Sunday, April 24, 2011

Manfaat Mengucap Syukur

Pdt. Leonardo A. Sjiamsuri


Kedatangan Tuhan semakin dekat, sebab itu jangan sampai hati kita tidak benar di hadapan Tuhan. Ukuran Tuhan bukanlah berapa banyaknya kita melayani Tuhan, tetapi ukuran Tuhan adalah bagaimana kemurian hati kita di hadapan Tuhan.

Amsal 4:23, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan”.
Ayat ini meminta kita sendiri-lah yang menjaga hati kita. Kita harus menjaga kemurnian hati kita, sebab seseorang bisa tetap melayani dengan kepahitan, dengan motivasi yang salah. Kalau hatinya belum pulih maka dia tidak boleh melayani, karena dia akan men-transfer-kan itu kepada orang yang dilayani. Sebab itu, jagalah hati kita agar tidak tercemar. Caranya adalah 1 Tesalonika 5: 18, “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu”.

Jadi, mengucap syukur itu tidak ditentukan oleh situasi dan kondisi. Artinya, ini menggambarkan sebuah gaya hidup, bukan hanya peristiwa sesekali saja, bukan hanya saat beribadah atau saat senang. Tetapi dimanapun: di rumah, di kantor, di gereja, kita tetap mengucap syukur. Ini adalah sebuh keputusan, sebuah pilihan. Itu tergantung kita.

Apa manfaatnya kalau kita mengucap syukur?
Mazmur 9: 2, “Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hatiku, aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib”. Artinya kita yang memutuskan. Kalau ini kita lakukan setiap hari, maka akan menjadi kebiasaan. Orang yang suka mengeluh, ketika ada masalah, maka otomatis responnya adalah mengeluh, akan mengomel dan akan memaki. Ini karena kebiasaan. Sebaliknya, kalau terbiasa mengucap syukur, maka ketika ada masalah, dia akan otomatis mengucap syukur. Itu kebiasaan. Sebab itu, bangun kebiasaan mengucap syukur!
Mengapa Tuhan menyuruh kita mengucap syukur? Sebenarnya Tuhan sedang memberikan kunci berkat kepada kita, bukan untuk kepentingan Tuhan.



Manfaat mengucap syukur adalah:
1.Supaya segala hal negatif itu semakin cepat sirna/hilang.
Perasaan negatif itu akan semakin kuat jika kita selalu mengomel/mengeluh. Orang yang jarang mengucap syukur, hatinya gampang keras, tegar tengkuk. Seperti orang Israel yang selalu bersungut-sungut. Karena yang mereka lihat adalah sisi negatif, bukan hal yang baik, sehingga mereka 40 tahun berada di padang gurun. Kalau kita menabur yang baik (bersyukur) maka kita akan menuai yang baik, demikian sebaliknya. Jadi kalau ingin diberkati Tuhan maka kita harus mengucap syukur. Orang yang selalu mengucap syukur akan melihat ada jalan keluar dari masalahnya.

2.Kita menciptakan atmosfir/suasana yang kondusif untuk iman dan firman bekerja.
Kalau suasana hati kita tidak kondusif - kalau di rumah tangga hanya mendengar keluhan, omelan dan hal-hal negatif, tidak ada komunikasi yang baik - maka firman yang kita dengar selama ini tidak mampu bekerja dan iman kita tidak bertumbuh. Sebaliknya, kalau suasana hati kondusif – di dalam keluaga ada pujian, ada ucapan syukur, ada komunikasi yang baik, ada rasa penerimaan - maka firman yang kita dengar selama ini akan bekerja dan iman kita akan bertumbuh. Itulah sebabnya, tidak ada hal yang mustahil baginya.

3.Kita bisa melihat Tuhan di tengah persoalan hidup.
Orang yang suka mengeluh hanya bisa melihat musibah, dia tidak bisa melihat tangan Tuhan di dalam masalahnya. Tetapi, orang yang suka mengucap syukur, dia bisa melihat tangan Tuhan ada di dalam masalahnya, sehingga dia mendapatkan pengharapan. Dengan mengucap syukur kita bisa melihat Tuhan di tengah masalah itu. Kita tahu bahwa Tuhan perduli kepada kita
Seperti bangsa Israel yang suka mengeluh, maka ketika ada “daging dan manna”, mereka tidak bersyukur karena mereka tidak bisa melihat Tuhan di balik berkat itu.
Walaupun hati ini panas, maka mulut ini harus terlebih dahulu mengeluarkan ucapan syukur. Jangan biarkan “hati yang panas” mempengaruhi perkataan kita. Kalau di mulut ini ada ucapan syukur, maka tingkat pengharapan kita akan meningkat, akan ada mujizat. Itulah sebabnya gaya hidup orang Kristen adalah menyanyi dan bersyukur memuji Tuhan: saat sedih, saat senang, saat ada masalah. Ingat! Mengucap syukur adalah senjata ampuh yang Tuhan berikan kepada kita.

4.Menjadi benteng perlindungan yang kuat untuk menghadapai:
(a). iri hati.
(b). keserakahan
(c). kesombongan.
(d). persaingan yang tidak sehat.

Marilah kita terus mengucap bersyukur, Amin?

No comments:

Post a Comment