Kebangkitan Besar

Kebangkitan Besar

Tuesday, July 26, 2011

Mengalir Sampai Pada Kesempurnaan

Pdt.Prof.DR. Abraham Alex T. Ph.D
Graha Bethany Nginden

“ . . . . sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup . . . . .”
(Yehezkiel 47:1-12)


Setelah kita membaca ayat-ayat diatas yang terangkum dalam satu perikop ini, maka kita akan menemukan suatu kisah tentang aliran pada sebuah sungai yang mengalir.

Dan didalam kisah ini akan memberikan pengertian yang lebih dalam mengenai kegerakan Allah yang luar biasa. Disini dijelaskan ada beberapa tahapan tentang aliran air; mulai dari pergelangan kaki, lutut, pinggang dan sampai membuat orang terhanyut oleh aliran tersebut.

Sejak kita percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, kemudian bertobat dan dibaptis maka terjadilah suatu kelahiran baru. Dan tatkala kita sudah lahir baru, maka kita tidak dapat berjalan menurut kemaun kita sendiri. Memang, tingkat pertumbuhan kerohanian kita tidak sekaligus menjadi sempurna, tetapi harus melalui suatu proses yang akan membawa kita pada kesempurnaan. Demikianlah gambaran daripada ayat-ayat yang telah kita baca diatas, yang menyatakan aliran air itu dimulai dari pergelangan kaki. Pada saat air berada dipergelangan kaki, kita masih bisa melawan arus sungai itu, bahkan aliran sungai setinggi lututpun kita masih bisa melawan walaupun agak berat. Tetapi apabila sudah mencapai diatas kepala maka kita tidak dapat berbuat apa-apa, selain kita menurut kemana aliran air itu mengalir dalam arti lain kita dihanyutkan oleh aliran air. Demikian halnya dengan pertumbuhan kerohanian kita, apabila sudah mencapai tingkat dewasa maka hidup tidak dikendalikan oleh kemauan kita sendiri, melainkan dipimpin oleh Roh Kudus.

Oleh sebab itu, apabila hidup kita dipimpin oleh Roh Kudus, maka jangan ada kekuatiran dalam kehidupan kita, sebab Roh Kudus akan membawa kita pada suatu tempat yang subur dan penuh kebahagiaan (ayat 9-12). Tetapi kebanyakan orang memilih keluar dari aliran air itu, karena mereka merasa mampu hidup tanpa Tuhan; sehingga akhirnya mereka berjalan sendiri dan berada diluar aliran air itu.

Memang terkadang kita tidak mengerti kemana kita dibawa oleh aliran air tersebut (aliran Roh Kudus); seperti Abraham yang tidak tahu kemana dia dibawa oleh Tuhan. Namun yang pasti, bahwa Roh Kudus sedang membawa kita pada tempat yang penuh dengan kebahagiaan.

Sementara kita berjalan mengarungi kehidupan ini, maka Roh Kudus tidak tinggal diam. Kita dilengkapi dengan iman. Mulai dari iman yang bertumbuh, iman yang kuat, iman yang besar dan akhirnya iman yang disempurnakan. Sebab, gereja Tuhan (umat Tuhan) yang berjalan atau mengalir bersama Roh Kudus akan disebut sebagai gereja yang normal; tetapi sebaliknya, apabila orang yang mengaku dirinya umat Tuhan tetapi tidak dipimpin oleh Roh Kudus, maka akan disebut gereja yang tidak normal/abnormal. Salah satu ciri gereja yang normal adalah seperti yang tertulis di dalam Markus 16:16-18, “Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."

Selanjutnya, apabila kita teliti ayat-ayat diatas, maka kita akan tahu bahwa air ini mengalir tidak pada satu tempat, tetapi sampai ke Lembah Yordan dan seterusnya, bahkan sampai jauh. Pada waktu air mengalir sampai jauh, maka kita akan dilengkapi dengan pengharapan. Walaupun kita mengalami seperti yang dikatakan dalam 2 Korintus 4:7-9, yaitu “Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami. Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.” Pengharapan ini adalah sautu sauh/jangkar yang kuat, selama kita mengalir bersama Roh Kudus. Tetapi kalau kita keluar dari aliran Roh Kudus, maka kita akan mengalami keputusasaan. Oleh karena itu, ketika cobaan dan rintangan datang dan menimpa kita, maka kita harus tetap mengalir bersama Roh Kudus, sebab “Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.” (Efesus 1:14)

Sebagai gereja yang berjalan menurut aliran Roh Kudus, tidak cukup hanya diperlengkapi dengan iman dan pengharapan, tetapi harus diperlengkapi juga dengan kasih, supaya gereja itu menjadi gereja yang sempurna. Karena ketiga hal ini merupakan ciri daripada umat pilihan Tuhan.

Iman, harap dan kasih harus menjadi karakter dalam kehidupan orang yang percaya kepada Kristus. Karena karakter inilah yang sedang dinantikan oleh dunia, sebab ini merupakan jawaban bagi mereka yang membutuhkan keselamatan. Oleh sebab itu marilah kita berjalan pada aliran air yang tidak hanya sampai pada pergelangan kaki, lutut maupun pinggang, tetapi sampai aliran tersebut berada di atas kepala kita (dalam kata lain, kita dipimpin oleh Roh Kudus sepenuhnya) supaya kita menjadi gereja yang sempurna menjelang kedatangan Tuhan yang kedua kalinya.

Amin

No comments:

Post a Comment