Kebangkitan Besar

Kebangkitan Besar

Saturday, May 21, 2011

Jangan Lepas Dari Sumber Berkat

Pdt. Abraham Alex Tanuseputra

“Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus. Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.” (Galatia 3:26-29)

Melalui ayat bacaan di atas, kita akan menemukan beberapa kata kunci yang berdampak dalam kehidupan kita baik semasa kita hidup di muka bumi maupun kehidupan yang kekal. Diantaranya kita akan disebut sebagai anak-anak Allah yang menerima hak waris kerajaan sorga karena kita beriman di dalam Yesus Kristus, kemudian yang kedua adalah kita akan disebut sebagai orang yang merdeka dari segala kutuk dosa dan penghukuman karena kita sudah ditebus dan menjadi milik Kristus. Dan yang ketiga adalah kita disebut sebagai keturunan Abraham yang juga berhak menerima janji-janji Allah.

Kali ini kita akan melihat janji-janji Allah yang diberikan kepada Abraham dan keturunannya termasuk kita. Lalu janji apakah yang sudah diberikan oleh Tuhan terhadap Abraham, dan bagaimana Abraham meresponi janji-janji Allah itu ?. Dan bagaimana janji Allah itu sampai turun pada keturunan Abaraham ?. Untuk dapat mengerti beberapa pertanyaan tersebut maka kita terlebih dahulu membaca dalam Kejadian 12:1-2, karena dalam ayat tersebut diceritakan bagaimana Abraham dipanggil dengan satu visi, yaitu menjadi bangsa yang besar, hidup dalam kelimpahan serta namanya menjadi termasyhur; dan terlebih itu, Abraham akan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa. Memang, hal ini belum dialami oleh Abraham, tetapi Abraham meyakini bahwa segala apa telah dijanjikan oleh Tuhan pasti akan digenapi. Untuk dapat meyakini hal ini sungguh tidak mudah, tetapi Abraham menerima semua apa yang dijanjikan oleh Tuhan hanya dengan iman. Lalu, apakah hal ini (janji Allah) juga berlaku dalam kehidupan kita ?. jawabannya adalah “Ya”. Karena firman Tuhan mengatakan “Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.” (Galatia 3:29).

Untuk itu kita harus menerima segala janji Tuhan dengan iman dan tetap lekat kepada sumber berkat itu yaitu Tuhan Yesus Kristus, dan jangan sampai kita lepas dari Tuhan. Sama seperti halnya dengan Paulus; ia tahu dari mana ia berasal, sehingga ia berani berkata bahwa dia berasal dari keturunan Abraham, bukan secara jasmani saja melainkan secara rohani juga.

Perlu kita tahu, bahwa visi yang Tuhan berikan kepada Abraham adalah visi jangka panjang. Dan bagi orang yang tidak mempunyai visi, hidupnya akan sia-sia bagaikan kapal yang berlayar tanpa arah tujuan sehingga kapal itu hanya berputar-putar di tengah lautan tanpa mengalami perhentian, sehingga pada akhirnya mengalami keputusasaan.

Seperti yang telah kita pelajari sebelumnya bahwa berkat-berkat yang diberikan Allah kepada Abraham juga diberikan kepada kita (Kejadian 12:2-3). Namun acapkali timbul suatu pertanyaan dalam hati kita,”mengapa berkat itu tidak dapat kita capai, padahal kita adalah keturunan Abraham (secara rohani) ?” dalam kondisi yang demikian kita mulai meragukan janji-janji Allah. Saudara, apabila kita belum menerima janji-janji Allah, hal itu bukan berarti Allah lalai akan janjiNya, sekali-kali Tuhan tidak pernah lalai akan janjiNya walaupun manusia menganggap itu suatu kelalaian (II Petrus 3:9). Tetapi ada hal-hal yang perlu kita perhatikan dalam hidup kita yaitu : “apakah kita sudah melakukan kehendak Allah seperti yang Abraham lakukan ?”. Apabila belum, maka kita harus mulai belajar hidup sesuai dengan kehendak Allah dan meyakini bahwa Allah tidak pernah ingkar terhadap apa yang sudah difirmankanNya. Dan jikalau kita tetap tidak meyakini hal ini, maka hal itu sama dengan mengutuki diri sendiri. Abraham adalah orang yang diberkati baik pada hari ini maupun pada masa yang kekal. Dan hal ini akan berlangsung dalam kehidupan orang-orang percaya. Oleh sebab itu marilah kita bangkit, karena Tuhan menyertai kita. Tuhan akan membuat banyak orang terheran-heran melihat bagaimana Tuhan memberkati kita.
Dan saat ini kita akan melihat bukti, bahwa orang yang masuk dalam garis keturunan Abraham itu diberkati, diantaranya Ishak. Berkat yang Ishak terima bukanlah merupakan warisan turun-temurun, sebab dalam Kejadian 26:12-13 dijelaskan bagaimana berkat itu turun atas Ishak. Dan bukti ini tidak berhenti sampai pada Ishak, tetapi turun sampai pada Yakub yaitu anak Ishak (Kejadian 32:9-10). Selanjutnya, berkat Tuhan ini turun pada anak Yakub yaitu Yusuf , dan bukan kepada anak-anak Yakub yang lain, meskipun anak-anak Yakub ada banyak. Dan rahasia yang perlu kita ketahui yaitu mengapa keturunan dari Abraham diberkati, karena mereka sangat menghormati Allah dan meyakini bahwa Allah adalah sumber dari segala berkat.

Selain kita belajar dari beberapa contoh di atas untuk dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari; kita juga akan melihat contoh yang lain yaitu peristiwa Lot. Karena peristiwa ini menjadi peringatan bagi kita untuk tidak kita lakukan dalam kehidupan kita. Dimana, sebenarnya Lotpun dapat diberkati oleh Tuhan karena berkat Abraham, meskipun Lot hanya ikut-ikutan. Dalam Kejadian 12:4 diceritakan bahwa Lot mengikuti Abraham. Dan sementara Lot ikut Abraham, Lot juga diberkati (Kejadian 13:5). Karena harta mereka semakin banyak, maka terjadilah perkelahian antara gembala Abraham maupun gembala Lot, sehingga mereka tidak dapat hidup bersama. Dan sebagai jalan keluarnya adalah : mereka berpisah agar tidak timbul perkelahian antar saudara. Dan sayangnya, ketika Lot berpisah dengan Abraham; Lot hidup tidak seperti Abraham lagi, yaitu membuat mezbah bagi Tuhan. Lot mulai lupa akan sumber berkat itu. Lot telah memasuki zona nyaman, yaitu hanya menikmati kenikmatan jasmani tanpa memperhatikan hal-hal yang kekal. Sampai akhirnya Lot mengalami peristiwa pemusnahan Sodom dan Gomora, walaupun Lot diselamatkan.

Dari kisah ini kita akan mengambil hikmahnya, bahwa jangan sekali-kali kita lepas dari sumber berkat itu. Tetapi biarlah kita tetap melekat pada sumber berkat itu yaitu Tuhan Yesus Kristus, dengan membangun mezbah Tuhan dan tidak sekedar ikut-ikutan, maka segala apa yang sudah dijanjikan dan diterima oleh Abraham akan kita terima termasuk pada keturunan kita. Sekali lagi jangan lepas dari sumber berkat karena saat ini siap untuk menuai.

Amin.

No comments:

Post a Comment