiga keturunannya yang sedang mengalami kusta sehingga tidak boleh tinggal di dalam kota bersama bangsa Israel. Keempat orang ini melambangkan orang yang mengalami kegagalan dan menanggung akibat dari dosa yang dilakukannya. Akan tetapi melalui ayat bacaan di atas, Tuhan juga ingin menegaskan kepada kita bahwa di dalam Dia masih ada keselamatan. Ada tiga hal yang dapat kita pelajari:
1. Selalu ada kesempatan
Yesus adalah gembala kita yang baik. Dia memanggil kita dengan nama kita. Dia mencari domba yang hilang sampai ditemukan. Jangan kita pernah menyerah, tetapi ikuti contoh keempat orang kusta. Mereka tidak duduk-duduk menunggu kematian, tetapi melangkah melakukan sesuatu dan pada akhirnya mereka disembuhkan.
2. Ambil langkah iman
Mari kita maju melangkah meskipun itu sepertinya tidak masuk di akal. Ketika kita mengambil langkah maju dengan iman maka Tuhan akan menyertai kita karena Dia tidak akan meninggalkan kita. Keempat orang kusta yang lemah itu mau melangkah dengan iman untuk menuju perkemahan orang Aram. Tuhan menyertai mereka dan membuat semua orang Aram melarikan diri meninggalkan seluruh harta benda mereka.
3. Membagi dengan orang lain
Gehasi dan ketiga keturunannya mendapat jarahan dari orang Aram berupa makanan dan segala macam harta benda. Tetapi mereka mengambil keputusan untuk memberitahu orang Israel dan membagi dengan mereka. Ketika kita memikirkan dan mempedulikan orang lain, Tuhan sendiri yang akan memulihkan kita. Iman tanpa perbuatan adalah mati.
Tuhan Yesus memberkati.
Bethany Church Sydney
Ayat bacaan : 2 Raja-raja 7:1-13
Dalam ayat bacaan di atas diceritakan tentang Gehasi dan ketiga keturunannya yang sedang mengalami kusta sehingga tidak boleh tinggal di dalam kota bersama bangsa Israel. Keempat orang ini melambangkan orang yang mengalami kegagalan dan menanggung akibat dari dosa yang dilakukannya. Akan tetapi melalui ayat bacaan di atas, Tuhan juga ingin menegaskan kepada kita bahwa di dalam Dia masih ada keselamatan. Ada tiga hal yang dapat kita pelajari:
1. Selalu ada kesempatan
Yesus adalah gembala kita yang baik. Dia memanggil kita dengan nama kita. Dia mencari domba yang hilang sampai ditemukan. Jangan kita pernah menyerah, tetapi ikuti contoh keempat orang kusta. Mereka tidak duduk-duduk menunggu kematian, tetapi melangkah melakukan sesuatu dan pada akhirnya mereka disembuhkan.
2. Ambil langkah iman
Mari kita maju melangkah meskipun itu sepertinya tidak masuk di akal. Ketika kita mengambil langkah maju dengan iman maka Tuhan akan menyertai kita karena Dia tidak akan meninggalkan kita. Keempat orang kusta yang lemah itu mau melangkah dengan iman untuk menuju perkemahan orang Aram. Tuhan menyertai mereka dan membuat semua orang Aram melarikan diri meninggalkan seluruh harta benda mereka.
3. Membagi dengan orang lain
Gehasi dan ketiga keturunannya mendapat jarahan dari orang Aram berupa makanan dan segala macam harta benda. Tetapi mereka mengambil keputusan untuk memberitahu orang Israel dan membagi dengan mereka. Ketika kita memikirkan dan mempedulikan orang lain, Tuhan sendiri yang akan memulihkan kita. Iman tanpa perbuatan adalah mati.
Tuhan Yesus memberkati.
Teladan Yosua
Pdt Agus Gunawan
Bethany Church Sydney
Ayat bacaan Keluaran 33:11
Yosua adalah salah satu tokoh di Alkitab yang luar biasa karena Alkitab tidak pernah menuliskan kesalahan atau kelemahan Yosua. Dia juga adalah satu-satunya jenderal yang mengalahkan 33 kerajaan. Selain itu Yosua juga memiliki banyak kesamaan dengan Yesus.
Yosua memiliki arti nama yang sama dengan Yesus. Yosua memimpin bangsa Israel masuk ke tanah perjanjian, seperti Yesus yang memimpin umatnya masuk ke dalam kerajaan surga. Yosua mengajar bangsa Israel untuk percaya kepada firman, seperti Yesus yang juga mengajar untuk percaya kepada Bapa. Yosua dan Yesus adalah agen yang melaksanakan pengampunan dan penghakiman.
Ada tiga hal yang dapat kita pelajari dari Yosua:
1. Yosua cinta hadirat Tuhan Yosua selalu mengikuti Musa ketika bertemu dengan Tuhan dan ketika Musa keluar, Yosua tetap tinggal di kemah tabernakel. Setiap kali Musa selesai bertemu dengan Tuhan mukanya memancarkan cahaya kemuliaan akan tetapi cahaya ini akan pudar setelah beberapa saat. Seperti Daud yang ingin diam di rumah Tuhan seumur hidupnya demikian juga dengan Yosua yang selalu ingin tinggal di kemah tabernakel untuk dekat dengan tabut perjanjian.
2. Yosua memprioritaskan Tuhan
Ketika akan menyeberangi sungai untuk berperang, Yosua berhenti dahulu dan membangun mezbah untuk Tuhan dan membacakan taurat-Nya. Yosua menempatkan Tuhan di atas segala yang dia akan lakukan.
3. Yosua tidak pernah berhenti percaya Tuhan Yosua adalah salah satu mata-mata yang diutus oleh Musa untuk mengintai dan melihat tanah perjanjian. Dia sudah melihat betapa subur dan bagusnya tanah perjanjian itu. Akan tetapi Tuhan membawa bangsa Israel untuk hidup di padang gurun selama 40 tahun, dan dalam waktu itu Yosua tidak pernah berhenti percaya kepada Tuhan bahwa suatu saat ia dan bangsa Israel akan masuk, menduduki dan tinggal di tanah yang sudah dijanjikan Tuhan kepada mereka.
Tuhan Yesus memberkati
Bethany Church Sydney
Ayat bacaan Keluaran 33:11
Yosua adalah salah satu tokoh di Alkitab yang luar biasa karena Alkitab tidak pernah menuliskan kesalahan atau kelemahan Yosua. Dia juga adalah satu-satunya jenderal yang mengalahkan 33 kerajaan. Selain itu Yosua juga memiliki banyak kesamaan dengan Yesus.
Yosua memiliki arti nama yang sama dengan Yesus. Yosua memimpin bangsa Israel masuk ke tanah perjanjian, seperti Yesus yang memimpin umatnya masuk ke dalam kerajaan surga. Yosua mengajar bangsa Israel untuk percaya kepada firman, seperti Yesus yang juga mengajar untuk percaya kepada Bapa. Yosua dan Yesus adalah agen yang melaksanakan pengampunan dan penghakiman.
Ada tiga hal yang dapat kita pelajari dari Yosua:
1. Yosua cinta hadirat Tuhan Yosua selalu mengikuti Musa ketika bertemu dengan Tuhan dan ketika Musa keluar, Yosua tetap tinggal di kemah tabernakel. Setiap kali Musa selesai bertemu dengan Tuhan mukanya memancarkan cahaya kemuliaan akan tetapi cahaya ini akan pudar setelah beberapa saat. Seperti Daud yang ingin diam di rumah Tuhan seumur hidupnya demikian juga dengan Yosua yang selalu ingin tinggal di kemah tabernakel untuk dekat dengan tabut perjanjian.
2. Yosua memprioritaskan Tuhan
Ketika akan menyeberangi sungai untuk berperang, Yosua berhenti dahulu dan membangun mezbah untuk Tuhan dan membacakan taurat-Nya. Yosua menempatkan Tuhan di atas segala yang dia akan lakukan.
3. Yosua tidak pernah berhenti percaya Tuhan Yosua adalah salah satu mata-mata yang diutus oleh Musa untuk mengintai dan melihat tanah perjanjian. Dia sudah melihat betapa subur dan bagusnya tanah perjanjian itu. Akan tetapi Tuhan membawa bangsa Israel untuk hidup di padang gurun selama 40 tahun, dan dalam waktu itu Yosua tidak pernah berhenti percaya kepada Tuhan bahwa suatu saat ia dan bangsa Israel akan masuk, menduduki dan tinggal di tanah yang sudah dijanjikan Tuhan kepada mereka.
Tuhan Yesus memberkati
MeruntuhkanTembok Yeriko (Bag 3)
Pdt Agus Gunawan
Bethany Church Sydney
Ayat bacaan Yosua 6:10
Yosua memerintahkan kepada bangsa Israel untuk tidak mengeluarkan sepatah katapun selama mereka mengitari tembok Yeriko. Mengapa ia memberikan perintah seperti itu? Itu dilakukan agar bangsa Israel tidak mengeluarkan perkataan padang gurun dan bahasa Mesir, seperti yang dilakukan oleh orang tua mereka. Perkataan menggerutu, berkelahi, tidak puas dan sebagainya yang tidak berkenan dihadapan Allah.
Tuhan memberikan mulut kepada kita untuk kita melakukan mujizat dan perkara-perkara yang ajaib. Mulut kita harus selalu memperkatakan perkataan iman. Mulut kita harus menjauhi perkataan yang menggerutu dan protes.
Mari kita mulai berhenti menggerutu. Terkadang dalam hidup ini Tuhan mengijinkan perkara-perkara kecil yang tidak enak untuk terjadi dalam hidup kita, tetapi hendaklah kita selalu mengeluarkan perkataan yang manis dan ucapan syukur dan perkataan iman dan pengharapan akan pertolongan dan anugrah Tuhan.
Jika kita ingin merobohkan “tembok Yeriko” maka kita harus berhenti total dari perkataan kotor yaitu perkataan yang tidak beriman, pahit, amarah, gossip dan gerutu) dan mengeluarkan perkataan yang membangun.
Bethany Church Sydney
Ayat bacaan Yosua 6:10
Yosua memerintahkan kepada bangsa Israel untuk tidak mengeluarkan sepatah katapun selama mereka mengitari tembok Yeriko. Mengapa ia memberikan perintah seperti itu? Itu dilakukan agar bangsa Israel tidak mengeluarkan perkataan padang gurun dan bahasa Mesir, seperti yang dilakukan oleh orang tua mereka. Perkataan menggerutu, berkelahi, tidak puas dan sebagainya yang tidak berkenan dihadapan Allah.
Tuhan memberikan mulut kepada kita untuk kita melakukan mujizat dan perkara-perkara yang ajaib. Mulut kita harus selalu memperkatakan perkataan iman. Mulut kita harus menjauhi perkataan yang menggerutu dan protes.
Mari kita mulai berhenti menggerutu. Terkadang dalam hidup ini Tuhan mengijinkan perkara-perkara kecil yang tidak enak untuk terjadi dalam hidup kita, tetapi hendaklah kita selalu mengeluarkan perkataan yang manis dan ucapan syukur dan perkataan iman dan pengharapan akan pertolongan dan anugrah Tuhan.
Jika kita ingin merobohkan “tembok Yeriko” maka kita harus berhenti total dari perkataan kotor yaitu perkataan yang tidak beriman, pahit, amarah, gossip dan gerutu) dan mengeluarkan perkataan yang membangun.
MeruntuhkanTembok Yeriko (Bag 2)
Pdt Agus Gunawan
Bethany Church Sydney
Ayat bacaan Yosua 6:16 & 2 Korintus 10:4
Senjata yang digunakan oleh bangsa Israel untuk masuk ke kota Yeriko adalah senjata yang Tuhan berikan dan itu bukanlah senjata duniawi. Tetapi senjata yang Tuhan berikan adalah senjata yang diperlengkapi kuasa Tuhan yang sanggup untuk meruntuhkan banteng atau tembok apapun juga. Ada dua senjata yang diberikan Tuhan:
1. Senjata firman
Selama enam hari bangsa Israel mengelilingi tembok Yeriko tanpa mengeluarkan sepatah katapun, tetapi pada hari yang ketuju mereka bersorak dan memperkatakan firman Tuhan. Alkitab tidak mencatat perkataan yang mereka keluarkan, akan tetapi dengan iman kita boleh meyakini bahwa bangsa Israel memperkatakan kebesaran, kedahsyatan, kemurahan, keagungan dan kekuatan dari Tuhan yang mereka sembah. Perkataan firman adalah senjata yang merobohkan tembok Yeriko, perkataan firman jugalah yang akan merobohkan “tembok Yeriko” kita. Firman Tuhan adalah senjata yang kita gunakan untuk menyerang dan menghancurkan tembok di depan kita.
2. Senjata pujian dan penyembahan
Selama enam hari bangsa Israel tidak berkata-kata, tetapi pada hari yang ketuju para imam meniupkan sangkakala yang kemudian diikuti oleh teriakan bangsa Israel. Sangkakala dan teriakan bangsa Israel menandakan pujian dan penyembahan mereka kepada Tuhan dan pada saat mereka memuji dan menyembah Tuhan maka malaikat-malaikat Tuhan juga ikut membantu dan mengelilingi tembok Yeriko. Sangkakala diambil dari tanduk domba jantan, dan ini adalah pengorbanan. Setiap penyembahan selalu disertai dengan pengorbanan. Ketika kita lelah, sakit atau mengantuk marilah kita tetap melakukan pujian dan penyembahan kita kepada Bapa, maka Bapa pasti akan menolong kita merobohkan “tembok Yeriko” kita.
Bethany Church Sydney
Ayat bacaan Yosua 6:16 & 2 Korintus 10:4
Senjata yang digunakan oleh bangsa Israel untuk masuk ke kota Yeriko adalah senjata yang Tuhan berikan dan itu bukanlah senjata duniawi. Tetapi senjata yang Tuhan berikan adalah senjata yang diperlengkapi kuasa Tuhan yang sanggup untuk meruntuhkan banteng atau tembok apapun juga. Ada dua senjata yang diberikan Tuhan:
1. Senjata firman
Selama enam hari bangsa Israel mengelilingi tembok Yeriko tanpa mengeluarkan sepatah katapun, tetapi pada hari yang ketuju mereka bersorak dan memperkatakan firman Tuhan. Alkitab tidak mencatat perkataan yang mereka keluarkan, akan tetapi dengan iman kita boleh meyakini bahwa bangsa Israel memperkatakan kebesaran, kedahsyatan, kemurahan, keagungan dan kekuatan dari Tuhan yang mereka sembah. Perkataan firman adalah senjata yang merobohkan tembok Yeriko, perkataan firman jugalah yang akan merobohkan “tembok Yeriko” kita. Firman Tuhan adalah senjata yang kita gunakan untuk menyerang dan menghancurkan tembok di depan kita.
2. Senjata pujian dan penyembahan
Selama enam hari bangsa Israel tidak berkata-kata, tetapi pada hari yang ketuju para imam meniupkan sangkakala yang kemudian diikuti oleh teriakan bangsa Israel. Sangkakala dan teriakan bangsa Israel menandakan pujian dan penyembahan mereka kepada Tuhan dan pada saat mereka memuji dan menyembah Tuhan maka malaikat-malaikat Tuhan juga ikut membantu dan mengelilingi tembok Yeriko. Sangkakala diambil dari tanduk domba jantan, dan ini adalah pengorbanan. Setiap penyembahan selalu disertai dengan pengorbanan. Ketika kita lelah, sakit atau mengantuk marilah kita tetap melakukan pujian dan penyembahan kita kepada Bapa, maka Bapa pasti akan menolong kita merobohkan “tembok Yeriko” kita.
Meruntuhkan Tembok Yeriko (Bag 1)
Pdt Agus Gunawan
Bethany Church Sydney
Ayat bacaan Ulangan 8:18
Tuhan sudah menjanjikan kepada bangsa Israel sejak jaman Abraham bahwa bangsa Israel akan menempati dan tinggal di tanah yang subur akan susu dan madu, tanah perjanjian. Mengetahui akan janji ini bangsa Israel sudah menjadikannya sebagai impian mereka selama mereka tinggal sebagai budak di tanah Mesir bahwa pada suatu hari mereka akan menempati tanah perjanjian tersebut.
Ketika mereka sudah keluar dari tanah Mesir dan akan memasuki tanah perjanjian, mereka harus melewati halangan pertama yaitu kota Yeriko dengan temboknya yang kokoh. Kota Yeriko memiliki dua tembok yang tebal dan tinggi yang kelihatannya tidak mungkin untuk ditembus.
Tembok Yeriko ini juga bisa melambangkan tantangan, halangan, masalah atau kesulitan yang kita hadapi saat ini. Tetapi kita harus belajar seperti bangsa Israel pada waktu itu yang dipimpin oleh Yosua untuk taat dan percaya bahwa bersama Tuhan kita akan mampu meruntuhkan tembok apapun yang ada di hadapan kita. Tembok itu hanya bisa diruntuhkan dengan iman, dan pada bagian pertama ini akan kita pelajari dua hal yang dapat kita lakukan untuk meruntuhkan tembok dengan iman:
1. Awali dengan pujian (Yosua 5:13-15)
Melihat tembok Yeriko, Yosua sadar bahwa ia tidak memiliki orang-orang yang memiliki pengalaman berperang. Ia juga tidak memiliki senjata yang dapat dipakai untuk berperang. Yosua sadar sepenuhnya bahwa ia membutuhkan Tuhan dan ia mau mencari dengan penuh pujian Tuhan. Ketika kita mencari Tuhan dengan pujian, Tuhan akan mengijinkan kita untuk menemukan-Nya.
2. Berserah / ketaatan total
Tuhan memerintahkan kepada Yosua untuk mengumpulkan imam-imam dan berjalan mengelilingi tembok Yeriko satu kali selama enam hari berturu-turut dengan tidak mengeluarkan sepatah katapun ditengah teriakan dan mungkin cemooh dari penduduk Yeriko. Seringkali apa yang diperintahkan Tuhan kepada kita sangat sederhana bahkan cenderung tidak masuk di akal, tetapi inilah yang Tuhan inginkan dari kita ketaatan total kepada perintah-Nya.
Bethany Church Sydney
Ayat bacaan Ulangan 8:18
Tuhan sudah menjanjikan kepada bangsa Israel sejak jaman Abraham bahwa bangsa Israel akan menempati dan tinggal di tanah yang subur akan susu dan madu, tanah perjanjian. Mengetahui akan janji ini bangsa Israel sudah menjadikannya sebagai impian mereka selama mereka tinggal sebagai budak di tanah Mesir bahwa pada suatu hari mereka akan menempati tanah perjanjian tersebut.
Ketika mereka sudah keluar dari tanah Mesir dan akan memasuki tanah perjanjian, mereka harus melewati halangan pertama yaitu kota Yeriko dengan temboknya yang kokoh. Kota Yeriko memiliki dua tembok yang tebal dan tinggi yang kelihatannya tidak mungkin untuk ditembus.
Tembok Yeriko ini juga bisa melambangkan tantangan, halangan, masalah atau kesulitan yang kita hadapi saat ini. Tetapi kita harus belajar seperti bangsa Israel pada waktu itu yang dipimpin oleh Yosua untuk taat dan percaya bahwa bersama Tuhan kita akan mampu meruntuhkan tembok apapun yang ada di hadapan kita. Tembok itu hanya bisa diruntuhkan dengan iman, dan pada bagian pertama ini akan kita pelajari dua hal yang dapat kita lakukan untuk meruntuhkan tembok dengan iman:
1. Awali dengan pujian (Yosua 5:13-15)
Melihat tembok Yeriko, Yosua sadar bahwa ia tidak memiliki orang-orang yang memiliki pengalaman berperang. Ia juga tidak memiliki senjata yang dapat dipakai untuk berperang. Yosua sadar sepenuhnya bahwa ia membutuhkan Tuhan dan ia mau mencari dengan penuh pujian Tuhan. Ketika kita mencari Tuhan dengan pujian, Tuhan akan mengijinkan kita untuk menemukan-Nya.
2. Berserah / ketaatan total
Tuhan memerintahkan kepada Yosua untuk mengumpulkan imam-imam dan berjalan mengelilingi tembok Yeriko satu kali selama enam hari berturu-turut dengan tidak mengeluarkan sepatah katapun ditengah teriakan dan mungkin cemooh dari penduduk Yeriko. Seringkali apa yang diperintahkan Tuhan kepada kita sangat sederhana bahkan cenderung tidak masuk di akal, tetapi inilah yang Tuhan inginkan dari kita ketaatan total kepada perintah-Nya.
Friday, April 1, 2011
Tetaplah Percaya
Pdt.Prof.DR. Abraham Alex T. Ph.D
Graha Bethany Nginden
”Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya. Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.”
Ibrani 10:35-36
Saudara, berapa banyak orang Kristen yang terlalu mudah untuk melepaskan atau undur dari iman percaya mereka oleh karena kedudukan, jabatan, harta kekayaan, jodoh dan lain sebagainya. Dan mereka menganggap bahwa pengorbanan Yesus di atas kayu salib terlalu rendah, sehingga mereka tidak mau mempertahankan kepercayaan mereka. Namun kali ini firman Tuhan menasehatkan untuk tidak undur dari iman kita. Karena apabila kita melakukan dengan tekun maka kita akan menerima upah yang besar. Selain itu, tanpa iman seseorang tidak akan berkenan di hadapan Allah.
Apabila kita meneliti kembali kisah daripada Abraham yang terdapat dalam Kejadian 12, maka kita akan belajar banyak hal mengenai hidup yang percaya kepada Tuhan; yaitu tatkala Abraham dipanggil Tuhan untuk keluar dari sanak saudaranya dan pergi ke suatu negeri yang ditunjukkan Tuhan. Sedangkan negeri yang hendak dituju masih belum diketahui posisinya dimana maupun namanya, tetapi Abraham hanya mempercayakan hidupnya kepada Tuhan. Dia hanya melakukan apa yang diperintahkan Tuhan kepadanya. Adapun yang melatar belakangi Abraham menjawab “ya Tuhan” (sebagai tanda ketaatannya) adalah ia sungguh meyakini apa yang telah difirmankan Tuhan yaitu ia akan menerima berkat Tuhan yang luar biasa yaitu hari depan yang baik. Bahkan, jikalau kita melihat perjalanan hidup Abraham maka kita tidak akan pernah hidup dalam ketakutan ataupun kekuatiran, karena sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.” Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup (Roma 4:18-19).
Saudara, percaya itu ada dasarnya. Tatkala Tuhan memanggil saya (Pdt. Abraham Alex T.) tahun 1965. Pada waktu itu saya mengikuti ibadah kebangunan rohani, dan hamba Tuhan yang berkhotbah saat itu bernubuat untuk saya, katanya “son serve Me” (anakku layanilah Aku) Lalu apakah respon saya ? saat itu saya tertawa karena tidak percaya, sebab saya berpikir bahwa seorang pedagang tidak mungkin menjadi seorang pendeta. Disamping itu saya masih ragu-ragu dengan profesi pendeta, karena di dalamnya penuh dengan pertengkaran, kedengkian maupun kebencian. Namun bagaimanapun juga Allah tidak berhenti untuk menyatakan kerinduanNya untuk memakai saya sebagai alatNya. Dan beberapa waktu kemudian saya sempat menabrak seorang anak yang hampir mati. Dan saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan kecuali menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan, sehingga anak yang saya tabrak tidak menjadi mati tetapi mengalami mujizat yang luar biasa, dan anak itu menjadi sembuh. Dan sejak saat itulah saya mulai percaya bahwa saya benar-benar dipanggil Tuhan untuk melayaniNya. Oleh sebab itu, apabila kita dipanggil Tuhan untuk melayaniNya, janganlah kita menunda atau menunggu sampai kita mengalami persoalan yang berat. Karena apabila Tuhan memanggil kita, Ia sudah mempersiapkan kita untuk melakukan perkara-perkara yang besar dan menjadi berkat bagi banyak orang.
Apabila kita meresponi panggilan Tuhan maka kita akan hidup dalam perlindungan Allah, dan perlindungan Allah itu sungguh sempurna. Bahkan Tuhan akan mengutuk orang yang mengutuk kita dan Dia akan memberkati orang yang memberkati kita. Dibalik kepercayaan ada upah yang besar; untuk itu janganlah ragu terhadap segala janji Tuhan, karena janji Tuhan yang disampaikan disertai dengan sumpah. Dan Allah tidak pernah mengingkari atau lalai terhadap janjiNya sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat (II Petrus 3:9).
Perkara besar tidak akan pernah terjadi apabila kita tidak taat dalam perkara yang kecil. Ketika saya (Pdt. Abraham Alex T.) disuruh Tuhan untuk mendirikan gereja di Mojokerto maka saya melakukannya, bahkan sampai segala sesuatu yang kami punyai habis untuk mendirikan beberapa gereja. Dan setelah terbangun 14 gereja, Tuhan menyuruh untuk pergi ke Surabaya, sehingga saya harus mengawali dari nol karena semua harta kami sudah ditabur untuk pembangunan gereja. Tapi hal ini tidak membuat kami putus asa karena Tuhan sudah mempersiapkan hal baik bagi kami. Akhirnya Tuhan menyuruh untuk membangun gereja Bethany Manyar, dan setelah membangun gereja Manyar, saya disuruh untuk mendirikan gereja Nginden sampai pada akhirnya mendirikan Menara Doa Jakarta.
Saudara, segala perkara yang saya lakukan sepanjang perjalanan pelayanan saya diluar kekuatan manusia tetapi semuanya itu bisa terjadi karena yang saya lakukan hanya taat dan percaya sepenuhnya kepada Tuhan. Dan saya yakin bahwa Allah sedang mempersiapkan berkat yang luar biasa, termasuk bagi saudara juga. Memang sementara kita melakukan kehendak Allah tidak langsung diberkati, karena kalau lihat perjalanan dari Abraham juga mengalami kesukaran demi kesukaran tetapi dia tidak menemui jalan mati. Sehingga kesukaran itu menjadi mudah bagi Abraham. Abraham juga pernah mengalami kelaparan sehingga ia harus pergi ke Mesir. Abraham juga mengalami persoalan rumah tangga, dimana istrinya mau diambil Firaun, tetapi Tuhan melindungi. Walaupun Abraham mengalami berbagai macam persoalan tetapi ia tetap meyakini bahwa Allah sanggup memelihara dia dan keluarganya. Bahkan dia juga harus berperang melawan raja-raja Timur untuk menolong Lot seperti yang tertulis dalam Kejadian 14. Dan akhirnya peperangan dimenangkan oleh Abraham.
Kehidupan Abraham penuh dengan liku-liku, dan ia sempat mengambil keputusan yang salah, sehingga lahirlah Ismail. Dan supaya ia benar kembali maka ia mengambil keputusan yang tegas untuk menjawa “ya Tuhan” terhadap segala yang diperintahkan Tuhan, termasuk harus menyerahkan anaknya sebagai korban bagi Tuhan. Walaupun pada akhirnya Tuhan menyediakan domba sebagai ganti korban bagi Tuhan. Selain itu Abraham diperintahkn untuk mengusir budaknya yaitu Hagar beserta anaknya. Memang hal ini sempat membuat hati Abraham sebal tetapi karena berani mengambil keputusan yang tegas maka ia berada dalam posisi yang benar dan janji-janji Tuhan digenapi dalam hidupnya (Kejadian 21:8-12). Demikianlah dalam kehidupan ini, kita dituntut untuk tegas mengusir dosa yang tersembunyi dalam kehidupan kita walaupun sempat membuat kita sebal, tetapi apabila kita melakukannya maka kita yang percaya pada Kristus berhak menerima berkat-berkat Abraham, seperti yang tertulis dalam Galatia 3:29. Amin.
Graha Bethany Nginden
”Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya. Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.”
Ibrani 10:35-36
Saudara, berapa banyak orang Kristen yang terlalu mudah untuk melepaskan atau undur dari iman percaya mereka oleh karena kedudukan, jabatan, harta kekayaan, jodoh dan lain sebagainya. Dan mereka menganggap bahwa pengorbanan Yesus di atas kayu salib terlalu rendah, sehingga mereka tidak mau mempertahankan kepercayaan mereka. Namun kali ini firman Tuhan menasehatkan untuk tidak undur dari iman kita. Karena apabila kita melakukan dengan tekun maka kita akan menerima upah yang besar. Selain itu, tanpa iman seseorang tidak akan berkenan di hadapan Allah.
Apabila kita meneliti kembali kisah daripada Abraham yang terdapat dalam Kejadian 12, maka kita akan belajar banyak hal mengenai hidup yang percaya kepada Tuhan; yaitu tatkala Abraham dipanggil Tuhan untuk keluar dari sanak saudaranya dan pergi ke suatu negeri yang ditunjukkan Tuhan. Sedangkan negeri yang hendak dituju masih belum diketahui posisinya dimana maupun namanya, tetapi Abraham hanya mempercayakan hidupnya kepada Tuhan. Dia hanya melakukan apa yang diperintahkan Tuhan kepadanya. Adapun yang melatar belakangi Abraham menjawab “ya Tuhan” (sebagai tanda ketaatannya) adalah ia sungguh meyakini apa yang telah difirmankan Tuhan yaitu ia akan menerima berkat Tuhan yang luar biasa yaitu hari depan yang baik. Bahkan, jikalau kita melihat perjalanan hidup Abraham maka kita tidak akan pernah hidup dalam ketakutan ataupun kekuatiran, karena sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.” Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup (Roma 4:18-19).
Saudara, percaya itu ada dasarnya. Tatkala Tuhan memanggil saya (Pdt. Abraham Alex T.) tahun 1965. Pada waktu itu saya mengikuti ibadah kebangunan rohani, dan hamba Tuhan yang berkhotbah saat itu bernubuat untuk saya, katanya “son serve Me” (anakku layanilah Aku) Lalu apakah respon saya ? saat itu saya tertawa karena tidak percaya, sebab saya berpikir bahwa seorang pedagang tidak mungkin menjadi seorang pendeta. Disamping itu saya masih ragu-ragu dengan profesi pendeta, karena di dalamnya penuh dengan pertengkaran, kedengkian maupun kebencian. Namun bagaimanapun juga Allah tidak berhenti untuk menyatakan kerinduanNya untuk memakai saya sebagai alatNya. Dan beberapa waktu kemudian saya sempat menabrak seorang anak yang hampir mati. Dan saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan kecuali menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan, sehingga anak yang saya tabrak tidak menjadi mati tetapi mengalami mujizat yang luar biasa, dan anak itu menjadi sembuh. Dan sejak saat itulah saya mulai percaya bahwa saya benar-benar dipanggil Tuhan untuk melayaniNya. Oleh sebab itu, apabila kita dipanggil Tuhan untuk melayaniNya, janganlah kita menunda atau menunggu sampai kita mengalami persoalan yang berat. Karena apabila Tuhan memanggil kita, Ia sudah mempersiapkan kita untuk melakukan perkara-perkara yang besar dan menjadi berkat bagi banyak orang.
Apabila kita meresponi panggilan Tuhan maka kita akan hidup dalam perlindungan Allah, dan perlindungan Allah itu sungguh sempurna. Bahkan Tuhan akan mengutuk orang yang mengutuk kita dan Dia akan memberkati orang yang memberkati kita. Dibalik kepercayaan ada upah yang besar; untuk itu janganlah ragu terhadap segala janji Tuhan, karena janji Tuhan yang disampaikan disertai dengan sumpah. Dan Allah tidak pernah mengingkari atau lalai terhadap janjiNya sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat (II Petrus 3:9).
Perkara besar tidak akan pernah terjadi apabila kita tidak taat dalam perkara yang kecil. Ketika saya (Pdt. Abraham Alex T.) disuruh Tuhan untuk mendirikan gereja di Mojokerto maka saya melakukannya, bahkan sampai segala sesuatu yang kami punyai habis untuk mendirikan beberapa gereja. Dan setelah terbangun 14 gereja, Tuhan menyuruh untuk pergi ke Surabaya, sehingga saya harus mengawali dari nol karena semua harta kami sudah ditabur untuk pembangunan gereja. Tapi hal ini tidak membuat kami putus asa karena Tuhan sudah mempersiapkan hal baik bagi kami. Akhirnya Tuhan menyuruh untuk membangun gereja Bethany Manyar, dan setelah membangun gereja Manyar, saya disuruh untuk mendirikan gereja Nginden sampai pada akhirnya mendirikan Menara Doa Jakarta.
Saudara, segala perkara yang saya lakukan sepanjang perjalanan pelayanan saya diluar kekuatan manusia tetapi semuanya itu bisa terjadi karena yang saya lakukan hanya taat dan percaya sepenuhnya kepada Tuhan. Dan saya yakin bahwa Allah sedang mempersiapkan berkat yang luar biasa, termasuk bagi saudara juga. Memang sementara kita melakukan kehendak Allah tidak langsung diberkati, karena kalau lihat perjalanan dari Abraham juga mengalami kesukaran demi kesukaran tetapi dia tidak menemui jalan mati. Sehingga kesukaran itu menjadi mudah bagi Abraham. Abraham juga pernah mengalami kelaparan sehingga ia harus pergi ke Mesir. Abraham juga mengalami persoalan rumah tangga, dimana istrinya mau diambil Firaun, tetapi Tuhan melindungi. Walaupun Abraham mengalami berbagai macam persoalan tetapi ia tetap meyakini bahwa Allah sanggup memelihara dia dan keluarganya. Bahkan dia juga harus berperang melawan raja-raja Timur untuk menolong Lot seperti yang tertulis dalam Kejadian 14. Dan akhirnya peperangan dimenangkan oleh Abraham.
Kehidupan Abraham penuh dengan liku-liku, dan ia sempat mengambil keputusan yang salah, sehingga lahirlah Ismail. Dan supaya ia benar kembali maka ia mengambil keputusan yang tegas untuk menjawa “ya Tuhan” terhadap segala yang diperintahkan Tuhan, termasuk harus menyerahkan anaknya sebagai korban bagi Tuhan. Walaupun pada akhirnya Tuhan menyediakan domba sebagai ganti korban bagi Tuhan. Selain itu Abraham diperintahkn untuk mengusir budaknya yaitu Hagar beserta anaknya. Memang hal ini sempat membuat hati Abraham sebal tetapi karena berani mengambil keputusan yang tegas maka ia berada dalam posisi yang benar dan janji-janji Tuhan digenapi dalam hidupnya (Kejadian 21:8-12). Demikianlah dalam kehidupan ini, kita dituntut untuk tegas mengusir dosa yang tersembunyi dalam kehidupan kita walaupun sempat membuat kita sebal, tetapi apabila kita melakukannya maka kita yang percaya pada Kristus berhak menerima berkat-berkat Abraham, seperti yang tertulis dalam Galatia 3:29. Amin.
Subscribe to:
Posts (Atom)