Kebangkitan Besar

Kebangkitan Besar

Tuesday, July 26, 2011

Manusia Hina Menjadi Mahkluk Mulia




Pdt.Prof.DR. Abraham Alex T. Ph.D

Ayat Bacaan : Mazmur 8:1-10

Dalam Mazmur 8:1-10 merupakan pengagungan daripada Daud terhadap Tuhan, namun sebelum membahas lebih lanjut ayat-ayat tersebut, maka kita terlebih dahulu menengok latar belakang kisah dari pada Daud. Dimana pada waktu Daud membawa Tabut Perjanjian dari rumah Obed Edom, Daud begitu menghormati Tabut Perjanjian tersebut karena Tabut Perjanjian merupakan hadirat Tuhan. Sepanjang perjalanan, Daud mempersembahkan korban bagi Tuhan setelah berjalan beberapa langkah sebagai tanda ucapan syukurnya atas penyertaan Tuhan.

Dan setelah Tabut Perjanjian itu berada di kota Daud, maka Daud termasuk seluruh negeri yang ia pimpin diberkati Tuhan secara luar biasa (II Samuel 6:11-14). Demikian halnya dengan kita sebagai umat Tuhan yang sudah lahir baru, dimana saat ini kita sedang memikul Tabut Perjanjian (Roh Kudus yang ada dalam diri kita) pasti akan mengalami pemulihan yang luar biasa pula, meskipun kita berasal dari manusia hina, yaitu oleh karena dosa Adam dan Hawa yang telah mengakibatkan kita menjadi manusia yang mempunyai nilai yang rendah. Dan pada akhirnya kita memahami apa yang telah tertulis dalam Kitab Mazmur 8:1-10.

Saudara, dalam Mazmur 8:2 telah dikatakan : “Ya Tuhan, Tuhan kami, betapa mulianya namaMu di seluruh bumi! KeagunganMu yang mengatasi langit dinyanyikan.” Kata-kata ini telah diungkapkan oleh Daud sebagai bukti pengagungannya terhadap Allah. Sebab Dia adalah Allah yang mulia dan segala perbuatannya tidak pernah gagal, selain itu Dia tidak pernah putus asa untuk memulihkan manusia yang gagal untuk menjadi manusia yang sempurna. Dan kemuliaan Allah telah dirasakan oleh Daud, tatkala Daud membawa Tabut Perjanjian itu. Daud merasakan hidupnya menjadi baru dimana setelah Tabut itu kembali kepadanya, karena sekian lama Tabut itu berada di tangan musuh. Saat Tabut Perjanjian berada di tangan musuh, maka bangsa Israel senantiasa mengalami kekalahan saat berada di medan pertempuran. Tetapi setelah Tabut Perjanjian itu kembali berada di tangan orang Israel, maka terjadi suatu pembaharuan yang luar biasa. Oleh sebab itu Daud menari-nari dengan sekuat tenaga dan sangat bersukacita karena Tabut Perjanjian kembali ditangan orang Israel. Dan mulai saat itulah langkah-langkah daripada Daud disertai oleh Tuhan.

Dalam Mazmur 8:3, dikatakan : “Dari mulut-mulut bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kau letakkan dasar kekuatan karena lawanMu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam.”
Ayat ini merupakan gambaran daripada orang yang telah mengalami kelahiran baru. Yaitu, bahwa sejak kita lahir baru, maka saat itu pula Tuhan melengkapi kita dengan kuasa untuk mengalahkan kekuatan musuh. Karena firman Tuhan berkata “tanda-tanda (kuasa & mujizat) akan menyertai orang percaya”. Oleh sebab itu, apabila saat ini kita sedang memikul Roh Kudus, maka kita harus senantiasa memuji dan menari bagi Tuhan karena kekuatan Allah tinggal dalam kehidupan kita, seperti yang dilakukan oleh Daud sebagai tanda syukur atas kasih Allah yang luar biasa.
Mazmur 8:4 “Jika aku melihat langitMu, buatan jariMu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan”
Ayat ini menyatakan tentang kebaikan Tuhan terhadap umat manusia. Walaupun manusia telah menjadi mahkluk yang hina, namun selalu diingat dan diindahkan oleh Tuhan. Seperti yang tersurat dalam Yohanes 3:16, yaitu karena demikian Allah mengasihi isi dunia, bukan berarti mahkluk lain tetapi manusia yang diciptakan menurut peta dan teladanNya akan disempurnakan lagi, supaya manusia kembali pada citranya. Tetapi sayang berapa banyak orang menolak akan Injil (kabar baik), walaupun mereka diingat dan diperhatikan oleh Tuhan. Namun berbahagialah orang yang saat ini telah meresponi akan panggilan Tuhan. Sebab mereka akan dipercayakan untuk melakukan perkara yang besar, walaupun saat ini sedang mengalami pergumulan yang berat, namun apabila mereka tetap teguh pada imannya, maka mujizat yang besarpun akan terjadi dalam hidupnya.

Mazmur 8:6 “Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.”
Saudara, Allah memulihkan manusia tidak sekedar diperbaharui dari hidup yang lama menjadi baru, tetapi Allah membuat manusia hampir sama seperti Allah dan memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. Hal ini terjadi karena kita telah lahir baru di dalam Kristus dan meyakini bahwa Yesus adalah Mesias. Mesias artinya Allah menjelma menjadi manusia dalam wujud Yesus. Dengan menjelma sebagai manusia maka manusia yang hina ini dapat melihat Allah melalui wujud daripada Yesus. Oleh karena itu biarlah kita menyadari bahwa kita adalah anak-anak Allah yang mana diatas kepala kita ada mahkota kemuliaanNya. Kepala kita terdiri dari otak kiri dan otak kanan. Bagi orang yang belum lahir baru, di dalam otak kanannya terdapat cita-cita, sedangkan otak kiri menampung segala pengetahuan. Walaupun otak kiri telah mencapai pendidikan yang tinggi, baik itu S1, S2 ataupun S3, tatapi apabila tidak ada cita-cita maka semuanya adalah sia-sia. Dan orang yang bangga atas dirinya karena memiliki pengetahuan yang tinggi, maka orang ini akan menjadi orang yang terkutuk seperti yang tertulis dalam Yeremia 17:5. Tetapi bagi orang yang sudah lahir baru dan otak kanannya diisi oleh Tuhan dengan wahyu atau visi yang juga disertai dengan pengetahuan maka akan muncul hikmat, dan orang memiliki hikmat akan mendapat keuntungan yang melebihi perak dan hasil yang melebihi emas, sebab tidak ada sesuatupun dapat menyamainya, bahkan umur panjang ada di tangan kanannya dan kekayaan kehormatan ada di tangan kirinya (Amsal 3:13-16).

Mazmur 8:7-10 “Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tanganMu; segala-galanya telah Kau letakkan di bawah kakinya . . . . . . .”
Melalui hati yang telah diubahkan, maka Allah membuat manusia memiliki kuasa terhadap apa yang menjadi buatan tangan Tuhan dan meletakkan segala-galanya dibawah kaki manusia, seperti yang tertulis dalam Kejadian 1:26 “. . . . . supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata dan merayap dibumi.” Segala sesuatu yang sudah diberikan kepada manusia, semuanya itu semata-mata oleh karena pengorbanan daripada Tuhan Yesus.

Amin.

Mengalir Sampai Pada Kesempurnaan

Pdt.Prof.DR. Abraham Alex T. Ph.D
Graha Bethany Nginden

“ . . . . sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup . . . . .”
(Yehezkiel 47:1-12)


Setelah kita membaca ayat-ayat diatas yang terangkum dalam satu perikop ini, maka kita akan menemukan suatu kisah tentang aliran pada sebuah sungai yang mengalir.

Dan didalam kisah ini akan memberikan pengertian yang lebih dalam mengenai kegerakan Allah yang luar biasa. Disini dijelaskan ada beberapa tahapan tentang aliran air; mulai dari pergelangan kaki, lutut, pinggang dan sampai membuat orang terhanyut oleh aliran tersebut.

Sejak kita percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, kemudian bertobat dan dibaptis maka terjadilah suatu kelahiran baru. Dan tatkala kita sudah lahir baru, maka kita tidak dapat berjalan menurut kemaun kita sendiri. Memang, tingkat pertumbuhan kerohanian kita tidak sekaligus menjadi sempurna, tetapi harus melalui suatu proses yang akan membawa kita pada kesempurnaan. Demikianlah gambaran daripada ayat-ayat yang telah kita baca diatas, yang menyatakan aliran air itu dimulai dari pergelangan kaki. Pada saat air berada dipergelangan kaki, kita masih bisa melawan arus sungai itu, bahkan aliran sungai setinggi lututpun kita masih bisa melawan walaupun agak berat. Tetapi apabila sudah mencapai diatas kepala maka kita tidak dapat berbuat apa-apa, selain kita menurut kemana aliran air itu mengalir dalam arti lain kita dihanyutkan oleh aliran air. Demikian halnya dengan pertumbuhan kerohanian kita, apabila sudah mencapai tingkat dewasa maka hidup tidak dikendalikan oleh kemauan kita sendiri, melainkan dipimpin oleh Roh Kudus.

Oleh sebab itu, apabila hidup kita dipimpin oleh Roh Kudus, maka jangan ada kekuatiran dalam kehidupan kita, sebab Roh Kudus akan membawa kita pada suatu tempat yang subur dan penuh kebahagiaan (ayat 9-12). Tetapi kebanyakan orang memilih keluar dari aliran air itu, karena mereka merasa mampu hidup tanpa Tuhan; sehingga akhirnya mereka berjalan sendiri dan berada diluar aliran air itu.

Memang terkadang kita tidak mengerti kemana kita dibawa oleh aliran air tersebut (aliran Roh Kudus); seperti Abraham yang tidak tahu kemana dia dibawa oleh Tuhan. Namun yang pasti, bahwa Roh Kudus sedang membawa kita pada tempat yang penuh dengan kebahagiaan.

Sementara kita berjalan mengarungi kehidupan ini, maka Roh Kudus tidak tinggal diam. Kita dilengkapi dengan iman. Mulai dari iman yang bertumbuh, iman yang kuat, iman yang besar dan akhirnya iman yang disempurnakan. Sebab, gereja Tuhan (umat Tuhan) yang berjalan atau mengalir bersama Roh Kudus akan disebut sebagai gereja yang normal; tetapi sebaliknya, apabila orang yang mengaku dirinya umat Tuhan tetapi tidak dipimpin oleh Roh Kudus, maka akan disebut gereja yang tidak normal/abnormal. Salah satu ciri gereja yang normal adalah seperti yang tertulis di dalam Markus 16:16-18, “Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."

Selanjutnya, apabila kita teliti ayat-ayat diatas, maka kita akan tahu bahwa air ini mengalir tidak pada satu tempat, tetapi sampai ke Lembah Yordan dan seterusnya, bahkan sampai jauh. Pada waktu air mengalir sampai jauh, maka kita akan dilengkapi dengan pengharapan. Walaupun kita mengalami seperti yang dikatakan dalam 2 Korintus 4:7-9, yaitu “Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami. Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.” Pengharapan ini adalah sautu sauh/jangkar yang kuat, selama kita mengalir bersama Roh Kudus. Tetapi kalau kita keluar dari aliran Roh Kudus, maka kita akan mengalami keputusasaan. Oleh karena itu, ketika cobaan dan rintangan datang dan menimpa kita, maka kita harus tetap mengalir bersama Roh Kudus, sebab “Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.” (Efesus 1:14)

Sebagai gereja yang berjalan menurut aliran Roh Kudus, tidak cukup hanya diperlengkapi dengan iman dan pengharapan, tetapi harus diperlengkapi juga dengan kasih, supaya gereja itu menjadi gereja yang sempurna. Karena ketiga hal ini merupakan ciri daripada umat pilihan Tuhan.

Iman, harap dan kasih harus menjadi karakter dalam kehidupan orang yang percaya kepada Kristus. Karena karakter inilah yang sedang dinantikan oleh dunia, sebab ini merupakan jawaban bagi mereka yang membutuhkan keselamatan. Oleh sebab itu marilah kita berjalan pada aliran air yang tidak hanya sampai pada pergelangan kaki, lutut maupun pinggang, tetapi sampai aliran tersebut berada di atas kepala kita (dalam kata lain, kita dipimpin oleh Roh Kudus sepenuhnya) supaya kita menjadi gereja yang sempurna menjelang kedatangan Tuhan yang kedua kalinya.

Amin

Spirit Of Grace

Pada waktu itu TUHAN akan melindungi penduduk Yerusalem, dan orang yang tersandung di antara mereka pada waktu itu akan menjadi seperti Daud, dan keluarga Daud akan menjadi seperti Allah, seperti Malaikat TUHAN, yang mengepalai mereka.”
(Zakharia 12:8)

Goal tertinggi dari setiap orang percaya adalah menjadi seperti Yesus. Daud merupakan gambaran dari Yesus Kristus sendiri.

1. Daud adalah seorang raja yang rendah hati. Awalnya adalah seorang gembala, oleh Tuhan diangkat menjadi raja atas Israel. Daud telah memerangi banyak peperangan&merebut daerah seperti Tirus, Sidon, Aram dan Filistin, tapi ia tetap rendah hati.

2. Daud adalah seorang raja yang baik. Kelaziman saat orang itu punya kedudukan, maka dia akan mengamankan kedudukannya itu. Tapi hal berbeda dengan Daud. Dia memperhatikan Mefiboseth yang telah jauh tersingkir. Mefiboseth dibawa Daud ke meja perjamuannya, makan sehidangan dengan Daud. Itu juga yang Yesus buat bagi kita.

3. Daud adalah seorang raja yang adil. Semua ladang Saul semasa hidupnya diberikan kepada Mefiboset. Ketika Daud menjadi raja, semua yang seharusnya menjadi milik Daud, ia serahkan kembali ke Mefiboset. Mungkin kita sedang mengalami ketidakadilan, jangan kuatir sebab Raja kita, Yesus Kristus namanya, adalah Raja yang adil.

4. Daud adalah seorang raja yang setia. Daud setia dengan ikatan perjanjiannya dirinya dengan Yonathan, ayah Mefiboset. Walau Yonathan telah meninggal, Daud tetap memegang perjanjiannya itu.

5. Daud adalah seorang raja yang menjaga hatinya tetap manis di hadapan Tuhan. Ini adalah kunci kemenangan yang luar biasa. Sebab Daud tidak mengalami kepahitan sedikitpun.

Kepuasan Sejati




Seseorang yang selalu menuntut dan berkata, “Give me more … give me more”, menandakan bahwa ia tidak memiliki kepuasan di dalam hidupnya. Menurut Amsal 30:15-16, ada empat hal yang tidak pernah puas dan tidak pernah berkata “cukup”, yaitu kuburan (dunia orang mati), rahim yang mandul, bumi yang menerima air, dan api. Itu semua gambaran dari kehidupan seseorang yang tidak pernah mengalami kepuasan.

Yesaya 51:1, merupakan ajakan Tuhan kepada semua orang untuk datang kepadaNya dan menerima kepuasan sejati. Air yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah “devine grace”, yaitu kasih karunia illahi. Inilah kepuasan sejati. Di dalam diri manusia, ada sebuah lubang (hole, kekosongan) yang tidak bisa diisi oleh apa pun juga, misalnya dengan hobby, drugs, sex, atau kesenangan hidup lainnya, kecuali dengan devine grace. Human effort to satisfy spiritual hunger is always fail in end. Tuhan berjanji akan memuaskan hasrat kita dengan kebaikan-Nya (Mazmur 103:5). Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan (Matius 5:6).

Ketika peristiwa kebangkitan Yesus terjadi, ada dua orang murid yang murung wajahnya dan bersedih hati. Mereka berpikir bahwa Yesus tidak bangkit dan mereka tidak mempunyai harapan masa depan, sehingga mereka pulang ke Emaus (Lukas 24:17). Dalam keadaan sedih dan murung, mereka tidak menyadari bahwa Yesus ada bersama dengan mereka. Lalu Yesus menegur mereka, “Hai, kamu orang yang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu yang telah dikatakan para nabi?” (Lukas 24:25-27).

Apakah solusinya agar kita tidak dikatakan bodoh, sehingga kita bisa mengenal Dia dengan lebih baik? Ada tiga solusi, yaitu :

1. MEMBACA FIRMAN ( Lukas 24:27 )

Yesus menjelaskan kepada kedua orang murid tersebut, semua yang tertulis dalam seluruh kitab suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi (Lukas 24:27). Kita perlu sekali membaca dan mempelajari firman Tuhan. Semakin mendekat hari kedatangan Yesus yang kedua kalinya, ada rupa-rupa angin pengajaran yang dapat menyesatkan umat Tuhan. Adalah hal yang baik bila mendengar firman saat ibadah di gereja, tetapi alangkah lebih baik lagi jika dapat mempelajarinya sendiri di rumah, sehingga dapat mendengar langsung apa yang Tuhan katakan secara pribadi.

Iblis akan dengan mudah menggoda dan mencobai manusia yang mendengar firman Tuhan dari kata orang saja, contohnya Hawa yang hanya mendengar firman (perintah Allah) dari Adam. Iblis tidak menggoda Adam, sebab Adam mendengar firman langsung dari Allah. Iblis begitu licik sehingga dapat menipu Hawa sehingga berdosa.

Untuk itu pada bulan Mei yang lalu saya telah menyerukan kepada seluruh jemaat untuk membaca Firman Tuhan dalam PROGRAM MEMBACA KITAB INJIL 3 Pasal setiap hari, dimulai dari kitab Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Keseluruhan pasal dari keempat kitab Injil tersebut berjumlah 89 Pasal. Sehingga, jika jemaat membaca setiap hari 3 pasal secara konsisten, maka dalam waktu 30 hari (satu bulan) dapat menyelesaikan empat kitab Injil tersebut.


2. INTIM DENGAN TUHAN ( Lukas 24:29 )

Ketika hari menjelang malam dan matahari hampir terbenam, kedua murid itu meminta Yesus untuk tinggal bersama dengan mereka (Lukas 24:29). Dan Yesus pun memenuhi permintaan mereka untuk tinggal.

Seseorang yang intim dengan Tuhan akan mengalami kepuasan sejati. Namun, seseorang yang menjauh dari Tuhan akan mengalami kekosongan yang semakin besar. Contoh di dalam Aalkitab, kisah anak bungsu yang pergi meninggalkan rumah bapanya. Seakan-akan dia memiliki semua hal yang dapat memberikan kepuasan dalam hidupnya, namun akhirnya semuanya habis dan ia mengalami penderitaan (Lukas 15:11-32). Yesus memberikan diri-Nya kepada setiap kita yang haus, agar mengalami kepuasan (Yohanes 4:13-14).


3. PERJAMUAN SUCI ( Lukas 24:30-31 )

Ketika Yesus duduk makan bersama dengan kedua murid itu, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia. Setiap orang yang menerima perjamuan suci akan mengalami kepuasan di dalam dirinya. Fokusnya bukan kepada dunia, kesusahan tetapi kepada korban Kristus di kalvari. Yesus berkata, “Akulah roti hidup, barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi (Yohanes 6:35).


Setelah mendapatkan ketiga hal tersebut, hasil yang dicapai oleh kedua murid itu adalah : mereka mengenal Yesus sebagai Mesias yang hidup (Lukas 24:31), hati mereka menyala-nyala (Lukas 24:32), dan mereka menjadi pribadi yang kuat (Lukas 24:33).

Saturday, July 16, 2011

Jadilah Kebun Anggur Yang Subur



Pdt.Prof.DR. Abraham Alex T.

Yesaya 5:1 ”Aku hendak menyanyikan nyanyian tentang kekasihku, nyanyian kekasihku tentang kebun anggurnya : Kekasihku itu mempunyai kebun anggur di lereng bukit yang subur”

Disini menggambarkan pemandangan kebun anggur yang indah dan subur. Kebun anggur ini telah dirawat sedemikian rupa. Baik itu dipupuk, dicangkul,dibuang batu-batunya bahkan diberi menara jaga sehingga tampak tertata rapi. Dan anggur yang ditanam adalah anggur pilihan. Kebun anggur tersebut diperlakukan dengan baik supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik, tetapi yang dihasilkannya adalah buah anggur yang masam.

Yang dimaksud kebun anggur itu adalah bangsa Israel. Allah telah memperlakukan bangsa Israel secara luar biasa, dan Allah rindu bangsa Israel menjadi bangsa yang besar dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa, namun kenyataannya justru sebaliknya. Yang dilakukan bangsa Israel yaitu perbuatan yang membuat sedih hati Allah dan menimbulkan murka Allah turun atas bangsa Israel. Mereka telah mengalami berbagai macam mujizat, tetapi hati mereka tetap keras bagaikan batu.
Yesaya 5:5-7 ”Maka sekarang, Aku mau memberitahukan kepadamu apa yang hendak Kulakukan kepada kebun anggur-Ku itu : Aku akan menebang pagar durinya, sehingga kebun itu dimakan habis, . . . . . . . ” Tindakan yang diambil oleh Allah bukan karena Ia benci terhadap kebun anggurNya (Israel) tetapi hal ini menunjukkan bahwa Allah sangat perhatian terhadap kebun anggurNya, sebab kalau kita perhatikan dalam Yesaya 5:1 keadaan kebun anggurnya sangat berbeda dengan keadaan kebun anggur pada ayat yang ke 5-6. Pada ayat yang pertama, kebun anggurnya dijaga, dirawat, dipupuk, diberi menara jaga dan ditata dengan baik, tetapi pada ayat yang ke 5 & 6 menerangkan bahwa kebun anggurnya penuh dengan semak belukar dan tidak subur.

Demikian Tuhan memandang terhadap gerejaNya sekarang ini. Apakah gereja ini merupakan kebun anggur yang bagus dan subur, serta bertunas dan menghasilkan buah yang baik. Atau sebaliknya apakah gereja sekarang ini menjadi kebun anggur yang penuh dengan semak belukar.Tentunya kita semua rindu kita menjadi kebun anggur yang bagus, subur serta menghasilkan buah anggur yang manis dan banyak.

Supaya menjadi kebun anggur yang bagus dan subur, maka ijinkanlah diri kita ditata oleh Tuhan karena Tuhan telah memanggil kita untuk dijadikan orang-orang kudus dan untuk melakukan perkara yang besar bersama Allah, seperti yang tertulis dalam I Korintus 1:2-3, ”. . . . mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.” Setelah menjadi orang yang telah dikuduskan, maka segala sesuatu yang kita lakukan harus sesuai dengan kehendakNya karena kita diperhatikan oleh banyak saksi. Untuk itu marilah kita menanggalkan beban dan dosa yang telah merintangi kita untuk menghasilkan buah yang baik bagi Tuhan. Dan semuanya itu kita lakukan dengan mata yang tertuju pada Yesus, yang memimpin kita dalam iman dan membawa iman kita menuju kesempurnaan (Ibrani 12:1-2).

Begitu pula iman yang kita miliki harus mengalami pertumbuhan dan tidak boleh statis, karena apabila iman statis maka kita tidak akan melihat mujizat dan karya Allah yang luar biasa. Memang pada mulanya bahwa iman yang besar itu diawali dari iman yang kecil. Bukan berarti iman yang kecil itu tidak perlu, karena firman Tuhanpun menuliskan bahwa apabila kita memiliki iman sebesar biji sesawi maka kita dapat memindahkan gunung. Tetapi bagaimanapun juga iman harus mengalami pertumbuhan, sebab firman Tuhan menasehatkan : ”Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis : Orang benar akan hidup oleh iman.” (Roma 1:17).

Apabila iman kita mengalami pertumbuhan, maka kita akan menjadi berkat bagi banyak orang, seperti biji sesawi yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, maka sesawi itu lebih besar daripada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya (Matius 13:31). Wujud dari pertumbuhan iman itu sendiri yaitu apabila iman tersebut disertai dengan perbuatan, sebab iman tidak tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati. (Yakobus 2:17).

Pertumbuhan iman kita mulai dari iman yang kecil sampai menjadi iman yang besar, tidak lepas dari tuntunan Roh Kudus karena tubuh kita adalah bait Roh Kudus (I Korintus 3:16). Dan kita dapat mengetahui kehendak Allah dalam kehidupan ini juga melalui tuntunan Roh Kudus, sebab Roh Kuduslah yang menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah (I Korintus 2:10). Dan setiap orang yang didalam dirinya ada Roh Kudus, maka orang itu akan mendapatkan wahyu, sehingga muncul suatu inspirasi yang dapat diwujudkan secara nyata (II Korintus 9:10). Tetapi apabila orang itu tidak memberi kesempatan kepada Roh Kudus untuk berkarya dalam dirinya maka orang itu tidak akan mengalami perubahan di dalam hidupnya dan tidak akan pernah merasakan kuasa Allah, meskipun menjadi orang Kristen bertahun-tahun. Jangan sekali-kali memadamkan atau mendukakan Roh Kudus, sebab apabila kita melakukannya maka hal itu sama dengan menghancurkan diri kita sendiri.

Sejalan dengan pertumbuhan iman, kita juga harus menabur dalam pekerjaan Tuhan. Dan apa yang kita tabur tidak harus selalu berupa uang atau harta, tetapi bisa juga waktu, tenaga, pikiran ataupun hal-hal yang lain. Yang jelas apa yang kita tabur adalah sesuatu yang dapat mendukung dalam pekerjaan Tuhan. Jangan engkau memandang keadaan sekitarmu apabila engkau menabur. Sebab tuaian yang besar ada di hadapan kita. Memang saat kita menabur tidak selalu lancar, kadang-kadang saat kita menabur disertai dengan air mata, seperti yang firman Tuhan katakan : ”Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya” (Mazmur 126:5-6).

Tetapi perlu kita ingat, bahwa apa yang kita tabur tidak akan sia-sia, tetapi akan kembali dengan berlipat ganda bahkan sampai seratus kali lipat sesuai dengan pertumbuhan iman kita. Untuk itu janganlah kita putus asa, sebab apa yang tidak pernah kita dengar ataupun kita lihat, bahkan apa yang tidak pernah timbul dalam hati kita, semuanya akan disediakan Allah. Seperti contohnya Ishak, walaupun dalam masa kekeringan ia tetap menabur, dan hasilnya luar biasa. Kisah ini dapat kita baca dalam Kejadian 26:12, ”Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati Tuhan.”

Dengan demikian, maka kita akan disebut orang yang berhasil, bahagia dan penuh dengan damai sejahtera. Amin.

Upah Dan Mahkota


Pdt.Yusak Hadisiswantoro

Ada tiga kebenaran dalam Yohanes 14:1-3, yaitu :
(1) Yesus mempunyai banyak tempat bagi kita,
(2) Yesus ke sana untuk menyediakan tempat bagi kita,
(3) Yesus akan datang kembali dan Ia serius melakukannya.

Ketika Yesus datang kembali, Ia datang segera dan membawa upah-Nya bagi kita (Wahyu 22:12).

Anugerah keselamatan itu diberikan cuma-cuma (free gift) yang diberikan bukan karena perbuatan baik kita, tetapi semata-mata oleh karya Kristus. Sedangkan upah didapat melalui tindakan kita setelah diselamatkan. Kita membangun kehidupan kita di atas dasar Kristus (I Korintus 3:11-15).

Walaupun ada upah, kita tidak fokus kepada upah itu, karena sudah sangat cukup kasih karunia yang kita terima di dalam Kristus. Semuanya kita lakukan karena mengasihi Yesus (Kolose 3:23, 25).


Ada tiga upah yang akan diterima dari Tuhan (Matius 10:42), yaitu :
1. Upah Nabi, yang akan diberikan kepada mereka yang sudah diselamatkan oleh anugerah, menjadi pelaku firman dan memberitakan kebenaran,
2. Upah Orang Benar, yang akan diberikan kepada mereka yang sudah diselamatkan oleh anugerah dan menjadi pelaku kebenaran,
3. Upah Murid, yang diberikan kepada mereka yang sudah diselamatkan oleh anugerah dan sedang belajar menjadi pelaku kebenaran.

Selain datang membawa upah-Nya, Yesus juga menyediakan mahkota-mahkota bagi orang yang percaya. Ada lima mahkota yang disediakan bagi kita, yaitu:

-Mahkota Kehidupan, diberikan kepada orang yang setia sampai akhir (Yakobus 1:12)
-Mahkota Kebenaran, diberikan kepada orang yang menanti-nantikan Tuhan (2 Timotius 4:8)
-Mahkota Abadi, diberikan kepada orang yang bertanding dengan iman dan menguasai diri (I Korintus 9:25)
-Mahkota Kemuliaan, diberikan kepada orang yang memperhatikan jiwa-jiwa (I Petrus 5:4)
-Mahkota Sukacita, diberikan kepada orang yang memenangkan jiwa-jiwa (I Tesalonika 2:19)

Kita tidak akan sekalipun menyesali semua yang sudah dilakukan untuk Kristus. Sudah tersedia upah dan mahkota bagi kita yang mengasihi Dia. Namun, fokus dan motivasi kita bukanlah kepada upah dan mahkota, tetapi karena kita mengasihi Yesus. Amin

It Is Finished

Pdt.Yusak Hadisiswantoro

Dengan melakukan hukum Taurat tidak ada seorangpun yang dibenarkan dan diselamatkan. oleh sebab itu Kristus datang, lahir dan mati di kayu salib sebagai penebus. Jika ada seseorang yang diselamatkan karena melakukan hukum Taurat, maka Yesus tidak perlu mati. Tidak ada kebenaran di dalam hukum Taurat, jangan saudara menolak kasih karunia Tuhan.

Galatia 2:19-21 tertulis “… Aku telah disalibkan dengan Kristus”. Orang yang sudah diselamatkan manusia lamanya telah disalibkan. Apakah tanda-tanda orang yang hidupnya sudah disalibkan dengan Kristus? Apakah dengan memakai kalung salib? Apakah dengan memasang salib di rumahnya? Bukan ! Hal-hal itu baik saja dilakukan tetapi bukan hal tersebut yang penting.

Ada tujuh perkataan yang diucapkan Yesus saat di atas kayu salib, sehingga ini menjadi tanda bagi kita yang hidupnya sudah disalibkan dengan Kristus, yaitu :

1.“Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?(Matius 27:46). Ia intim dengan Tuhan. Ia tidak ingin terpisah dengan Bapa.
2.“Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Lukas 23:34), Ia hidup dalam pengampunan. Untuk menjadi sukses tidak cukup hanya menjadi seorang yang baik saja, tetapi ia harus mempunyai kedisiplinan dan ketegasan dalam melakukan sesuatu namun tidak menyimpan kepahitan, dendam dan kekecewaan terhadap orang lain.
3.“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” (Lukas 23:43). Ia memberikan jaminan keselamatan. Selamat = soteria, mencakup keselamatan secara utuh, keselamatan dalam roh, jiwa dan tubuh, di masa lalu, sekarang dan yang akan datang, dan di dalam segala aspek kehidupan kita.
4.“Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” (Lukas 23:46). Ia berserah pada Tuhan
5.“Ibu, inilah, anakmu!” Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah ibumu!” (Yohanes 19:26-27). Ia memperhatikan keluarganya. Tuhan sangat memperhatikan keluarga, sebab lembaga pertama yang dibentuk oleh Tuhan adalah keluarga (Adam dan Hawa) dan mujizat pertama yang dilakukan Yesus adalah perkawinan di Kana.
6.“Aku haus!” Yohanes 19:28). Ia mempunyai sikap haus akan kebenaran. Semakin kita mengenal Kristus maka mujizat Tuhan akan semakin dinyatakan kepada kita.
7.“Sudah selesai.” (Yohanes 19:30). Ia menyelesaikan tugasnya sampai tuntas/selesai. Sudah selesai – It is finished. Karya Kristus telah menyelesaikan semua yang kita perlukan dalam hidup ini. Ia telah menyelesaikan dengan sempurna kehendak Bapa.


Namun Yesus tidak berhenti pada kematian, pada hari yang ketiga Ia bangkit dari kematian. Saya dan saudara adalah orang-orang yang mempunyai pengharapan di dalam Yesus Kristus, sebab Ia telah mati namun bangkit dari kematian. Pada saat kebangkitan-Nya, Yesus juga mengucapkan tujuh perkataan penting, yaitu :

1.Mengapa engkau menangis? (Yohanes 20:15). Yesus memberikan penghiburan kepada murid-murid yang susah, sedih. Maria saat itu menganggap Yesus yang bangkit sebagai penunggu taman. Adam pertama dikenal sebagai penunggu/penjaga/pengelola taman, tetapi Adam yang kedua adalah Mesias yang mati dan bangkit. Mengalahkan maut dan iblis.
2.Maria !!! (Yohanes 20:16). Yesus memanggil murid dengan namanya, Ia mengenal kita. Sebagai Gembala yang baik Ia mengenal domba-dombaNya. Yesus yang telah bangkit itu mengenal kita secara pribadi.
3.Pergilah kepada saudara-saudaramu (Yohanes 20:17). Ceritakan kepada saudara-saudaramu kabar baik tentang kematian dan kebangkitan Yesus. Ajak orang lain datang kepada Yesus.
4.Damai sejahtera atasmu! (Yohanes 20:19), dimana ada kita maka keberadaan kita itu membawa damai sejahtera.
5.Seperti Bapa mengutus Aku, Aku mengutus kamu (Yohanes 20:21b). Siapa pun kita punya tugas di dalam keluarga, tempat pekerjaan, study dan ladang Tuhan (gereja lokal). Menjadi seorang yang handal dan profesional melakukan tugas-tugas kita.
6.Jangan tidak percaya (Yohanes 20:27). Jangan kehilangan moment penting untuk percaya. Dalam keadaan paling buruk sekalipun, pilihlah untuk tetap percaya. Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya kepada-Nya.
7.Berbahagialah yang tidak melihat namun percaya (Yohanes 20:29). Kita diajar untuk hidup oleh iman dan bukan berdasarkan apa yang kita lihat.

Biarlah tujuh perkataan Yesus yang mati dan bangkit ini menjadi bagian, tereskpresi dan hidup di dalam diri kita.

Amin