Pdt.Prof.DR. Abraham Alex T. Ph.D
Pelayanan Tuhan Yesus dimulai saat di padang gurun. Dia telah dicobai iblis sebanyak tiga kali, namun Dia telah benar-benar sanggup menguasai diriNya, sampai pelayananNya di taman Getsemani.
Pengalaman Tuhan di taman Getsmani adalah “Obey The Lord” mutlak (Taat terhadap kehendak Allah). Memang, secara daging Tuhan Yesus saat di taman Getsmani sempat mengatakan : “Bapa kalau boleh cawan ini berlalu, tetapi bukan kehendakKu yang terjadi, melainkan kehendakMu yang terjadi.” Hal ini dilakukanNya beberapa kali sampai malaikat Allah turun menguatkan Dia. Selain ketaatan, Ia juga merasakan takut terhadap kematian yang akan segera Dia hadapi. Disini ada ketaatan yang mutlak, sampai Ia mati di atas kayu salib.
Kematian Tuhan Yesus mengandung pengertian yang luar biasa. Banyak orang berpengertian bahwa kematian Tuhan Yesus hanya untuk menebus dosa saja, padahal sebenarnya memiliki arti yang lebih dalam lagi. Untuk lebih jelas lagi, kita akan membaca Ibrani 9:16-18 “Sebab di mana ada wasiat, di situ harus diberitahukan tentang kematian pembuat wasiat itu. Karena suatu wasiat barulah sah, kalau pembuat wasiat itu telah mati, sebab ia tidak berlaku, selama pembuat wasiat itu masih hidup. Itulah sebabnya, maka perjanjian yang pertama tidak disahkan tanpa darah.”
Apabila kita perhatikan ayat di atas, maka kematian Yesus Kristus ada hubungannya dengan wasiat yang diberikan kepada kita. Mungkin timbul bertanya dalam diri kita : “apa yang Tuhan Yesus miliki sehingga Ia memberikan wasiat kepada kita ?” Memang, tujuan utama Tuhan Yesus mati adalah untuk menebus dosa kita, tetapi disisi lain Ia hendak melepaskan suatu wasiat. Karena dengan kematianlah maka surat wasiat itu dapat dikatakan sah, tetapi apabila seseorang yang memberikan suatu wasiat belum mati, maka wasiat itu belum sah. Sedangkan yang memberi wasiat kepada kita sangat unik sekali, karena Ia telah mati dan pada hari yang ketiga Ia bangkit. Lalu apakah wasiat itu tidak sah lagi ? Tidak ! Karena kebangkitanNya mempersiapkan kita pada kehidupan yang kekal.
Kalau demikian, betapa kayanya kita semua yang mendapat anugerah yang luar biasa. Tetapi kalau kita hanya menjadi orang Kristen yang bertumbuh lambat (tidak pernah dewasa) dan tidak mengerti hal ini maka kita tidak akan menikmati berkat ini.
Kuasa kekayaan, hikmat, kekuatan, hormat dan puji-pujian ini sebenarnya sudah dijanjikan oleh Allah kepada Abraham dan keturunannya, meskipun untuk mendapatkan penggenapannya harus mengalami berbagai macam tantangan. Tetapi kita akan melihat salah satu contoh keturunan Abraham yang mendapat hak waris secara langsung dari Allah, yaitu Yakub. Yakub memang tidak menerima warisan secara siklus, seperti yang Ishak terima dari Abraham. Tetapi Tuhan memberikan berkat secara luar biasa kepada Yakub, yaitu dua pasukan yang besar. Padahal ketika Yakub keluar dari rumah, ia hanya membawa sebuah tongkat. Namun melalui tongkat inilah setiap orang dapat membaca riwayat Yakub. Karena, setiap kali Yakub bertemu dengan Tuhan atau mengalami pertolongan Tuhan, ia selalu mengukir kisah perjalanannya pada tongkat itu (Kejadian 32:9-10).
Lalu siapa saja yang berhak menerima hak waris dari Allah ?
1. Mereka Yang Disebut Sebagai Anak.
Supaya kita disebut sebagi anak Allah, maka kita harus percaya kepada Tuhan Yesus. Karena ketika pertama kita percaya kepada Kristus; maka kita telah mendapat meterai dari Roh Kudus. Dan Roh itulah yang bersaksi bersama-sama roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah... (Roma 8:16-17). Dan jikalau kita adalah milik Kristus, maka kita juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah (Galatia 3: 29). Lalu, apakah meterai Roh itu cukup bagi kita ? tidak. Kita perlu dibaptis dalam roh. Karena baptisan Roh Kudus mengandung arti bahwa kita sedang masuk dalam sengsara Kristus dan dibangkitkan bersama Kristus, agar terjadi kelahiran baru. Melalui manusia baru inilah kita berhak memiliki hak waris tersebut. Dan apakah cukup hanya sampai dibaptis Roh Kudus ? Tidak. Karena kita perlu dipenuhi oleh Roh Kudus.
Tatkala kita dipenuhi Roh Kudus, maka keluarlah buah-buah roh dalam kehidupan kita yang pada akhirnya kita senantiasa diurapi oleh Roh Kudus. Dan salah satu ciri orang yang dipenuhi serta diurapi oleh Roh Kudus adalah ia memiliki kerendahan hati, penguasaan diri dan hidup taat terhadap kehendak Allah. Karena tanpa kerendahan hati, penguasaan diri dan taat terhadap kehendak Allah, maka tidak mungkin kita akan menerima warisan tersebut (Mazmur 37:11,22,29,34; Filipi 2:5-9).
2. Mereka Yang Hidup Dalam Roh (Roma 8:17-19)
Orang yang hidup dalam Roh, setiap langkah-langkah kehidupannya senantiasa dipimpin oleh Roh Kudus dan bukan dikuasai oleh keinginan daging. Dan orang yang hidupnya dikuasai oleh keinginan daging tidak akan melihat kehidupan karena keinginan daging adalah mati, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Selain itu keinginan daging merupakan perseteruan dengan Allah. Jadi mana mungkin orang yang hidup menurut keinginan daging dapat disebut sebagai ahli waris kerajaan Allah, sedangkan yang memberi hak waris adalah Allah.
Memang hidup menurut Roh itu sangat menderita buat daging kita, tetapi penderitaan inilah yang membuat kita berhenti untuk berbuat dosa, seperti yang tertulis dalam I Petrus 4:1 ” 4:1 Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamu pun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian,karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa.
3. Mereka Yang Hidup Dalam Kedewasaan (Galatia 4:1-3)
Setiap anak berhak untuk mendapatkan warisan, tetapi dengan syarat : anak tersebut harus sudah akil balig atau dengan kata lain anak tersebut sudah dewasa. Karena apabila anak tersebut belum dewasa, maka anak tersebut masih dibawah perwalian. Demikianlah Kekristenan kita, apabila Kekristenan kita belum mengalami kedewasaan, maka kita belum layak untuk menerima warisan itu. Dan orang yang Kekristenannya belum dewasa memiliki kecenderungan untuk melakukan dosa, karena mereka masih terpengaruh oleh roh-roh dunia.
Oleh sebab itu marilah kita semakin giat dalam mengikut Tuhan, dengan menaruh kepercayaan kita sepenuhnya kepada Kristus dan hidup menurut kehendak Roh untuk menuju Kekristenan yang dewasa. Agar segala apa yang dijanjikan oleh Tuhan akan tergenapi dalam kehidupan kita,
Amin.
TUHAN menambahi kita seribu kali lagi dari jumlah sekarang & memberkati seperti yang dijanjikan-Nya
Kebangkitan Besar
Saturday, April 30, 2011
Keselamatan Tidak Pernah Gagal
Pdt. KAM Jusufroni
Graha Bethany Nginden
"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.
(Roma 8:28-30)
Pada dasarnya bahwa penyelamatan itu tidak pernah gagal, dan hal ini dapat dilihat dari Yohanes 3:16 yang mengatakan ”karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini hingga Ia menyerahkan anakNya yang tunggal sehingga barangsiapa yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.”
Dengan demikian kita mengetahui bahwa tidak ada manusia yang mencari Tuhan tetapi Tuhanlah yang mencari manusia. Dan ketika kita mencari Tuhan itu bukanlah karena keinginan kita saja, namun merupakan peranan Tuhan yang menggerakkan hati kita untuk mencari Tuhan. Sehingga keselamatan Allah dalam diri kita tidak pernah gagal. Dan saat ini kita akan mempelajari Konsep pemilihan Keselamatan Paulus, yaitu sebagai berikut :
Roma 8:28 B dikatakan yaitu “bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Kata terpanggil berasal dari kata Yunani kletois berarti ada kekuatan yang memanggil. Berbeda dengan ekletoi yang artinya setelah memanggil maka ada respon dalam menjawab panggilan itu sehingga disebut ekletoi-à Poin ini menjadi jelas bahwa rencana penyelamatan Tuhan tidak pernah digagalkan.
Roma 8:29 A ”sebab semua orang yang dipilihnya dari semula.” Kata dari semula disini berasal dari kata progneo yang berarti diketahui atau dikenal sebelumnya yaitu mereka yang dipanggilnya (Kletois). Hargailah hubungan dengan Tuhan dimana kita sebagai umat pilihan Allah memiliki hak istimewa. Dengan demikian di dalamnya .kita memiliki keberanian ketika kita meminta kepada Bapa.
Roma 8:29 B tertulis “mereka juga ditentukannya dari semula” menunjukkan bahwa ini adalah kedaulatan Tuhan. Kita harus selalu ingat bahwa keselamatan yang kita miliki itu hanya karena anugerahNya saja. Sehingga kita tidak boleh menganggap bahwa diri kita lebih rohani daripada orang lain. Sebab keselamatan merupakan anugerah Tuhan saja.
Roma 8:29 B ,dikatakan “ditentukan untuk menjadi serupa dengan gambaran anakNya.” Kata ditentukan disini berarti ditetapkan, ditentukan, diputuskan sebelumnya .
Kata serupa artinya memiliki bentuk natur, bentuk atau laku yang sama khususnya supaya kita serupa dengan anakNya. Dengan demikian kita sangat istimewa di hadapan Allah. Apapun yang terjadi jangan takut sebab kita ini istimewa di hadapan Tuhan. Kita memang tidak pernah dapat membatasi akan ucapan orang lain terhadap diri kita. Namun kita dapat membatasi untuk menyimpan masuk dalam hati akan ucapan orang lain terhadap kita. Kita dapat membatasi ketika hidup kita penuh dengan Firman Tuhan. Sebab itu jangan pernah memasukkan kata-kata yang tidak baik yang diucapkan orang lain kepada kita.
Roma 8:30, -à mereka yang di tentukaNya dari semula mereka juga yang dipanggilNya, dibenarkanNya, dan akhirya dimuliakanNya
CIRI MEREKA YANG DIBENARKANNYA
(Roma 5:1), saat kita punya iman. Cara kita dibenarkan menurut Roma 5:9 dikatakan, ”Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.” Sehingga kita diselamatkan sebab kita dibenarkan karena iman (Roma 5:1),
Roma 1:17à bertolak dari iman, memimpin kepada iman. Bertolak dari iman artinya iman yang kita miliki merupakan anugerah dari Allah. Memimpin kepada iman kita sedang menjalani iman tersebut sehingga orang benar hidup karena iman.
Amin.
Graha Bethany Nginden
"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.
(Roma 8:28-30)
Pada dasarnya bahwa penyelamatan itu tidak pernah gagal, dan hal ini dapat dilihat dari Yohanes 3:16 yang mengatakan ”karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini hingga Ia menyerahkan anakNya yang tunggal sehingga barangsiapa yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.”
Dengan demikian kita mengetahui bahwa tidak ada manusia yang mencari Tuhan tetapi Tuhanlah yang mencari manusia. Dan ketika kita mencari Tuhan itu bukanlah karena keinginan kita saja, namun merupakan peranan Tuhan yang menggerakkan hati kita untuk mencari Tuhan. Sehingga keselamatan Allah dalam diri kita tidak pernah gagal. Dan saat ini kita akan mempelajari Konsep pemilihan Keselamatan Paulus, yaitu sebagai berikut :
Roma 8:28 B dikatakan yaitu “bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Kata terpanggil berasal dari kata Yunani kletois berarti ada kekuatan yang memanggil. Berbeda dengan ekletoi yang artinya setelah memanggil maka ada respon dalam menjawab panggilan itu sehingga disebut ekletoi-à Poin ini menjadi jelas bahwa rencana penyelamatan Tuhan tidak pernah digagalkan.
Roma 8:29 A ”sebab semua orang yang dipilihnya dari semula.” Kata dari semula disini berasal dari kata progneo yang berarti diketahui atau dikenal sebelumnya yaitu mereka yang dipanggilnya (Kletois). Hargailah hubungan dengan Tuhan dimana kita sebagai umat pilihan Allah memiliki hak istimewa. Dengan demikian di dalamnya .kita memiliki keberanian ketika kita meminta kepada Bapa.
Roma 8:29 B tertulis “mereka juga ditentukannya dari semula” menunjukkan bahwa ini adalah kedaulatan Tuhan. Kita harus selalu ingat bahwa keselamatan yang kita miliki itu hanya karena anugerahNya saja. Sehingga kita tidak boleh menganggap bahwa diri kita lebih rohani daripada orang lain. Sebab keselamatan merupakan anugerah Tuhan saja.
Roma 8:29 B ,dikatakan “ditentukan untuk menjadi serupa dengan gambaran anakNya.” Kata ditentukan disini berarti ditetapkan, ditentukan, diputuskan sebelumnya .
Kata serupa artinya memiliki bentuk natur, bentuk atau laku yang sama khususnya supaya kita serupa dengan anakNya. Dengan demikian kita sangat istimewa di hadapan Allah. Apapun yang terjadi jangan takut sebab kita ini istimewa di hadapan Tuhan. Kita memang tidak pernah dapat membatasi akan ucapan orang lain terhadap diri kita. Namun kita dapat membatasi untuk menyimpan masuk dalam hati akan ucapan orang lain terhadap kita. Kita dapat membatasi ketika hidup kita penuh dengan Firman Tuhan. Sebab itu jangan pernah memasukkan kata-kata yang tidak baik yang diucapkan orang lain kepada kita.
Roma 8:30, -à mereka yang di tentukaNya dari semula mereka juga yang dipanggilNya, dibenarkanNya, dan akhirya dimuliakanNya
CIRI MEREKA YANG DIBENARKANNYA
(Roma 5:1), saat kita punya iman. Cara kita dibenarkan menurut Roma 5:9 dikatakan, ”Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.” Sehingga kita diselamatkan sebab kita dibenarkan karena iman (Roma 5:1),
Roma 1:17à bertolak dari iman, memimpin kepada iman. Bertolak dari iman artinya iman yang kita miliki merupakan anugerah dari Allah. Memimpin kepada iman kita sedang menjalani iman tersebut sehingga orang benar hidup karena iman.
Amin.
Yesus, Penggenapan Janji Allah
Pdt. KAM Jusufroni
Graha Bethany Nginden
Ayat Bacaan: Yohanes 19-16-30
Doktrin yang terpenting dari kekristenan berawal dari peristiwa kebangkitan, dan inilah juga awal dari berdirinya gereja. Kebangkitan Yesus itu merupakan peristiwa yang nyata bagi setiap kita.
Dari ayat bacaan ada beberapa point bagi kita
1.Yohanes 19:17 - menjelaskan bahwa sebenarnya bukit tengkorak merupakan tempat hukuman bagi orang romawi. Dan disana juga tempat hukuman bagi orang yang jahat. Namun bagi orang Yahudi golgota disebut sebagai bukit tengkorak karena disana ditemukan tulang-tulang Adam. Dimana saat Yesus ada disana Ia disebut sebagai Adam ke 2 karena Adam yang pertama tidak dapat menggenapi akan rencana Allah.
2.Yohanes 19:20 - Menurut adat orang romawi, bahwa mereka yang akan dihukum dengan cara disalib, disana akan tertulis kesalahan yang dibuat. Dan ketika Yesus disalib maka dituliskan bahwa Ia adalah raja orang Yahudi. Namun apa yang tertulis benar-benar membuktikan bahwa Yesus adalah Raja segala Raja. Dari peristiwa ini Pilatus dipakai oleh Tuhan, Ia dapat memakai siapapun untuk menjadi alatNya. Dan jika Tuhan memakai kita maka kita pun juga harus dapat menggenapi akan rencanaNya.
3.Yohanes 19:23-24 - Segala Peristiwa yang dilakukan Yesus merupakan penggenapan dari janji Tuhan.Sehingga saat memiliki Yesus berarti kita juga mempunyai kesempurnaan.
4.Yohanes 19:25-27 - Menurut adat Yahudi bahwa anak laki-laki memegang tanggung jawab namun saat Yesus disalib, Ia menitipkan ibuNya kepada murid-muridNya.
5.Yohanes 19:28 -tertuliskan yaitu ketika Yesus disalib Ia haus dan ini merupakan penggenapan dari Mazmur 69:22 bahwa saat Yesus haus maka Ia diberi minum anggur asam.
6.Yohanes 19:29 - Saat Yesus diberi Minuman anggur asam pada sebatang Hisop menunjukkan bahwa segala kesakitan yang kita rasakan telah ditanggung oleh Yesus.
7.Yohanes 19:30 - Ketika Yesus akan mati, Ia mengatakan, ”Sudah selesai,” dalam bahasa Yunani berarti tetelestai yang artinya juga sudah genap. Berarti di dalam Yesus ada penyempurnaan. Hanya Yesuslah sang Juruselamat sebab Dialah yang menggenapkan akan rencana Bapa
Graha Bethany Nginden
Ayat Bacaan: Yohanes 19-16-30
Doktrin yang terpenting dari kekristenan berawal dari peristiwa kebangkitan, dan inilah juga awal dari berdirinya gereja. Kebangkitan Yesus itu merupakan peristiwa yang nyata bagi setiap kita.
Dari ayat bacaan ada beberapa point bagi kita
1.Yohanes 19:17 - menjelaskan bahwa sebenarnya bukit tengkorak merupakan tempat hukuman bagi orang romawi. Dan disana juga tempat hukuman bagi orang yang jahat. Namun bagi orang Yahudi golgota disebut sebagai bukit tengkorak karena disana ditemukan tulang-tulang Adam. Dimana saat Yesus ada disana Ia disebut sebagai Adam ke 2 karena Adam yang pertama tidak dapat menggenapi akan rencana Allah.
2.Yohanes 19:20 - Menurut adat orang romawi, bahwa mereka yang akan dihukum dengan cara disalib, disana akan tertulis kesalahan yang dibuat. Dan ketika Yesus disalib maka dituliskan bahwa Ia adalah raja orang Yahudi. Namun apa yang tertulis benar-benar membuktikan bahwa Yesus adalah Raja segala Raja. Dari peristiwa ini Pilatus dipakai oleh Tuhan, Ia dapat memakai siapapun untuk menjadi alatNya. Dan jika Tuhan memakai kita maka kita pun juga harus dapat menggenapi akan rencanaNya.
3.Yohanes 19:23-24 - Segala Peristiwa yang dilakukan Yesus merupakan penggenapan dari janji Tuhan.Sehingga saat memiliki Yesus berarti kita juga mempunyai kesempurnaan.
4.Yohanes 19:25-27 - Menurut adat Yahudi bahwa anak laki-laki memegang tanggung jawab namun saat Yesus disalib, Ia menitipkan ibuNya kepada murid-muridNya.
5.Yohanes 19:28 -tertuliskan yaitu ketika Yesus disalib Ia haus dan ini merupakan penggenapan dari Mazmur 69:22 bahwa saat Yesus haus maka Ia diberi minum anggur asam.
6.Yohanes 19:29 - Saat Yesus diberi Minuman anggur asam pada sebatang Hisop menunjukkan bahwa segala kesakitan yang kita rasakan telah ditanggung oleh Yesus.
7.Yohanes 19:30 - Ketika Yesus akan mati, Ia mengatakan, ”Sudah selesai,” dalam bahasa Yunani berarti tetelestai yang artinya juga sudah genap. Berarti di dalam Yesus ada penyempurnaan. Hanya Yesuslah sang Juruselamat sebab Dialah yang menggenapkan akan rencana Bapa
Jangan Ada Padamu Ragi Orang Farisi
Pdt.Prof.DR. Abraham Alex T. Ph.D
“Lalu muncullah orang-orang Farisi dan bersoal jawab dengan Yesus. Untuk mencobai Dia mereka meminta dari pada-Nya suatu tanda dari sorga. Maka mengeluhlah Ia dalam hati-Nya dan berkata: Mengapa angkatan ini meminta tanda? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kepada angkatan ini sekali-kali tidak akan diberi tanda. Ia meninggalkan mereka; Ia naik pula ke perahu dan bertolak ke seberang. Kemudian ternyata murid-murid Yesus lupa membawa roti, hanya sebuah saja yang ada pada mereka dalam perahu. Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: "Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes."
(Markus 8:11-15)
Sebelum kita belajar tentang ragi orang Farisi, maka kita harus mengerti terlebih dahulu mengenai fungsi dan pengaruh daripada ragi yang sering digunakan untuk membuat adonan roti. Saudara, ragi ini gunanya untuk mengkhamirkan atau mempengaruhi seluruh tepung/adonan. Jadi istilah ragi ini bisa mengandung arti positif atau bisa juga negatif. Sebab, Yesus sendiri memberikan suatu perumpamaan : bahwa kerajaan sorga itu seumpama ragi; seperti yang tertulis dalam Matius 13:33 : . . .“Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.”
Dari perumpaan mengenai ragi ini, maka dapat kita ambil kesimpulan bahwa yang dimaksud oleh Tuhan Yesus adalah : sesuatu yang mempunyai fungsi atau pengaruh. Dan apabila kita berbicara mengenai ragi kerajaan sorga, maka kita tahu bahwa ragi kerajaan sorga ini dapat mempengaruhi sekelompok manusia untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah. Dan sebagai akibatnya, manusia tersebut akan senantiasa mengalami berkat dan mujizat dari Allah selama di bumi ini, selain akan memperoleh hidup yang kekal. Oleh karena itu kita merindukan agar generasi yang akan datang tetap ada ragi kerajaan sorga, supaya gereja Tuhan tidak mengalami stagnasi, tetapi senantiasa mengalami pertumbuhan rohani.
Dalam pembahasan kali ini kita akan melihat bedanya antara orang Farisi dan orang yang benar-benar percaya kepada Tuhan. Bapak Peter Wagner pernah berkata bahwa ada roh agamawi (spirit of relegion). Memang secara fisik atau secara umum suatu agama itu tampak bagus, termasuk agama Kristen. Dan kita sependapat dengan pernyataan ini. Tetapi, kalau roh agamawi (spirit of religion) itu mengekang hubungan kita dengan Tuhan yang membawa pada pertumbuhan rohani kita, maka hal itu merupakan suatu ragi yang membuat orang Kristen tidak pernah menikmati berkat ataupun mujizat Tuhan. Oleh sebab itu, kita sebagai orang Kristen jangan sampai kita dicengkram oleh roh agamawi. Karena roh inilah yang membuat kita tidak mengalami kuasa dan mujizat Tuhan. Walaupun kita sudah minta tanda ajaib dari surga, tetapi apabila kita berada dalam cengkraman roh agamawi, maka kita tidak akan pernah mendapatkan apa yang kita rindukan, seperti halnya yang dialami oleh orang-orang Farisi ketika meminta tanda ajaib kepada Yesus. Untuk itu jangan sampai kita yang sudah menjadi orang Kristen; baik itu sudah lima tahun, sepuluh tahun atau lebih mulai dicengkram oleh roh agamawi. Karena apabila kita dicengkram oleh roh agamawi, maka kita tidak akan mengalami pertumbuhan rohani (stagnasi).
Ada beberapa ciri yang terdapat pada orang-orang Farisi, diantaranya : mereka suka membaca Alkitab, berdiskusi dan juga meneliti hukum-hukum Tuhan, termasuk sepuluh perintah Allah. Dan setiap hari mereka senantiasa membicarakan tentang hal kebenaran. Sehingga hal ini tampak indah dipemandangan manusia, tetapi hal ini tidak indah dipemandangan Allah, sebab mereka tidak hidup dalam kebenaran seperti yang mereka bicarakan setiap hari. Oleh karena itu mereka tidak pernah mengalami berkat dan mujizat Allah. Dan perlu kita ketahui bahwa orang yang hidup dalam kebenaran itu, tidak hanya memiliki perkataan iman saja, tetapi harus disertai dengan perbuatan yang sesuai dengan Firman Allah.
Pada masa-masa sekarang ini kita akan melihat suatu fenomena (gejala), dimana banyak orang mencari gereja yang dianggapnya baik; padahal gereja dimana-mana itu semuanya sama. Dan orang seperti inilah yang tergolong sebagai orang Farisi.
Mengapa mereka dikatakan/tergolong sebagai orang Farisi ?
Sebab apabila seseorang menjadi jemaat yang baik, maka dengan sendirinya gereja itu akan menjadi baik, dan sebaliknya apabila jemaat itu tidak baik maka gereja itu juga dapat dikatakan tidak baik. Jadi, baik atau tidaknya gereja tergantung kehidupan kita; apakah kehidupan kita membawa ragi sorgawi atau ragi orang Farisi. Apabila kita membawa ragi kerajaan sorga maka kita akan sanggup mempengaruhi suatu gereja untuk menjadi baik, tetapi sebaliknya, apabila kita membawa ragi orang Farisi, maka gereja yang baik pun dapat menjadi rusak. Disamping itu, kita juga tahu bahwa gereja bukan berbicara tentang gedung/bangunan sebab jemaat itu sendiri merupakan gereja.
Memang, hidup dalam kebenaran itu tidak gampang, tetapi apabila kita mengandalkan kekuatan Roh Kudus maka kita sanggup hidup dalam kebenaran, itupun dapat kita lakukan dengan susah payah. Paulus berkata : “celakah aku ini, sebab ketika aku hendak berbuat kebenaran, maka yang jahat sudah hadir.” Oleh sebab itu, supaya kita tetap hidup dalam kebenaran dengan mengandalkan kekuatan Roh Kudus, maka ada beberapa nasehat yang harus kita patuhi yaitu : Janganlah padamkan Roh Kudus (I Tesalonika 5:19);
Janganlah mendukakan Roh Kudus (Efesus 4:30);
Janganlah mendustai Roh Kudus (Kisah Rasul 5:3 – kisah tentang Ananias dan Safira); Janganlah menentang Roh Kudus (Kisah Rasul 7:51);
Janganlah menghujat Roh Kudus ( Matius 12:31-32) sebab pengampunan tidak akan ada dalam kehidupan kita.
Dari semua nasehat yang sudah tertulis diatas akan senantiasa mengingatkan kita, bahwa Roh Kuduslah satu-satunya sumber kekuatan yang dapat membawa kita untuk hidup dalam kebenaran Allah, termasuk melakukan sepuluh perintah Allah, seperti yang terdapat dalam Keluaran 20:1-17, yaitu diantaranya tidak menyembah allah lain. Sebab Allah yang layak kita sembah adalah Tuhan Yesus, tidak membuat patung sebagai ganti Tuhan, tidak menyebut nama Tuhan dengan sembarangan, menguduskan hari sabat, menghormati orang tua, tidak membunuh, tidak berzinah, tidak mencuri, tidak menjadi saksi dusta, tidak mengingini apa yang menjadi milik orang lain.
Dan sebagai nasehat terakhir yaitu : biarlah kita tetap hidup dalam kekuatan Roh Kudus dan senantiasa membawa ragi kerajaan sorga dan bukan ragi orang Farisi. Supaya rencana dan kehendak Allah boleh dinyatakan di atas muka bumi ini, dan nama Tuhan senantiasa dipermuliakan serta kerajaan Allah semakin diperlebar.
Amin.
“Lalu muncullah orang-orang Farisi dan bersoal jawab dengan Yesus. Untuk mencobai Dia mereka meminta dari pada-Nya suatu tanda dari sorga. Maka mengeluhlah Ia dalam hati-Nya dan berkata: Mengapa angkatan ini meminta tanda? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kepada angkatan ini sekali-kali tidak akan diberi tanda. Ia meninggalkan mereka; Ia naik pula ke perahu dan bertolak ke seberang. Kemudian ternyata murid-murid Yesus lupa membawa roti, hanya sebuah saja yang ada pada mereka dalam perahu. Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: "Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes."
(Markus 8:11-15)
Sebelum kita belajar tentang ragi orang Farisi, maka kita harus mengerti terlebih dahulu mengenai fungsi dan pengaruh daripada ragi yang sering digunakan untuk membuat adonan roti. Saudara, ragi ini gunanya untuk mengkhamirkan atau mempengaruhi seluruh tepung/adonan. Jadi istilah ragi ini bisa mengandung arti positif atau bisa juga negatif. Sebab, Yesus sendiri memberikan suatu perumpamaan : bahwa kerajaan sorga itu seumpama ragi; seperti yang tertulis dalam Matius 13:33 : . . .“Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.”
Dari perumpaan mengenai ragi ini, maka dapat kita ambil kesimpulan bahwa yang dimaksud oleh Tuhan Yesus adalah : sesuatu yang mempunyai fungsi atau pengaruh. Dan apabila kita berbicara mengenai ragi kerajaan sorga, maka kita tahu bahwa ragi kerajaan sorga ini dapat mempengaruhi sekelompok manusia untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah. Dan sebagai akibatnya, manusia tersebut akan senantiasa mengalami berkat dan mujizat dari Allah selama di bumi ini, selain akan memperoleh hidup yang kekal. Oleh karena itu kita merindukan agar generasi yang akan datang tetap ada ragi kerajaan sorga, supaya gereja Tuhan tidak mengalami stagnasi, tetapi senantiasa mengalami pertumbuhan rohani.
Dalam pembahasan kali ini kita akan melihat bedanya antara orang Farisi dan orang yang benar-benar percaya kepada Tuhan. Bapak Peter Wagner pernah berkata bahwa ada roh agamawi (spirit of relegion). Memang secara fisik atau secara umum suatu agama itu tampak bagus, termasuk agama Kristen. Dan kita sependapat dengan pernyataan ini. Tetapi, kalau roh agamawi (spirit of religion) itu mengekang hubungan kita dengan Tuhan yang membawa pada pertumbuhan rohani kita, maka hal itu merupakan suatu ragi yang membuat orang Kristen tidak pernah menikmati berkat ataupun mujizat Tuhan. Oleh sebab itu, kita sebagai orang Kristen jangan sampai kita dicengkram oleh roh agamawi. Karena roh inilah yang membuat kita tidak mengalami kuasa dan mujizat Tuhan. Walaupun kita sudah minta tanda ajaib dari surga, tetapi apabila kita berada dalam cengkraman roh agamawi, maka kita tidak akan pernah mendapatkan apa yang kita rindukan, seperti halnya yang dialami oleh orang-orang Farisi ketika meminta tanda ajaib kepada Yesus. Untuk itu jangan sampai kita yang sudah menjadi orang Kristen; baik itu sudah lima tahun, sepuluh tahun atau lebih mulai dicengkram oleh roh agamawi. Karena apabila kita dicengkram oleh roh agamawi, maka kita tidak akan mengalami pertumbuhan rohani (stagnasi).
Ada beberapa ciri yang terdapat pada orang-orang Farisi, diantaranya : mereka suka membaca Alkitab, berdiskusi dan juga meneliti hukum-hukum Tuhan, termasuk sepuluh perintah Allah. Dan setiap hari mereka senantiasa membicarakan tentang hal kebenaran. Sehingga hal ini tampak indah dipemandangan manusia, tetapi hal ini tidak indah dipemandangan Allah, sebab mereka tidak hidup dalam kebenaran seperti yang mereka bicarakan setiap hari. Oleh karena itu mereka tidak pernah mengalami berkat dan mujizat Allah. Dan perlu kita ketahui bahwa orang yang hidup dalam kebenaran itu, tidak hanya memiliki perkataan iman saja, tetapi harus disertai dengan perbuatan yang sesuai dengan Firman Allah.
Pada masa-masa sekarang ini kita akan melihat suatu fenomena (gejala), dimana banyak orang mencari gereja yang dianggapnya baik; padahal gereja dimana-mana itu semuanya sama. Dan orang seperti inilah yang tergolong sebagai orang Farisi.
Mengapa mereka dikatakan/tergolong sebagai orang Farisi ?
Sebab apabila seseorang menjadi jemaat yang baik, maka dengan sendirinya gereja itu akan menjadi baik, dan sebaliknya apabila jemaat itu tidak baik maka gereja itu juga dapat dikatakan tidak baik. Jadi, baik atau tidaknya gereja tergantung kehidupan kita; apakah kehidupan kita membawa ragi sorgawi atau ragi orang Farisi. Apabila kita membawa ragi kerajaan sorga maka kita akan sanggup mempengaruhi suatu gereja untuk menjadi baik, tetapi sebaliknya, apabila kita membawa ragi orang Farisi, maka gereja yang baik pun dapat menjadi rusak. Disamping itu, kita juga tahu bahwa gereja bukan berbicara tentang gedung/bangunan sebab jemaat itu sendiri merupakan gereja.
Memang, hidup dalam kebenaran itu tidak gampang, tetapi apabila kita mengandalkan kekuatan Roh Kudus maka kita sanggup hidup dalam kebenaran, itupun dapat kita lakukan dengan susah payah. Paulus berkata : “celakah aku ini, sebab ketika aku hendak berbuat kebenaran, maka yang jahat sudah hadir.” Oleh sebab itu, supaya kita tetap hidup dalam kebenaran dengan mengandalkan kekuatan Roh Kudus, maka ada beberapa nasehat yang harus kita patuhi yaitu : Janganlah padamkan Roh Kudus (I Tesalonika 5:19);
Janganlah mendukakan Roh Kudus (Efesus 4:30);
Janganlah mendustai Roh Kudus (Kisah Rasul 5:3 – kisah tentang Ananias dan Safira); Janganlah menentang Roh Kudus (Kisah Rasul 7:51);
Janganlah menghujat Roh Kudus ( Matius 12:31-32) sebab pengampunan tidak akan ada dalam kehidupan kita.
Dari semua nasehat yang sudah tertulis diatas akan senantiasa mengingatkan kita, bahwa Roh Kuduslah satu-satunya sumber kekuatan yang dapat membawa kita untuk hidup dalam kebenaran Allah, termasuk melakukan sepuluh perintah Allah, seperti yang terdapat dalam Keluaran 20:1-17, yaitu diantaranya tidak menyembah allah lain. Sebab Allah yang layak kita sembah adalah Tuhan Yesus, tidak membuat patung sebagai ganti Tuhan, tidak menyebut nama Tuhan dengan sembarangan, menguduskan hari sabat, menghormati orang tua, tidak membunuh, tidak berzinah, tidak mencuri, tidak menjadi saksi dusta, tidak mengingini apa yang menjadi milik orang lain.
Dan sebagai nasehat terakhir yaitu : biarlah kita tetap hidup dalam kekuatan Roh Kudus dan senantiasa membawa ragi kerajaan sorga dan bukan ragi orang Farisi. Supaya rencana dan kehendak Allah boleh dinyatakan di atas muka bumi ini, dan nama Tuhan senantiasa dipermuliakan serta kerajaan Allah semakin diperlebar.
Amin.
Menyingkap Rahasia Ramalan
Pdt.Josia Abdisaputera
Graha Bethany Nginden
Arti ramalan berasal dari kata ramal yang artinya suatu ilmu untuk menafsir / prediksi tentang nasib seseorang di masa depan tentang jalan hidup seseorang. Dan manusia banyak yang ingin diramal,karena mereka ingin mengetahu apa yang terjadi di masa yang akan datang.
Pengkotbah 7:14 disana tertulis bahwa dalam hidup ini Tuhan merencanakan / mendesain manusia untuk tidak tahu akan masa depannya. Dengan tujuan agar manusia memiliki gairah dalam hidup serta tetap mengandalkan Tuhan.
Jenis-jenis Ramalan
1. Horoskop yaitu ramalan tentang kehidupan
Astrologi, yaitu ramalan sifat dan ramalan jalan hidup berdasarkan posisi planet atau berdasarkan bintang. Astrologi menggunakan unsur astronomi. Namun astrologi dan astronomi dicampur dengan mitos Yunani. Contoh Planet Merkurius., Venus, Saturnus, Neptunus, Pluto, Mars, Uranus, Septunus, Jupiter, contoh : Sifat Jupiter adalah dermawan dan sukses dalam keuangan.
Zodiak yaitu ramalan sifat dan jalan hidup berdasarkan susunan planet atau berdasarkan 12 bintang hal ini juga dihubungkan dengan mitos yang akhirnya berhubungan dengan karakter seseorang
Shio, berasal dari mitologi China bahwa dewa tertinggi mengundang para hewan untuk hadir setelah bumi diciptakan dan ternyata dari seluruh hewan yang diundang ada 12 hewan yang datang paling cepat, ini dijadikan sebagai nama tahun, setiap 2 tahun unsur hewan berganti dan ini dijadikan patokan untuk menilai karakter
Yesaya 47:13-15-> merupakan gambaran dari orang yang suka dengan ramalan
2. Ramalan Garis Tangan
Ilmu yang dikembangkan peradaban Babilonia, Sumeria dan Kaldea bahwa masa depan dan nasib dapat dilihat dari guratan tangan.
3. Kartu Tarot
Berkembang pada abad ke 14 di Italia. Awalnya digunakan sebagai kartu permainan biasa. Terdiri 78 kartu masing-masing kartu ada makna simbolis berupa situasi dan saran.
4. Hong Sui / Feng Sui
Berasal dari kata Hong / Feng yang artinya angin, Sui artinya air. Sehingga penggabungan antara angin dan air menghasilkan hawa. Jadi hong sui artinya suatu ilmu untuk mencari hawa yang baik untuk tempat tinggal manusia. Namun dalam perkembangannya Hong Sui yang dicampur dengan mitos sehingga penjabarannya lebih banyak di dominasi oleh mitos, tahayul. Oleh karena itu solusi yang ditawarkan oleh Hong Sui tidak terlepas dari hal-hal itu misalnya aliran air yang membawa rejeki, ukuran dan arah pintu yang sial, letak ranjang yang salah. sehingga sering tidak rasional. Misalnya, ukuran pintu yang tidak boleh selisih berapa millimeter dan arah hadapnya harus miring berapa derajat. itu aliran Hong Sui banyak didominasi olehnya
Mengapa Ramalan dilarang Tuhan?
1. Pencemaran Jiwa (Imamat 19:31) saat kita bertanya pada arwah sebenarnya jiwa kita sudah terpolusi sehingga kita sulit berhubungan dengan Tuhan. Sebab saat seseorang berhubungan dengan arwah / roh peramal hal ini berhubungan dengan iblis bukan dengan orang yang telah mati. Sebab orang yang sudah meninggal memiliki tempat tersendiri. Bagi mereka yang percaya pada Tuhan bertempat di Firdaus dan untuk yang diluar Tuhan berada di Hades
2. Hidup di bawah Kutuk (Ulangan 18:10-12) dengan demikian tidak ada berkat bagi kita
3. Masa depan kita dikuasai oleh roh jahat, saat kita datang ke tukang ramal mereka memiliki roh piaraan atau iblis. Sehingga saat kita berkata dengan peramal itu sama dengan kita berbicara dengan iblis. Padahal iblis tidak tahu akan masa depan kita melainkan hanya masa lalu dan ini terkadang sempat meyakinkan kita. Seandainya iblis tahu akan masa depan kita maka tidak mungkin Yesus disalibkan. Rencana Tuhan bagi masa depan kita itu baik dan penuh pengharapan serta lebih baik dari masa lalu kita.
Amin
Graha Bethany Nginden
Arti ramalan berasal dari kata ramal yang artinya suatu ilmu untuk menafsir / prediksi tentang nasib seseorang di masa depan tentang jalan hidup seseorang. Dan manusia banyak yang ingin diramal,karena mereka ingin mengetahu apa yang terjadi di masa yang akan datang.
Pengkotbah 7:14 disana tertulis bahwa dalam hidup ini Tuhan merencanakan / mendesain manusia untuk tidak tahu akan masa depannya. Dengan tujuan agar manusia memiliki gairah dalam hidup serta tetap mengandalkan Tuhan.
Jenis-jenis Ramalan
1. Horoskop yaitu ramalan tentang kehidupan
Astrologi, yaitu ramalan sifat dan ramalan jalan hidup berdasarkan posisi planet atau berdasarkan bintang. Astrologi menggunakan unsur astronomi. Namun astrologi dan astronomi dicampur dengan mitos Yunani. Contoh Planet Merkurius., Venus, Saturnus, Neptunus, Pluto, Mars, Uranus, Septunus, Jupiter, contoh : Sifat Jupiter adalah dermawan dan sukses dalam keuangan.
Zodiak yaitu ramalan sifat dan jalan hidup berdasarkan susunan planet atau berdasarkan 12 bintang hal ini juga dihubungkan dengan mitos yang akhirnya berhubungan dengan karakter seseorang
Shio, berasal dari mitologi China bahwa dewa tertinggi mengundang para hewan untuk hadir setelah bumi diciptakan dan ternyata dari seluruh hewan yang diundang ada 12 hewan yang datang paling cepat, ini dijadikan sebagai nama tahun, setiap 2 tahun unsur hewan berganti dan ini dijadikan patokan untuk menilai karakter
Yesaya 47:13-15-> merupakan gambaran dari orang yang suka dengan ramalan
2. Ramalan Garis Tangan
Ilmu yang dikembangkan peradaban Babilonia, Sumeria dan Kaldea bahwa masa depan dan nasib dapat dilihat dari guratan tangan.
3. Kartu Tarot
Berkembang pada abad ke 14 di Italia. Awalnya digunakan sebagai kartu permainan biasa. Terdiri 78 kartu masing-masing kartu ada makna simbolis berupa situasi dan saran.
4. Hong Sui / Feng Sui
Berasal dari kata Hong / Feng yang artinya angin, Sui artinya air. Sehingga penggabungan antara angin dan air menghasilkan hawa. Jadi hong sui artinya suatu ilmu untuk mencari hawa yang baik untuk tempat tinggal manusia. Namun dalam perkembangannya Hong Sui yang dicampur dengan mitos sehingga penjabarannya lebih banyak di dominasi oleh mitos, tahayul. Oleh karena itu solusi yang ditawarkan oleh Hong Sui tidak terlepas dari hal-hal itu misalnya aliran air yang membawa rejeki, ukuran dan arah pintu yang sial, letak ranjang yang salah. sehingga sering tidak rasional. Misalnya, ukuran pintu yang tidak boleh selisih berapa millimeter dan arah hadapnya harus miring berapa derajat. itu aliran Hong Sui banyak didominasi olehnya
Mengapa Ramalan dilarang Tuhan?
1. Pencemaran Jiwa (Imamat 19:31) saat kita bertanya pada arwah sebenarnya jiwa kita sudah terpolusi sehingga kita sulit berhubungan dengan Tuhan. Sebab saat seseorang berhubungan dengan arwah / roh peramal hal ini berhubungan dengan iblis bukan dengan orang yang telah mati. Sebab orang yang sudah meninggal memiliki tempat tersendiri. Bagi mereka yang percaya pada Tuhan bertempat di Firdaus dan untuk yang diluar Tuhan berada di Hades
2. Hidup di bawah Kutuk (Ulangan 18:10-12) dengan demikian tidak ada berkat bagi kita
3. Masa depan kita dikuasai oleh roh jahat, saat kita datang ke tukang ramal mereka memiliki roh piaraan atau iblis. Sehingga saat kita berkata dengan peramal itu sama dengan kita berbicara dengan iblis. Padahal iblis tidak tahu akan masa depan kita melainkan hanya masa lalu dan ini terkadang sempat meyakinkan kita. Seandainya iblis tahu akan masa depan kita maka tidak mungkin Yesus disalibkan. Rencana Tuhan bagi masa depan kita itu baik dan penuh pengharapan serta lebih baik dari masa lalu kita.
Amin
Ketika Kita Tidak Tahu Apa Yang Harus Kita Lakukan
Pastor Kong Hee
Graha Bethany Nginden
Ayat Bacaan: 2 Tawarikh 20:1 ; 2-3; 12-15; 22; 25-26
Dalam ayat bacaan di atas diceritakan bahwa Yosafat sedang mengalami suatu kondisi dimana ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Bukankah kita pernah mengalami hal yang demikian atau bahkan saat ini kita sedang mengalaminya.
Untuk itu ada beberapa hal yang harus kita lakukan, diantaranya :
1.Membuat keputusan untuk mencari Tuhan (2 Tawarikh 20:3)
Saat kita berada dalam masalah, hal ini akan membawa kita untuk masuk ke dalam doa
** Tahun 1995 pada suatu pagi ketika saya sedang berkotbah tiba-tiba saya mendapat kabar bahwa ibu saya masuk rumah sakit karena terkena serangan struk dan dokter memvonis bahwa ibu saya tidak akan dapat melewati malam itu. Saya hanya berkata kepada dokter supaya melakukan yang terbaik terhadap ibu saya. Dan saya mengajak para jemaat Tuhan untuk berdoa, hingga akhirnya ibu saya berhasil melewati malam itu dengan selamat. Pagi harinya dokter mengatakan bahwa separuh dari otak ibu saya sudah rusak sehingga kalaupun ibu saya hidup maka ia akan mengalami cacat yang akan menyusahkan keluarga. Dan saya terus berdoa. hingga sampai hari ini ibu saya tetap sehat, setiap minggu ia mengikuti ibadah dengan sukacita.
2.Fokus pada janji Tuhan bukan pada masalah yang ada (2 Tawarikh 20:12)
Ketika Yesus bersama dengan para murid-muridNya, Ia selalu membawa kepada kemenangan kepada kemenangan, namun di tengah-tengahnya ada ujian yang dihadapi. Dalam hidup ini jangan pernah hanya berfokus pada masalah yang ada supaya kita tidak tenggelam dalam persoalan yang ada.
** 20 tahun gereja kami masih miskin, namun saat itu perkembangan jemaat berkembang dengan cepat. Dan ada sekelompok pengusaha yang datang menemui saya, dimana mereka selalu mengikuti ibadah di gereja kami. Dan mereka berkata kepada saya hendak memberikan sumbangan. Waktu saya membutuhkan sebuah kantor, akhirnya saya berhasil menemukan tempatya dan harga sewanya 60 ribu dollar. Setelah itu saya menghubungi para pengusaha tersebut, lalu mereka berkata bahwa pimpinan CEO mereka ingin bertemu dengan saya. Saya akhirnya datang menemuinya, namun saat disana ternyata pimpinannya berkata bahwa mereka akan menyumbang gereja kami dengan persyaratan bahwa mereka akan mengambil ahli gereja kami. Tentu saja saya tidak mau. Saya akhirnya pergi, dan terus berdoa pada Tuhan. Suatu hari professor dari sekolah alkitab menelpon saya sebab ia digerakkan Tuhan memberi sumbangan kepada saya 25 ribu dollar. Tetapi jumlah tersebut masih tetap kurang, dan beberapa hari kemudian saya dihubungi oleh teman, yaitu seorang pendeta dari gereja lain, dimana ia bermimpi memberikan saya sebuah chek. Akhirnya saya pergi ketempat pendeta tersebut dan ia memberikan kepada saya sebuah chek denga jumlah 30 ribu dollar. Uang yang terkumpul 55 ribu dollar masih ada kekurangan 5 ribu dollar. Besoknya saya ke ATM untuk melihat jumlah uag, dan ternyata gereja masih memiliki 5 ribu dollar sehingga jumlah semuanya genap 60 ribu dollar.
3. Berdiri di hadapan Tuhan (2 Tawarikh 20:13)
Artinya kita jangan panik, tanamkan iman kita pada Tuhan. Dalam Efesus 6 disebutkan ada 2 kata berdiri di hadapan Tuhan.
4. Menantikan Roh Kudus (2 Tawarikh 20:14)
Perlu kita ketahui bahwa setiap terobosan berasal dari Roh Kudus
5. Memuji Tuhan di tengah api (2 Tawarikh 20:22)
Ketika kita memuji Tuhan , Ia dapat mengubah apapun keadaan kita saat ini.
Graha Bethany Nginden
Ayat Bacaan: 2 Tawarikh 20:1 ; 2-3; 12-15; 22; 25-26
Dalam ayat bacaan di atas diceritakan bahwa Yosafat sedang mengalami suatu kondisi dimana ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Bukankah kita pernah mengalami hal yang demikian atau bahkan saat ini kita sedang mengalaminya.
Untuk itu ada beberapa hal yang harus kita lakukan, diantaranya :
1.Membuat keputusan untuk mencari Tuhan (2 Tawarikh 20:3)
Saat kita berada dalam masalah, hal ini akan membawa kita untuk masuk ke dalam doa
** Tahun 1995 pada suatu pagi ketika saya sedang berkotbah tiba-tiba saya mendapat kabar bahwa ibu saya masuk rumah sakit karena terkena serangan struk dan dokter memvonis bahwa ibu saya tidak akan dapat melewati malam itu. Saya hanya berkata kepada dokter supaya melakukan yang terbaik terhadap ibu saya. Dan saya mengajak para jemaat Tuhan untuk berdoa, hingga akhirnya ibu saya berhasil melewati malam itu dengan selamat. Pagi harinya dokter mengatakan bahwa separuh dari otak ibu saya sudah rusak sehingga kalaupun ibu saya hidup maka ia akan mengalami cacat yang akan menyusahkan keluarga. Dan saya terus berdoa. hingga sampai hari ini ibu saya tetap sehat, setiap minggu ia mengikuti ibadah dengan sukacita.
2.Fokus pada janji Tuhan bukan pada masalah yang ada (2 Tawarikh 20:12)
Ketika Yesus bersama dengan para murid-muridNya, Ia selalu membawa kepada kemenangan kepada kemenangan, namun di tengah-tengahnya ada ujian yang dihadapi. Dalam hidup ini jangan pernah hanya berfokus pada masalah yang ada supaya kita tidak tenggelam dalam persoalan yang ada.
** 20 tahun gereja kami masih miskin, namun saat itu perkembangan jemaat berkembang dengan cepat. Dan ada sekelompok pengusaha yang datang menemui saya, dimana mereka selalu mengikuti ibadah di gereja kami. Dan mereka berkata kepada saya hendak memberikan sumbangan. Waktu saya membutuhkan sebuah kantor, akhirnya saya berhasil menemukan tempatya dan harga sewanya 60 ribu dollar. Setelah itu saya menghubungi para pengusaha tersebut, lalu mereka berkata bahwa pimpinan CEO mereka ingin bertemu dengan saya. Saya akhirnya datang menemuinya, namun saat disana ternyata pimpinannya berkata bahwa mereka akan menyumbang gereja kami dengan persyaratan bahwa mereka akan mengambil ahli gereja kami. Tentu saja saya tidak mau. Saya akhirnya pergi, dan terus berdoa pada Tuhan. Suatu hari professor dari sekolah alkitab menelpon saya sebab ia digerakkan Tuhan memberi sumbangan kepada saya 25 ribu dollar. Tetapi jumlah tersebut masih tetap kurang, dan beberapa hari kemudian saya dihubungi oleh teman, yaitu seorang pendeta dari gereja lain, dimana ia bermimpi memberikan saya sebuah chek. Akhirnya saya pergi ketempat pendeta tersebut dan ia memberikan kepada saya sebuah chek denga jumlah 30 ribu dollar. Uang yang terkumpul 55 ribu dollar masih ada kekurangan 5 ribu dollar. Besoknya saya ke ATM untuk melihat jumlah uag, dan ternyata gereja masih memiliki 5 ribu dollar sehingga jumlah semuanya genap 60 ribu dollar.
3. Berdiri di hadapan Tuhan (2 Tawarikh 20:13)
Artinya kita jangan panik, tanamkan iman kita pada Tuhan. Dalam Efesus 6 disebutkan ada 2 kata berdiri di hadapan Tuhan.
4. Menantikan Roh Kudus (2 Tawarikh 20:14)
Perlu kita ketahui bahwa setiap terobosan berasal dari Roh Kudus
5. Memuji Tuhan di tengah api (2 Tawarikh 20:22)
Ketika kita memuji Tuhan , Ia dapat mengubah apapun keadaan kita saat ini.
Orang Tua Asuh - STT Bethany

Untuk menunjang proses belajar calon hamba Tuhan yang siap diutus ke ladang pelayanan, mari berpartisipasi menjadi orang tua asuh mahasiswa. Dana Bantuan yang dibutuhkan adalah Dana Pendidikan dan Dana Biaya Hidup.
STT Bethany menerima calon mahasiswa dari berbagai denominasi. Saat ini telah banyak melahirkan alumni yang melayani dalam beragam bidang pelayanan di berbagai gereja dan institusi
Bantuan dapat di transfer ke BCA No: 010.130.9222, atas nama: Gereja Bethany Indonesia.
Info lengkap: http://www.sttbethany.ac.id/
Telp: (031)5936883
Subscribe to:
Posts (Atom)