|
Pdt. Abraham Alex Tanuseputra
Di dalam perjalanan pelayanan gereja Bethany telah dilandasi dengan
iman, harap dan kasih. Dari ketiga hal ini yang paling terbesar adalah
kasih, seperti yang tertulis dalam I Korintus 13:13, “Demikianlah
tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang
paling besar di antaranya ialah kasih.” Dengan demikian thema gereja
Bethany di Tahun 2013 adalah FIRST LOVE (Kasih mula-mula).“Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.” I Korintus 13:13 Berapa banyak umat Tuhan termasuk para pelayan Tuhan mulai meninggalkan kasih mula-mula walaupun masih berkecimpung dalam dunia pelayanan. Oleh sebab itu, melalui penyampaian firman Tuhan ini, biarlah boleh mengingatkan atau mengajak umat Tuhan untuk kembali kepada kasih mula-mula kita kepada Tuhan. Karena apabila kita meninggalkan kasih mula-mula kepada Tuhan maka sia-sialah segala apa yang telah kita lakukan selama ini. Memang, iman itu dibutuhkan oleh semua umat yang percaya pada saat ini yaitu dalam jangka pendek, demikian pengharapan juga dibutuhkan dalam jangka panjang, sedangkan kasih itu kekal selama-lamanya. Firman Tuhan pun memberitahukan bahwa nubuatan maupun bahasa roh akan berhenti, tetapi kasih itu kekal selamanya, seperti yang tertulis dalam I Korintus 13:8-9 ”Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.” Bahasa roh itu untuk menolong iman kita, yaitu menambahkan iman kita dan Roh Kudus itu menguatkan iman kita dalam pengharapan. Untuk itu, di tahun yang baru ini biarlah kita memikirkan hal-hal yang kekal. Pada waktu kita percaya Tuhan, kita mengaku bahwa Yesus adalah Mesias maka terjadilah mujizat yang luar biasa. Tidak semua orang dapat mengaku Yesus adalah Tuhan kalau tidak dibantu oleh Roh Kudus. Roh Kudus sudah ada dalam diri kita, maka terjadi suatu mujizat. Tuhan Yesus berkata kepada Simon, “Simon, sekarang engkau bukan Simon tetapi Petrus.” Ada dua dimensi “dimensi Simon” dan “dimensi Petrus”. Petrus inilah manusia kekal. Simon ini akan mati, demikian Saulus akan mati; tetapi Petrus dan Paulus akan hidup selama-lamanya. Hanya manusia roh yang akan mendapatkan kasih, karena manusia roh itu kekal. Demikian halnya dengan kasih yang adalah kekal. Manusia roh itu luar biasa, sebab Tuhan berkata : ”di atas batu karang ini Aku mendirikan jemaatku. Maut tidak dapat menguasai kamu, apa yang kau ikat di bumi terikat di surga dan apa yang kau lepas di bumi akan terlepas di surga.” Jadi ada hubungan antara bumi dan surga. Orang yang hidup mementingkan manusia rohnya akan dipelihara Tuhan secara sempurna. Memang hal ini tampaknya seperti fantasi tetapi semua itu adalah nyata. Dan alasan mengapa kita harus mementingkan manusia roh kita yaitu karena kita adalah milik Kristus, seperti yang tertulis dalam Roma 8:9-11, ”Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus. Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran. Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.” Sebagai gambarannya adalah kisah daripada Abraham (Kejadian 17:1-5). Dalam usianya yang sudah lanjut, dia mendapatkan janji dari Tuhan bahwa Abraham akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. Namun janji ini membuat Abraham tertawa, bukan karena dia senang melainkan menganggap bahwa hal ini lucu. Sebab ia melihat usianya yang sudah tua yaitu 99 tahun, mana mungkin memiliki keturunan. Memang secara manusia daging (Abram) tidak mungkin, tetapi ketika dia menjadi manusia roh (Abraham) maka tidak ada yang mustahil. Tuhan telah menunggu sampai mati betul dagingnya. Dan pada waktu berubah maka dilakukan sunat, maksudnya dagingnya dipotong, maka dia bisa mengasihi Tuhan. Bahkan pada waktu dia punya anak yaitu Ishak yang menginjak usia remaja, Ishak diminta Tuhan untuk dikorbankan. Karena dia mengasihi Tuhan maka dia rela menyerahkan anaknya. Abram menjadi Abraham itu mati manusia dagingnya tetapi manusia rohnya muncul. Kita harus juga perhatikan kehidupan kita yaitu harus suci dan tidak hidup sembarangan. Firman Tuhan berkata ”Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci. Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah” (I Yohanes 3:1-4). Suatu ketika kita akan melihat Tuhan Yesus dengan sebenarnya dan hidup bersama Dia selama-lamanya. Manusia daging ini harus prihatin, supaya manusia roh itu berfungsi. Banyak sekarang hamba-hamba Tuhan yang memberitakan firman Tuhan hanya kasih karunia saja; memang hal ini tidak salah, tetapi kasih karunia itu jangan disia-siakan dengan perbuatan cemar (Ayat 6-8), untuk itu perhatikan langkah-langkah kita di tahun yang baru. (ayat 9) Kita semua telah lahir dari Allah dan menjadi manusia baru. Hal ini pernah menjadi perbincangan antara Nikodemus dengan Tuhan Yesus, dimana Nikodemus bertanya kepada Tuhan “bagaimana manusia bisa selamat ?”. Jawab Tuhan Yesus, ”Orang bisa selamat apabila dilahirkan kembali,” lalu Nikodemus bertanya : “bagaimana orang bisa dilahirkan kembali apabila ia sudah tua ?” tetapi Tuhan Yesus menjawab : ”apa yang telah dilahirkan dari daging adalah daging sedangkan apa yang telah dilahirkan dari roh adalah roh.”Mujizat yang paling besar adalah lahir baru (menjadi manusia baru). Antara manusia daging dengan manusia roh selalu bertentangan, tetapi biarlah kita menjadi manusia roh yang berkemenangan asalkan kita menghormati Roh Kudus lebih. Kalau kita milik Kristus atau memiliki Kristus maka kita memiliki segala-galanya karena Kristuslah segala-galanya. Meskipun sementara ini mengalami penderitaan ketika memperjuangkan manusia roh kita untuk terus bertumbuh, tetapi perlu kita ketahui bahwa penderitaan yang kita alami saat ini tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan kita terima kelak, seperti yang tertulis dalam Roma 8:18, ”Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.” Melalui pembahasan firman Tuhan di atas, marilah kita semakin sungguh-sungguh untuk hidup dalam kasih mula-mula kepada Tuhan dan menumbuhkan manusia roh kita, maka apa yang tidak pernah kita lihat maupun kita dengar, bahkan tidak pernah timbul dalam hati kita akan dinyatakan bagi mereka yang mengasihi Dia, Amin. |
TUHAN menambahi kita seribu kali lagi dari jumlah sekarang & memberkati seperti yang dijanjikan-Nya
Kebangkitan Besar
Wednesday, February 20, 2013
Tetap Pada Kasih Mula-mula
Hidup Dalam Pemeliharaan Tuhan
|
|
|
Pdt. Abraham Alex Tanuseputra
Mujizat yang luar biasa adalah ketika seseorang mengalami kelahiran
baru. Dan mengapa kelahiran baru disebut sebagai mujizat yang luar biasa
? sebab kelahiran baru merupakan syarat utama untuk dapat masuk ke
dalam kerajaan Allah. Hal ini juga disampaikan oleh Tuhan Yesus kepada
pemimpin agama Yahudi yaitu Nikodemus, sebagai peringatan bahwa setiap
orang yang mau masuk kedalam kerajaan Allah harus mengalami kelahiran
baru (Yohanes 3:3-7).“Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu. Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.” (I Petrus 1:3-5) Salah satu contoh murid Tuhan yang mengalami kelahiran baru adalah Simon, dimana ketika ia mengaku bahwa Yesus adalah Mesias, maka Yesus berkata : “berbahagialah engkau Simon, karena bukan engkau yang menyatakan itu tetapi oleh karena kemurahan Allah yang membuat engkau menyatakan demikian. Dan sekarang engkau bukan lagi Simon tetapi Petrus.” Dulu Simon adalah manusia alamiah (manusia yang penuh dengan kelemahan dan keterbatasan), tetapi setelah ia mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan, maka ia menjadi manusia baru dan namanya menjadi Simon Petrus. Istilah kelahiran baru ini tidak hanya terjadi pada jaman perjanjian baru saja, tetapi pada jaman perjanjian lamapun, hal ini juga terjadi. Tatkala Tuhan memanggil Abraham untuk menjadi bapa segala bangsa, maka terlebih dahulu telah terjadi kelahiran baru (perubahan karena menerima panggilan Tuhan). Dimana yang dahulunya Abram menjadi Abraham, Sarai menjad Sara, kemudian Yakub menjadi Israel. Dan bukan berarti perubahan nama yang menentukan kita menjadi manusia baru, tetapi karena kita meresponi panggilan Tuhan untuk menerima kemurahanNyalah yang membuat kita mengalami kelahiran baru. Perlu diketahui pula bahwa Tuhan memanggil kita bukan karena perbuatan baik kita atau karena kita tidak melakukan pelanggaran secara moral, melainkan karena anugerahNya besar atas hidup kita. Dan Allah tidak segan-segan memberikan putraNya yang tunggal yaitu Yesus Kristus sebagai tumbal dosa. Hal itu dilakukanNya semata-mata supaya umat manusia diselamatkan dan kembali kepadaNya. Kemurahan Allah dalam perjanjian lama hanya bersifat perorangan, tetapi pada jaman perjanjian baru, kemurahan Allah diberikan kepada seluruh umat manusia yang menerima serta percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan raja; seperti yang tertulis dalam Injil Yohanes 3:16 “ . . . . . . . , supaya barangsiapa percaya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.” Kata “barangsiapa” menunjuk kepada setiap orang. Istilah atau pengertian lahir baru tidak ada di agama manapun, walaupun segala sesuatu yang diajarkan agama tersebut adalah baik. Sebab istilah serta pengertian kelahiran baru ini hanya ada ketika seseorang menjadi percaya di dalam nama Tuhan Yesus, sehingga orang tersebut mendapatkan predikat sebagai manusia rohani. Manusia alamiah dan manusia rohani ini tidak terpisah karena kita masih tinggal dalam dunia ini. Lalu, bagaimana dalam dua dimensi kita dipelihara Tuhan ? Kedua dimensi ini tetap dipelihara Tuhan, selama kita tetap melekat pada firmanNya. Dan terpeliharanya manusia alamiah kita akan dipengaruhi manusia rohani kita, karena bukan manusia alami kita yang dapat merubah manusia rohani kita. Oleh karena itu manusia rohani kita harus selalu mendapatkan makanan dan minuman, supaya manusia rohani kita tetap hidup. Dan bagaimanakah manusia rohani kita mendapatkan makanan dan minuman ? Manusia rohani kita akan mendapatkan makanan apabila kita senantiasa datang kepada Tuhan Yesus (dalam pengertian membangun hubungan yang intim dengan Tuhan) Sebab Tuhan Yesus berkata : "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup. Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; . . .” (Yohanes 7:37-39). Dan di dalam Injil Yohanes 6:35&37 juga dikatakan : "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.” Hal ini menunjukkan bahwa manusia rohani kita benar-benar terpelihara oleh kasih dan rahmatNya, supaya manusia rohani kita tetap hidup. Dan perlu kita ketahui pula bahwa yang tinggal dalam kerajaan sorga adalah manusia rohani kita dan bukan manusia alamiah; seperti yang terulis dalam I Korintus 15:50 “Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa. Oleh sebab itu, marilah kita memberikan manusia rohani kita untuk dipelihara oleh Tuhan, karena apabila manusia rohani kita terpelihara maka manusia alamiah kita juga turut terpelihara. Kita lihat contoh kisah daripada Obed-Edom; ketika ia menghormati lawatan Tuhan, dengan hadirnya Tabut Perjanjian di rumahnya selama tiga bulan, maka selama itu pula Obed-Edom beserta seluruh isi rumahnya diberkati oleh Tuhan. Demikian dengan kehidupan kita; selama kita menghormati dan dipenuhi oleh Roh Kudus maka segala sesuatu yang kita kerjakan pasti berhasil. Hadirnya Roh Kudus itu sama dengan hadirnya Tabut Perjanjian yang terjadi di jaman perjanjian lama. Ketika Musa bersama tiga juta orang, dengan memikul Tabut Perjanjian maka segala rintangan yang mereka hadapi dapat mereka selesaikan bahkan saat mereka menghadapi peperangan, mereka memperoleh kemenangan yang luar biasa. Hal ini membuktikan bahwa pemeliharaan Tuhan itu nyata ketika kita berada dalam hadirat Tuhan. Dan kita patut berbangga apabila Roh Kudus ada dalam diri kita, karena dengan keberadaannya maka kita juga akan mendapatkan pelayanan daripada malaikat, seperti yang tertulis dalam Ibrani 1:14 “Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan?”. Karena demikian besar kasih dan rahmatNya untuk memelihara kita, maka kita harus tetap menjaga kerohanian kita untuk mendapatkan pemeliharaan dari Tuhan; tetapi bukan berarti kita mengabaikan manusia alamiah kita. Karena kedua-keduanya harus tetap kita jaga supaya segala anugerahNya bagi kita tidak sia-sia. Amin. |
Saturday, January 12, 2013
Tuaian Yang Besar
|
|
|
|
Pdt. Abraham Alex Tanuseputra
Disadari ataupun tidak disadari bahwa segala tindakan, perkataan,
gagasan dan sebagainya yang ada pada seseorang selalu ada
konsekuensinya. Termasuk keputusan, maupun tindakan yang dilakukan oleh
rasul Paulus dalam melayani pekerjaan Tuhan. Paulus melayani Tuhan dari
kota satu ke kota lainnya, diantaranya Makedonia, Efesus, Korintus dan
banyak kota lainnya. Memang, secara fisik bahwa pelayanan yang dilakukan
oleh rasul Paulus itu sangat melelahkan, belum lagi ditambah dengan
persoalan-persoalan lainnya. Inilah konsekuensi yang harus diterima oleh
rasul Paulus, dan rasul Paulus menyadari akan hal itu. Tetapi semuanya
itu tidak melemahkan rasul Paulus dalam melayani Tuhan, justru bagi
rasul Paulus hal tersebut sangat menyenangkan sebab melayani Tuhan
merupakan suatu kehormatan yang tidak ada bandingnya. Untuk itu ia
menulis surat yang ditujukan kepada jemaat di Korintus, katanya : “sebab
disini banyak kesempatan bagiku untuk mengerjakan pekerjaan yang besar
dan penting, sekalipun ada banyak penentang.”Ayat Bacaan: 1 Korintus 16:5-9 16:5 Aku akan datang kepadamu, sesudah aku melintasi Makedonia, sebab aku akan melintasi Makedonia. 16:6 Dan di Korintus mungkin aku akan tinggal beberapa lamanya dengan kamu atau mungkin aku akan tinggal selama musim dingin, sehingga kamu dapat menolong aku untuk melanjutkan perjalananku. 16:7 Sebab sekarang aku tidak mau melihat kamu hanya sepintas lalu saja. Aku harap dapat tinggal agak lama dengan kamu, jika diperkenankan Tuhan. 16:8 Tetapi aku akan tinggal di Efesus sampai hari raya Pentakosta, 16:9 sebab di sini banyak kesempatan bagiku untuk mengerjakan pekerjaan yang besar dan penting, sekalipun ada banyak penentang. Rasul Paulus tidak melihat berapa besar tantangan yang akan ia hadapi saat melayani Tuhan, sebab ia hanya memandang upah sorgawi yang akan ia terima. Dan upah sorgawi ini tidak dapat dibandingkan dengan tantangan atau penderitaan yang sedang berlangsung di dunia ini, seperti surat rasul Paulus yang ditujukan kepada jemaat di Roma, yang berbunyi : “Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.” (Roma 8:18) Saudara, kesempatan yang besar dan penting ini tidak hanya terjadi pada jaman rasul Paulus saja, tetapi kesempatan yang besar dan penting ini juga berlaku bagi jemaat Gereja Bethany Indonesia. Dimana jemaat Bethany juga mendapat kesempatan yang besar untuk ambil bagian dalam pekerjaan Tuhan, untuk menerima tuaian yang besar. Dan Tuhan sudah tidak sabar untuk memberikan tuaian jiwa-jiwa yang besar serta memberkati kita. Dan perlu kita ketahui pula, bahwa saat kita hendak memperoleh tuaian yang besar; kita tidak lepas dari tantangan/resiko yang harus kita hadapi. Adapun tantangan tersebut meliputi berbagai aspek kehidupan manusia, baik itu secara fisik, hubungan antar sesama, bencana alam dan berbagai macam hal lainnya, terutama dalam perekonomian yang semakin lama semakin memburuk. Sehingga berapa banyak anak-anak Tuhan mulai lemah menghadapi keadaan ini. Untuk itu, marilah kita belajar dari kehidupan rasul Paulus yang pantang menyerah terhadap keadaan yang ada. Walaupun berbagai macam “belalang” (kuasa kegelapan) maupun persoalan hidup menyerang, ia tetap melakukan pekerjaan Tuhan, karena ia tahu bahwa masa penuaian itu telah tiba. Menabur dan menuai itu merupakan suatu siklus yang tidak pernah berhenti. Dan siklus tersebut tidak pernah dipengaruhi oleh keadaan, asalkan tetap melekat pada pokok yang benar yaitu untuk menghasilkan buah Roh Kudus. Dan apabila gereja berbuahkan daging, maka akan dengan mudahnya belalang akan menghabiskannya, tetapi jikalau buah itu adalah buah Roh Kudus, maka buah Roh itu tidak akan pernah dimakan oleh belalang, dan mereka akan tetap berbuah karena buahnya kekal. Untuk itu jangan coba-coba untuk melepaskan diri dari pokok yang benar, sebab belalang ini sangat ganas, baik buah, batang maupun akarnyapun dimakan. Kalau akarnya sudah dimakan, maka pohon (gereja) itu akan “habis.” Oleh sebab itu kita patut bersyukur, karena meskipun banyak rintangan dan goncangan di gereja kita, tetapi puji Tuhan akar di tempat ini masih segar dan akan bertumbuh lebih kuat lagi dan mengeluarkan suatu getah dan akan ada panen yang lebih besar lagi. Dan hal ini tidak hanya terjadi pada gereja secara umum tetapi juga terjadi pada pribadi lepas pribadi. Untuk menerima tuaian yang besar, maka ada hal-hal yang perlu diperhatikan supaya tuaian kita tidak dimakan oleh “belalang.” Kita harus tetap berakar dan bertumbuh dalam Kristus. Walaupun banyak tantangan yang sedang menghadang, tetapi jangan lemah, putus asa, bahkan berhenti dalam melayani Tuhan sebab jerih payahmu tidak akan sia-sia. Jikalau Tuhan Yesus dengan susah payah mendidik murid-murid-Nya untuk beriman, maka saat ini pun Dia sedang mendidik kita dari tidak memiliki iman, lalu iman yang kecil, iman yang bertumbuh, iman yang besar, iman yang kuat, dan iman yang sempurna. Memang, pertumbuhan yang demikian ini tidak mudah diterapkan kepada murid-murid Yesus pada waktu itu. Terbukti dalam Injil Markus 16:9-14 telah dikisahkan bahwa orang yang dekat dengan Yesus tidak percaya akan kebangkitan Tuhan. Bukankah selama 3 tahun murid-murid Yesus melihat keajaiban dan mujizat yang yang dilakukan oleh Tuhan Yesus? Dan untuk lebih jelasnya lagi, maka kita dapat membaca dalam Injil Lukas 24:7-12. Dimana Magdalena tidak sendirian, karena ada puluhan wanita yang melihat Yesus bangkit dan menceritakannya, tetapi rasul-rasul telah menganggapnya itu adalah omong kosong. Padahal Tuhan Yesus memberitahukan berkali-kali tentang kematian dan kebangkitanNya. Sebenarya waktu diberitahukan tentang kematian dan kebangkitanNya, murid-murid Yesus memiliki reaksi (Matius 16:21-23; 17:22; 20:17; 26:1), tetapi murid-murid Yesus hanya menangkap tentang kematian-Nya saja dan tidak menangkap tentang kebangkitan-Nya. Memang dalam mengikut Yesus ada suatu proses yang kelihatannya selalu kalah pada permulaannya, tetapi perlu kita ingat bahwa segala proses yang kita hadapi selalu ada jalan keluarnya. Kita harus berpikir positif dalam menghadapi segala sesuatu. Murid-murid Yesus gagal untuk percaya karena pada waktu itu mereka susah untuk ditanami imannya dengan firman Tuhan, sehingga perkara besar dan penting tidak mungkin terjadi. Di dalam Injil Markus 8:14-21 merupakan kisah yang memilukan karena pada waktu itu yang ada dalam perahu mereka hanya 1 ketul roti, dan yang harus diberi makan jumlahnya 13 orang, sehingga hal ini membuat mereka bertengkar, padahal kalau dibandingkan dengan 5 ketul roti dan dua ikan untuk 5000 orang lebih, seperti yang mereka alami sebelumnya. Oleh karena itu, dengan adanya peristiwa ini maka dengan sikap tegas Tuhan Yesus memperingatkan mereka. Kalau kita melihat peristiwa di atas bukankah tidak jauh dengan kehidupan yang sedang kita jalani saat ini ? Dimana kita kerapkali kurang mempercayai apa yang telah Tuhan katakan, karena kita lebih banyak dipengaruhi oleh keadaan sekeliling kita. Misalnya : Saat ini kita sedang menghadapi suatu keadaan yang sukar, sedangkan firman Tuhan mengatakan bahwa saat inilah kita akan menuai besar-besaran. Hal ini memang bertentangan, tetapi apabila kita meyakini dengan sungguh-sungguh maka apa yang kita yakini itu akan terjadi. Seperti yang Yesus katakana kepada murid-muridNya : ”Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.” Saudara, melalui beberapa penjelasan di atas biarlah mengajar kita untuk lebih sungguh-sungguh melayani Tuhan, dengan didasari oleh iman, harap dan kasih terutama dalam masa penuaian. Amin |
Friday, January 11, 2013
Persembahkan Yang Terbaik
|
Pdt. Abraham Alex Tanuseputra
Dalam peringatan hari kelahiran sang juru selamat, beberapa hal yang harus kita pelajari dan pahami melalui kehidupan orang majus. Dimana mereka telah mempersembahkan sesuatu yang terbaik bagi Yesus. Adapun persembahan yang diberikan oleh orang majus kepada Yesus adalah emas, kemenyan dan mur. 1. Emas : emas adalah gambaran dari iman yang murni dan teruji,seperti yang tertulis dalam I Petrus 1:3-7 “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu. Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir. Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu -- yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api -- sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.”Apabila saat ini kita sedang mengalami berbagai macam pergumulan yang tak kunjung padam, biarlah kita tetap tabah sebab Allah sedang memurnikan dan menguji iman kita. Dan apabila kita telah lulus dalam menjalani ujian tersebut maka apa yang tidak pernah kita pikirkan atau timbul dalam hati kita akan dinyatakan dalam kehidupan kita yaitu puji-pujian, kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diriNya. Ingatlah bahwa pergumuluan atau ujian yang sedang kita hadapi tidak sebanding dengan anugerah yang akan kita terima. Oleh sebab itu kuatkan dan teguhkanlah hati kita, karena dengan iman yang murni kita akan tetap berkenan kepada Tuhan. 2. Kemenyan : kemenyan adalah gambaran daripada pengharapan.Setiap orang tentunya memiliki pengharapan; baik orang yang sudah menerima Yesus maupun orang yang belum menerima Yesus. Tetapi pengharapan orang yang diluar Yesus adalah sia-sia (Amsal 10:28), karena semuanya tidak ada kepastian, sedangkan pengharapan anak-anak Tuhan memiliki kepastian, seperti yang tertulis dalam Amsal 23:18 “Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.”Pengharapan anak-anak Tuhan adalah sauh yang kuat yang dilabuhkan sampai di belakang tabir; dimana di belakang tabir terdapat Tabut Perjanjian dengan kata lain bahwa Tabut Perjanjian berada di ruang maha suci. Dan di ruang maha suci harus ada kemenyan yang terus menyala dan memberikan bau yang harum. Demikian halnya dengan kita; walaupun kita akan memasuki tahun yang baru penuh dengan tantangan dan pencobaan atau persoalan yang lainnya, biarlah kita tetap menyembah Tuhan bagaikan kemenyan yang terus menyala. Jangan sampai ada sungut-sungut atau kekecewaan maupun kata-kata negatif yang keluar dari mulut kita, melainkan penyembahan yang menyenangkan hati Tuhan. Dan biarlah di tahun yang baru tidak ada alasan untuk lari dari Tuhan sebagai ungkapan putus asa kita, tetapi biarlah kita tetap pegang janji Tuhan karena apa yang telah difirmankanNya tidak akan kembali dengan sia-sia, tetapi semuanya akan terlaksana. Sebagaimana janjiNya terhadap Abraham yang disertai dengan sumpah, seperti yang tertulis dalam Ibrani 6:13-20 “Sebab ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi dari pada-Nya, kata-Nya : Sesungguhnya Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan akan membuat engkau sangat banyak. Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya. Sebab manusia bersumpah demi orang yang lebih tinggi, dan sumpah itu menjadi suatu pengokohan baginya, yang mengakhiri segala bantahan. Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji itu akan kepastian putusan-Nya, Allah telah mengikat diri-Nya dengan sumpah, supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita. Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya.” Untuk itu, tetaplah bersukacita dalam memasuki tahun baru sebab tahun mendatang adalah tahun penuh kemenangan. 3. Minyak Mur : Minyak mur merupakan gambaran dari kekuatan kasih, walaupun minyak mur itu sendiri memiliki kaitan dengan kematian karena minyak mur digunakan untuk mengurapi orang mati.Kalau kita membaca dalam Yohanes 19:39, dikatakan : “Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya.” Jadi, melalui penjelasan di atas biarlah kasih kita kepada Tuhan tetap untuk selamanya. Dan kekuatan kasih itu sungguh luar biasa karena firman Tuhan berkata : . . . . karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN! (Kidung Agung 8:6). Hal ini terbukti bagaimana Tuhan mengasihi kita sampai Ia rela mengorbankan diriNya untuk keselamatan kita. Dan kasih Tuhan telah mengalahkan segalanya seperti yang yang diungkapkan oleh rasul Paulus : “Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang ?” (Roma 8:35).Oleh sebab itu biarlah kita belajar mengasihi Tuhan lebih sungguh-sungguh. Dan dalam mengasihi Tuhan kita akan belajar dari orang majus ini, yaitu iman yang teruji (emas), pengharapan yang panjang sabar (kemenyan) dan kasih yang murni (minyak mur) sebab Dia adalah raja di atas segala raja, dan Dia adalah Anak Allah. Mungkin timbul pertanyaan mengapa Dia disebut Anak Allah ? Kalau kita tarik kebelakang garis keturunan daripada Yesus maka Dia termasuk keturunan Abraham. Ada empat belas keturunan dari Yesus sampai pada jaman pembuangan di Babel, dan dari pembuangan di Babel sampai Daud ada empat belas keturunan. Dan dari Daud sampai Abraham ada empat belas keturunan, jadi jumlahnya empat puluh dua keturunan yang telah disusun rapi. Lalu ditarik kembali lebih jauh, maka kita tahu bahwa Yesus bukan hanya keturunan Abraham tetapi Ia juga keturunan Adam. Dan yang perlu kita ketahui dan percayai bahwa Yesus adalah Allah yang telah menjadi manusia (Yohanes 1:1-14). Jadi Yesus bukanlah tokoh agama maupun nabi tetapi Dia adalah Tuhan. Yesus adalah Tuhan yang nyata, oleh sebab itu janganlah kita ragu-ragu, percayalah bahwa Dia adalah Tuhan di atas segala Tuhan dan namaNya suci. Untuk itu persembahkanlah sesuatu yang terbaik bagi Dia. Amin. |
Saturday, December 29, 2012
Serahkan Segala Kuatirmu KepadaNya
|
Pdt. Abraham Alex Tanuseputra
Setiap orang tentunya pernah mengalami rasa kuatir dalam hidupnya,
termasuk kita. Sedangkan kekuatiran itu sendiri disebabkan oleh karena
kita tidak dapat melihat apa yang akan terjadi maupun yang sedang
terjadi di depan kita. Oleh karena itu Allah memberikan jaminan atas
hidup kita melalui firmanNya, katanya : Masa depanmu sungguh ada, dan
harapanmu tidak akan hilang (Amsal 23:18).” . . . . . , Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? . . . . .” (Matius 6:25-34) Dan hal yang dikuatirkan tentunya berbeda-beda; baik itu kuatir dalam hal studi, ekonomi, atau masa depan. Padahal sebenarnya perasaan kuatir itu muncul bukan diakibatkan oleh besar atau kecilnya suatu tantangan maupun persoalan yang sedang atau akan kita dihadapi, tetapi adanya suatu kecenderungan untuk mengandalkan kekuatan diri sendiri. Dan kekuatiran merupakan suatu kegagalan seseorang dalam menghadapi tantangan sebelum melakukan peperangan. Apalagi tahun demi tahun keadaan dunia tidak semakin membaik dan ditambah dengan informasi-informasi yang terhadang justru membuat orang merasa tidak ada harapan untuk melihat masa depan. Apabila kita mendengar atau membaca, bahkan melihat dari berbagai sumber berita baik itu melalui media elektronik maupun media cetak, dimana para ekonom telah memprediksikan bahwa di tahun-tahun mendatang keadaan manusia semakin memprihatinkan baik ditinjau dari sudut ekonomi, keamanan, politik maupun keadaan alam. Maka banyak orang akan semakin kuatir dalam menjalani hidup ini. Dan keadaan ini tidak dialami oleh orang dunia saja, tetapi beberapa orang yang mengaku anak Tuhanpun mengalami hal yang demikian; sehingga seolah-olah tidak ada harapan lagi untuk menatap dan mendapatkan masa depan yang penuh dengan kebahagiaan. Saudara, perlu kita ketahui bahwa orang yang kuatir adalah orang yang takut. Dan apabila orang tersebut sudah takut, maka dia akan mengalami stress, bahkan pikirannya menjadi kosong, sehingga pada akhirnya kuasa kegelapan bisa mengusainya dan orang tersebut akan bertindak aneh-aneh. Sebab kekuatiran merupakan celah dalam kehidupan manusia yang memberikan kesempatan bagi iblis untuk menggagalkan tujuan hidup manusia termasuk orang-orang yang mengaku anak Tuhan. Lalu bagaimana dengan kita, apakah kita juga turut meyakini apa yang telah diprediksikan oleh para ekonom maupun peramal ? atau sebaliknya, kita semakin sungguh-sungguh atau bersemangat dalam menjalani hidup ini bersama Tuhan ?. Firman Tuhan menasehatkan bahwa “orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang . . . .” (Wahyu 21:8). Oleh sebab itu janganlah kita kuatir terhadap apapun juga, karena Allah turut bekerja dalam segala hal untuk mendatangkan kebaikan khususnya bagi mereka yang mengasihi Dia. Bahkan untuk menyatakan jaminan pemeliharaanNya, Tuhan membandingan kita dengan bunga bakung, dimana bunga bakung itu tidak bekerja dan tanpa memintal namun didandani oleh Allah sedemikian rupa, walaupun hari ini ada dan besok dibuang (Matius 6:28-29). Dalam ayat tersebut terdapat kata “tidak bekerja”, hal ini bukan berarti kita tidak perlu bekerja, tetapi yang dimaksud dari ayat ini adalah menunjukkan betapa besar kasih Allah yang diberikan kepada kita, sebab bunga bakung yang mekar sebentar saja dipelihara begitu rupa apalagi kita adalah ciptaan yang paling mulia diantara segala ciptaanNya. Dan apabila pencobaan itu datang menimpa kita maka percayalah bahwa pencobaan-pencobaan itu tidak melebihi kekuatan kita, sebab pencobaan-pencobaan itu adalah pencobaan biasa yang justru akan membentuk iman percaya kita kepada Allah. Tuhan telah berjanji bukan hanya menyertai kita, tetapi Tuhan juga berjanji kepada kita untuk hal-hal yang baik. Markus 10:28-31 mengisyaratkan kepada kita bahwa Tuhan sanggup memberkati orang percaya dengan berkat yang berlipat-lipat dan hidup yang kekal. Inilah upah untuk kita. Untuk itu kita percaya bahwa hari depan, Dia akan memberkati kita secara luar biasa. Oleh karena itu kita harus betul-betul lepas dari kekuatiran. Kalau kita terjerat dengan dosa ini, maka kita dipersamakan dengan penyembah berhala dan seorang sundal. Saat kita lepas dari kekuatiran, maka kita akan dipakai Tuhan dalam segala cara. Setiap orang memang ingin mencapai masa depan yang gilang gemilang, tetapi kalau sudah diselipkan kekuatiran, maka orang tersebut telah merancang suatu kegagalan atas hidupnya dan telah merusak rencana atau harapannya. Bagaimana kita bisa tahu bahwa orang yang kuatir itu sedang merancang kegagalan dalam hidupnya ? Kalau kita membaca firman Tuhan yang terdapat dalam Matius 6:27, telah dikatakan : “Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?” Dalam ayat ini telah dijelaskan bahwa orang yang kuatir tidak dapat menambah sehasta pada jalan hidupnya, padahal satu hasta itu hanya 45 sentimeter, sedangkan jalan hidup yang harus ditempuh manusia itu tidak terukur jaraknya (panjang). Dari ayat ini kita bisa tahu, bahwa hidup manusia tidak akan berarti apabila di dalam hidupnya ada kekuatiran, khususnya untuk masa depan. Dan bukankah Allah telah berfirman, yaitu dalam Amsal 23:18 : “Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.” Jadi, sekarang tidak ada alasan untuk kuatir dalam menghadapi hidup ini khususnya di tahun-tahun yang mendatang, sebab meskipun seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu (Mazmur 91:7), karena Tuhan adalah tempat perlindungan dan kubu pertahanan kita. Jikalau dalam beberapa penjelasan di atas yang telah menasehatkan kita agar tidak kuatir, mungkin dalam diri kita timbul pertanyaan : “bagaimana aplikasi untuk mempercayai Allah supaya kita tidak mengalami kekuatiran?” menyerahkan segala kekuatiran kita dan mengawali segala sesuatu di dalam Dia, sebab di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, ... segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk dia (Kolose 1:16). Jadi segala sesuatu yang kita lakukan harus berdasarkan kehendak Allah, karena segala rancanganNya atas hidup kita adalah rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan; dan bukankah itu yang kita rindukan. Oleh karena itu, kita diingatkan sekali lagi untuk tidak kuatir atau takut dalam menjalani hidup hari-hari ini, tetapi kita semakin bersemangat dalam memasuki tahun-tahun mendatang, terlebih itu dalam melayani Tuhan, karena berkatNya siap dicurahkan atas kita. Amin. |
Tetap Berjaga-jaga Dan Berdoa
|
|
|
Pdt. Abraham Alex Tanuseputra
Setelah kita membaca ayat-ayat diatas, maka kita akan menemukan
kata-kata nasehat yang berbunyi : “Berjaga-jagalah senantiasa sambil
berdoa”. Kata-kata nasehat ini disampaikan agar kita tidak jatuh dalam
berbagai-bagai pencobaan, karena keadaan dunia ini tidak semakin baik,
tetapi semakin buruk/jahat. Dan kata berjaga-jaga ini mengarah pada
perilaku kita supaya segala sesuatu yang kita lakukan tidak seperti yang
dilakukan oleh dunia, tetapi sesuai dengan kehendak Allah seperti yang
tertuang dalam firmanNya.“Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.” (Lukas 21:34-36) Sedangkan kata “berdoa”, itu menekankan pada hubungan kita terhadap Tuhan. Karena tanpa berdoa, maka kita akan gagal dalam berjaga-jaga, sebab sumber kekuatan kita datangnya hanya dari Tuhan. Dan kita semua tahu bahwa di depan kita terdapat berbagai macam cobaan dan masalah; baik itu keadaan perekonomian, keamanan, politik dan lain sebagainya. Oleh sebab itu kita diminta untuk senantiasa berjaga-jaga dan berdoa. Karena secara tidak sadar kadang-kadang kita terpancing dengan sifat serakah, kemabukan dunia dan pesta pora. Dan apabila kita masuk dalam di dalamnya maka kedatangan Tuhan yang tiba-tiba itu akan menjadi seperti suatu jerat bagi kita. Perlu kita ingat juga, bahwa kejatuhan kita kadang-kadang bukan dari banyaknya persoalan/masalah, tetapi justru saat kita sedang diberkati; karena kita mulai merasa aman dalam usaha, pekerjaan, keluarga kita, padahal itu merupakan kelengahan kita. Tetapi apabila kita senantiasa berdoa, yang berarti berhubungan dengan Roh Kudus maka Roh Kuduslah yang menjadi jaminan atas hidup kita supaya tetap selamat (Efesus 1). Lalu, sampai kapan kita harus berjaga-jaga dan berdoa ? jawabannya adalah : sampai kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya. Dari jawaban ini mungkin timbul pertanyaan lain yaitu : kapan Tuhan Yesus datang kedua kalinya ?. untuk tepatnya mengenai tanggal, hari dan tahun kedatangan Tuhan itu merupakan rahasia daripada Allah Bapa, tetapi yang jelas tanda-tandanya sudah dinyatakan. Oleh karena itu, sekali lagi ditekankan supaya kita berjaga-jaga dan berdoa sebab hari Tuhan itu datangnya secara tiba-tiba. Beberapa tanda yang perlu kita ketahui mengenai kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya, diantaranya : Pertama, Israel sudah mulai berkembang. (Matius 24:32-35)Setelah bangsa Israel dijajah dari berbagai macam bangsa, Israel menjadi hancur dan tidak mempunyai negara sampai pada akhirnya Israel mengalami klimaks kesukaran yang luar biasa pada akhir Perang Dunia ke-II, dimana terdapat kurang lebih enam juta orang Yahudi di Jerman dibantai. Setelah itu Tuhan mulai mendengar ratapan bangsa Israel, dan keadaannya dipulihkan kembali (Inilah yang dikatakan seperti pohon ara yang bertunas). Dan kita tahu bahwa bangsa Israel saat ini telah mengalami perkembangan yang luar biasa.Kedua, Adanya Perang (Matius 24:6-8)Seperti penglihatan daripada Daniel yang menceritakan bahwa ada domba yang tanduknya melingkar, ini adalah bangsa Media-Persia. Lalu muncullah kambing yang mempunyai satu tanduk yang aneh diantara kedua matanya, kambing ini terbang tanpa menginjak tanah dan menyerang domba itu, sehingga terjadilah peperangan. Maka dari sinilah terjadi pemusnahan sampai kepada akhir zaman. Peperangan “Media-Persia” kepada orang “Yunani” ini tidak akan pernah habis sampai kepada akhir zaman. Bangsa-bangsa lain juga akan terlibat dalam peperangan ini. Peperangan ini didasari oleh kedengkian dan dendamKetiga, Muncul Banyak Nabi Palsu (Matius 24:11-13)Banyak hamba-hamba Tuhan yang memiliki motivasi pelayanan tidak diperintah Tuhan. Pelayanan mereka adalah menurut hawa nafsunya untuk mendapatkan kedudukan, kekayaan dan lainnya. Mereka bahkan duduk dalam kepengurusan gereja dan berpolitik di dalam gereja. Mereka bahkan membunuh perkembangan gereja itu sendiri. Saat ini juga beberapa aliran gereja yang jelas-jelas sesat dibebaskan untuk berkembang.Keempat, Moral Manusia yang sudah Runtuh. (Matius 24:37-39)Pada zaman Nuh moral manusia sudah runtuh. Mereka asal kawin dan mengawinkan. Kadang-kadang kita melihat suatu negara keadaannya sangat baik, tetapi di dalamnya terdapat kebijakan yang dapat menikahkan laki-laki dengan laki-laki. Bahkan ada suatu desa yang memperbolehkan penduduknya telanjang. Keadaan moral manusia dalam Kitab Kejadian pasal 6, sangat rendah dan itu sedang menimpa dunia saat ini. Untuk itu tetap berjaga-jaga dan berdoa agar kita luput dari semuanya ini.Walaupun kita secara jasmani, sebagai anak-anak Tuhan memiliki Kerajaan Allah, tetapi yang perlu kita waspadai, saat ini kita hidup dalam dunia yang penuh goncangan. Berjaga-jaga dan berdoalah. Milikilah hubungan dengan Roh Allah. Jangan sampai kita terseret dan terpancing dengan arus dunia ini. Kita percaya bahwa Roh Allah sanggup memelihara dan memberkati kita. Dia akan memberikan kuasa-Nya dan meluputkan kita dari segalanya. Kelima, Orang Israel Bertobat (Roma 11:25)Memang Injil akan diberitakan di seluruh dunia. Kalau Israel bertobat, maka anugerah untuk orang di luar Israel habis. Saat ini orang Israel sudah tidak tegar tengkuk lagi. Mereka sudah ada yang menerima Injil. Kalau ini sudah menjadi suatu kebangunan rohani maka kuota untuk orang di luar Isral akan habis. Semua orang di Indonesia tahu siapa Yesus itu, tetapi seberapa banyak yang meresponi Injil Kristus. Syukur bagi kita yang sudah merespon Injil Kristus. Jangan lepaskan kasih karunia Kristus. Kita adalah termasuk jumlah yang telah diselamatkan oleh Yesus.Keenam, Pengangkatan (Matius 24:40-44)Kita berdoa agar kita semua diangkat Tuhan bersama-sama. Dan hal ini bukan merupakan sebuah dongeng, tetapi ini adalah kenyataan.Oleh sebab itu, Firman Tuhan mengingatkan sekali lagi supaya kita tetap berjaga-jaga dan berdoa, sebab kedatanganNya yang kedua kali tidak lama lagi. Amin. |
Hidup Baru Yang Terpelihara
|
|
|
Pdt. Abraham Alex Tanuseputra
Surat Petrus yang pertama ini ditujukan bagi orang yang sudah percaya
kepada Tuhan Yesus (termasuk kita), dan bukan terhadap orang yang belum
percaya. Ia mengingatkan kepada semua orang percaya bahwa oleh karena
kasih dan rahmatNya kita mengalami mujizat yang luar biasa yaitu
kelahiran baru. Dan mengapa kelahiran baru disebut sebagai mujizat yang
luar biasa ?“Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu. Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.” (I Petrus 1:3-5) sebab kelahiran baru merupakan syarat utama untuk dapat masuk ke dalam kerajaan Allah. Hal ini juga disampaikan oleh Tuhan Yesus kepada pemimpin agama Yahudi yaitu Nikodemus, sebagai peringatan bahwa setiap orang yang mau masuk kedalam kerajaan Allah harus mengalami kelahiran baru (Yohanes 3:3-7). Salah satu contoh murid Tuhan yang mengalami kelahiran baru adalah Simon, dimana ketika ia mengaku bahwa Yesus adalah Mesias, maka Yesus berkata : “berbahagialah engkau Simon, karena bukan engkau yang menyatakan itu tetapi oleh karena kemurahan Allah yang membuat engkau menyatakan demikian. Dan sekarang engkau bukan lagi Simon tetapi Petrus.” Dulu Simon adalah manusia alamiah (manusia yang penuh dengan kelemahan), tetapi setelah ia mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan, maka ia menjadi manusia baru dan namanya menjadi Simon Petrus. Istilah kelahiran baru ini tidak hanya terjadi pada jaman perjanjian baru saja, tetapi pada jaman perjanjian lamapun, hal ini juga terjadi. Tatkala Tuhan memanggil Abraham untuk menjadi bapa segala bangsa, maka terlebih dahulu telah terjadi kelahiran baru (perubahan karena menerima panggilan Tuhan). Dimana yang dahulunya Abram menjadi Abraham, Sarai menjad Sara, kemudian Yakub menjadi Israel. Dan bukan berarti perubahan nama yang menentukan kita menjadi manusia baru, tetapi karena kita meresponi panggilan Tuhan untuk menerima kemurahanNyalah yang membuat kita mengalami kelahiran baru. Kemurahan Allah dalam perjanjian lama hanya bersifat perorangan, tetapi pada jaman perjanjian baru, kemurahan Allah diberikan kepada seluruh umat manusia yang menerima serta percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan raja; seperti yang tertulis dalam Injil Yohanes 3:16 “ . . . . . . . , supaya barangsiapa percaya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.” Kata “barangsiapa” menunjuk kepada setiap orang. Istilah serta pengertian lahir baru tidak ada di agama manapun, walaupun segala sesuatu yang diajarkan agama tersebut adalah baik. Sebab istilah serta pengertian kelahiran baru ini hanya ada ketika seseorang menjadi percaya di dalam nama Tuhan Yesus, sehingga orang tersebut mendapatkan predikat sebagai manusia rohani. Manusia alamiah dan manusia rohani ini tidak terpisah karena kita masih tinggal dalam dunia ini. Lalu, bagaimana dua pribadi/dimensi dipelihara Tuhan ? Kedua dimensi ini tetap dipelihara Tuhan, selama kita tetap melekat pada firmanNya. Dan terpeliharanya manusia alamiah kita akan dipengaruhi manusia rohani kita, karena bukan manusia alami kita yang dapat merubah manusia rohani kita. Oleh karena itu manusia rohani kita harus selalu mendapatkan makanan dan minuman, supaya manusia rohani kita tetap hidup. Dan bagaimanakah manusia rohani kita mendapatkan makanan dan minuman ?. manusia rohani kita akan mendapatkan makanan apabila kita senantiasa datang kepada Tuhan Yesus (dalam pengertian membangun hubungan yang intim dengan Tuhan) Sebab Tuhan Yesus berkata : "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup. Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; . . .” (Yohanes 7:37-39). Dan di dalam Injil Yohanes 6:35&37 juga dikatakan : "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.” Hal ini menunjukkan bahwa manusia rohani kita benar-benar terpelihara oleh kasih dan rahmatNya, supaya manusia rohani kita tetap hidup. Dan perlu kita ketahui pula bahwa yang tinggal dalam kerajaan sorga adalah manusia rohani kita dan bukan manusia alamiah; seperti yang terulis dalam I Korintus 15:50 “Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa. Oleh sebab itu, marilah kita memberikan manusia rohani kita untuk dipelihara oleh Tuhan, karena apabila manusia rohani kita terpelihara maka manusia alamiah kita juga turut terpelihara. Kita lihat contoh kisah daripada Obed-Edom; ketika ia menghormati lawatan Tuhan, dengan hadirnya Tabut Perjanjian di rumahnya selama tiga bulan, maka selama itu pula Obed-Edom beserta seluruh isi rumahnya diberkati oleh Tuhan. Demikian dengan kehidupan kita; selama kita menghormati dan dipenuhi oleh Roh Kudus maka segala sesuatu yang kita kerjakan pasti berhasil. Hadirnya Roh Kudus itu sama dengan hadirnya Tabut Perjanjian yang terjadi di jaman perjanjian lama. Ketika Musa bersama tiga juta orang, dengan memikul Tabut Perjanjian maka segala rintangan yang mereka hadapi dapat mereka selesaikan bahkan saat mereka menghadapi peperangan, mereka memperoleh kemenangan yang luar biasa. Hal ini membuktikan bahwa pemeliharaan Tuhan itu nyata ketika kita berada dalam hadirat Tuhan. Oleh sebab itu kita patut berbangga apabila Roh Kudus ada dalam diri kita, karena dengan keberadaannya maka kita juga akan mendapatkan pelayanan daripada malaikat, seperti yang tertulis dalam Ibrani 1:14 “Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan?”. Karena demikian besar kasih dan rahmatNya untuk memelihara kita, maka kita harus tetap menjaga kerohanian kita untuk mendapatkan pemeliharaan dari Tuhan; tetapi bukan berarti kita mengabaikan manusia alamiah kita. Karena kedua-keduanya harus tetap kita jaga supaya segala anugerahNya bagi kita tidak sia-sia. Amin. |
Subscribe to:
Posts (Atom)






